Wamena, Jubi – Penjabat Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, Velix Vernando Wanggai menyerahkan bantuan mesin giling padi mini kepada dua kelompok tani, sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan gudang gabah padi sawah, di Kampung Elabukama dan Kampung Huseloma, Distrik Hubikosi Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Jumat (5/7/2024) Siang.
Pj Gubernur Wanggai mengatakan pihaknya melakukan kunjungan kerja (kunker) ke dua kampung tersebut untuk bertatap muka dan melihat sendiri lokasi pertanian padi sawah yang ada di dua kampung tersebut.
“Kita datang kesana untuk memberikan bantuan berupa mesin giling padi mini sekaligus melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan gedung atau gudang gabah di kedua kampung tersebut,” katanya.
Ia juga mengatakan bahwa pemerintah akan tetap berupaya mendorong masyarakat Jayawijaya agar menjadi pelaku ekonomi. Provinsi Papua Pegunungan dicanangkan menjadi pusat pangan, salah satunya di Kabupaten Jayawijaya. Untuk itu distrik yang memiliki potensi penggarapan sawah, agar dapat menghasilkan beras dengan kualitas yang sangat bagus seperti di Hubikosi ini, perlu dikembangkan terus.
“Sehingga kedepannya kita harapkan agar petani kita bisa memenuhi kebutuhan para Aparatur Sipil Negara (ASN) baik di lingkungan Provinsi Papua Pegunungan maupun ke Provinsi Papua. Serta kita juga ingin produk-produk masyarakat Papua Pegunungan bisa kita ekspor keluar Papua atau ke tingkat nasional, jadi diharapkan Dinas Pertanian Provinsi Papua Pegunungan serta dinas terkait lainnya agar terus bekerja sama dengan masyarakat di lahan-lahan pertanian yang ada ini,” kata Wanggai.
Lebih lanjut Wanggai juga turut bangga dan mengapresiasi para kelompok tani yang telah bekerja keras dalam mengelola lahan pertanian sehingga subur dan dapat menghasilkan komoditas pertanian unggul yang dapat dijual di pasar.
“Ini luar biasa, melalui kerja keras dan kegigihan kelompok tani, lahan padi sawah seluas 51,6 hektar ini bisa menjadi lahan pertanian yang tumbuh dengan baik dan hasilnya juga bagus,” kata Wanggai.
Kegiatan seperti ini lanjut Wanggai, perlu dilanjutkan pemerintah melalui pembinaan, pendampingan dan berbagi ilmu mengenai metode pertanian, serta pemenuhan sarana dan prasarana pertanian. Dukungan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi mesti diberikan untuk mendorong dan mengembangkan usaha tani ini.
“Kita lihat keberhasilan para kelompok tani yang ada ini sudah punya kemampuan dalam mengelola padi, jadi pemerintah tinggal mendorong kepada petani agar hasilnya bisa memuaskan bagi petani sawah maupun pemerintah,” katanya Wanggai.
Sementara itu salah seorang perwakilan kelompok tani, Yonas Marian turut mengapresiasi dan berterimakasih kepada pemerintah provinsi, dalam hal ini Penjabat Gubernur Papua Pegunungan, yang telah mengunjungi langsung kelompok tani yang ada Distrik Hubikosi.
“Masyarakat ini menggeluti usaha pertanian sudah sejak 16 Mei 1983, jadi dari orang-orang tua kita terdahulu sampai sekarang secara turun -temurun kita usaha di bidang pertanian, khususnya padi sawah ini,” katanya.
Marian juga menjelaskan bahwa para petani hingga saat ini telah memiliki sebanyak 134 petak sawah dan semuanya ditanami padi dengan luas lahan 51,6 hektar.
“Jadi tanaman padi yang ada ini sudah memasuki umur panen yakni sudah genap 6 bulan sehingga beberapa hari kita sudah siap panen,” tutup Marian. (*)




















Discussion about this post