Jayapura, Jubi — Upaya menciptakan lingkungan digital yang aman bagi anak-anak dan remaja terus menjadi perhatian pemerintah, masyarakat, dan orang tua di berbagai negara. Tahun ini, Australia dan Indonesia meningkatkan kerja sama untuk mengatasi tantangan tersebut.
Delegasi Pemerintah Australia berkunjung ke Jakarta pada 3–6 November 2025 untuk berdiskusi tentang keamanan digital dan regulasi platform media sosial, serta berbagi pengalaman Australia dalam mengembangkan reformasi media sosial yang diakui di dunia.
Kunjungan itu dikutip Jubi.id dari keterangan pers Public-Affairs-JAKT@dfat.gov.au, Kamis (6/11/2025). Delegasi tersebut terdiri dari perwakilan Departemen Infrastruktur, Transportasi, Pembangunan Regional, Komunikasi, Olahraga, dan Seni Australia (DITRDCSA) serta eSafety Commissioner, lembaga independen yang bertanggung jawab atas keamanan platform daring.
Pemerintah Indonesia juga memperkuat regulasi untuk melindungi keamanan dan privasi anak di ruang digital. Hal ini ditunjukkan melalui Nota Kesepahaman baru antara enam kementerian yang menegaskan komitmen nasional dalam perlindungan anak di dunia maya.
Selama di Jakarta, delegasi Australia bergabung dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan lembaga pemerintah lain dalam lokakarya yang membahas tata kelola perlindungan anak di era digital, rancangan undang-undang, peran regulator, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Sarah Vandenbroek, First Assistant Secretary, Digital Platforms, Safety and Classification dari DITRDCSA, mengatakan:
“Kami memandang berbagi pengalaman sebagai komponen penting dalam membentuk respons global yang efektif terhadap bahaya platform daring, serta memperkuat pendekatan Australia sendiri melalui dialog dan pembelajaran berkelanjutan.”
Sementara itu, Ashley Katz, Manager Industry Supervision eSafety, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara.
“Memperkuat keamanan platform daring membutuhkan kerja sama global. Dengan berbagi pengalaman dan menyelaraskan pendekatan regulasi, kita dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan transparan bagi anak-anak dan remaja.”
Kunjungan ini merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan antara Australia dan Indonesia dalam tata kelola digital, termasuk melalui Kemitraan Australia–Indonesia untuk Pembangunan Ekonomi. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kedua negara menuju ruang digital yang lebih aman dan inklusif bagi semua.(*)






















Discussion about this post