Moskow, Jubi – Hujan deras yang terus mengguyur India bagian utara, mengakibatkan longsor. Lebih dari 20 orang dilaporkan meninggal, menurut kantor berita Press Trust of India, pada Kamis Kamis (1/8/2024).
Pada hari yang sama, jumlah korban jiwa akibat tanah longsor di Provinsi Kerala di India barat daya mencapai mencapai 177 orang. Selain itu, lebih dari 200 orang dilaporkan mengalami luka akibat bencana tersebut.
Hujan monsun yang terus melanda Asia Selatan dan Asia Tenggara pada awal musim, menyebabkan banjir dan longsor hingga menimbulkan banyak korban jiwa. Sejumlah kerusakan bangunan dan lahan pertanian juga terjadi, demikian dilaporkan Sputnik.
Hujan muson merupakan hujan musiman yang disebabkan muson. Menurut situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), angin muson disebut juga angin musim atau angin monsun.
Angin muson adalah angin yang bertiup dalam skala regional (skala benua) yang berubah arah azimut minimal 120 derajat, dan terjadi secara periodik (enam bulan sekali).
Pencarian korban berlanjut
Tim penyelamat melanjutkan operasi pencarian korban longsor di negara bagian Kerala, setelah menemukan lebih banyak jenazah dengan jumlah korban tewas resmi menjadi hampir 200 orang.
Seorang pejabat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan kepada Anadolu pada Jumat (2/8/2024), bahwa tim penyelamat sejauh ini telah menemukan 196 jenazah dan lebih dari 110 bagian tubuh. Operasi tersebut terus berlanjut untuk menemukan lebih dari 200 orang, kata pejabat tersebut menambahkan.
Tanah longsor besar melanda Distrik Wayanad di negara bagian itu pada Selasa (30/7/2024), yang mendorong operasi penyelamatan besar-besaran di daerah tersebut. Lebih dari 200 orang dilaporkan hilang pascalongsor melanda.
Sementara itu, puluhan orang juga hilang di negara bagian Himachal Pradesh utara, setelah hujan badai yang terjadi pada Kamis pagi menewaskan empat orang.
Di negara bagian tetangga Uttarakhand, hampir 12 orang tewas setelah hujan lebat mengguyur negara bagian Himalaya itu yang menyebabkan banjir dan rumah-rumah runtuh.
Angkatan Udara India mengatakan pihaknya sedang melakukan operasi bantuan dan tanggap bencana secara bersamaan di Wayanad dan Uttarakhand. Selain itu, Angkatan Darat India sebelumnya telah menyampaikan bahwa mereka membangun jembatan pejalan kaki darurat, dengan panjang sekitar 30,5 meter untuk digunakan masyarakat.
“[Jembatan] ini akan lebih membantu operasi penyelamatan dan mempercepat evakuasi orang-orang yang terjebak longsor,” kata mereka di X. (*)























Discussion about this post