Jayapura, Jubi – Banjir makin meluas sehingga merendam 16 kecamatan di Kabupaten Pidie, Aceh. Selain merendam permukiman warga, banjir menggenangi sejumlah ruas jalan nasional dan jalan antarkecamatan, serta lahan persawahan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Nara Setia mengatakan banjir mulai merendam Pidie saat hujan deras pada Jumat malam. Debit air sungai setempat pun meluap hingga ke permukiman warga.
“Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Pidie. Debit air sungai meluap sehingga mengenangi rumah warga, jalan, dan persawahan,” kata Teuku, Minggu (24/11/2024).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie mendata ada tujuh desa di Kecamatan Pidie, dan lima desa di Kecamatan Padang Tiji terendam banjir. Selain itu, satu desa di Kecamatan Tiro, 11 desa di Kecamatan Sakti, tujuh desa di Kecamatan Delima, dan sembilan desa di Kecamatan Mutiara Timur.
Banjir juga merendam 10 desa di Kecamatan Glumpang Tiga, 13 desa di Kecamatan Kembang Tanjong, dan enam desa di Kecamatan Peukan Baro. Kemudian, masing-masing dua desa di Kecamatan Keumala, Kecamatan Indra Jaya, dan Kecamatan Kota Sigli, serta 11 desa di Kecamatan Mutiara. Selain itu, tiga desa di Kecamatan Simpang Tiga, serta masing-masing satu desa di Kecamatan Mane dan Kecamatan Glumpang Baro.
Dampak banjir di Pidie, di antaranya merusak jembatan, dan dua pagar masjid di Kecamatan Sakti, serta jalan di Kecamatan Keumala. Selain itu, banjir merendam 7,5 hektare sawah, dan merusak tanggul penahan tebing di Kecamatan Glumpang Tiga.
Berdasarkan pendataan sementara BPBD Pidie, terdapat 206 keluarga di Glumpang Tiga, 1.674 keluarga di Mutiara, dan tujuh keluarga di Indra Jaya menjadi korban terdampak banjir. BPBD Pidie masih mendata jumlah pengungsi akibat banjir di 16 kecamatan tersebut.
Korban longsor
Sementara itu, BPBD Kabupaten Aceh Barat mengevakuasi jasad Abdurrani, 57 tahun, Minggu (24/11/2024). Warga Desa Pasi Aceh, Kecamatan Woyla tersebut tewas akibat tertimbun longsor saat mencari emas di Sungai Woyla.
“Korban tertimbun longsor pada Minggu, sekitar pukul 15.10 WIB. Jasadnya ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat Said Wahyu.
Sebelum kejadian, Aburrani bersama dua rekannya menggali tanah untuk mencari emas di sekitar tebing Sungai Woyla . Saat korban berada di bawah tebing berketinggian 15 meter tersebut, tiba-tiba terjadi longsor sehingga reruntuhan tanah itu menimbunnya.
Melihat kejadian tersebut, dua rekan Abdurrani melaporkannya ke warga setempat. Tidak lama kemudian, petugas BPBD Aceh Barat Pos Woyla bersama sejumlah sukarelawan mengevakuasi korban.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal. Saat ini, jenazahnya sudah diserahkan ke pihak keluarga,” ujar Said. (*)



Discussion about this post