Dhaka, Jubi – Tim Pencari Fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB akan menyelidiki ratusan kematian orang saat unjuk rasa besar-besaran di Bangladesh, sekitar dua pekan lalu. Tim independen tersebut segera menyiapkan kerangka waktu dan rencana aksi penyelidikan mereka.
Koordinator Tetap PBB di Bangladesh Gwyn Lewis menyatakan tim pencari fakta didanai dan dipimpin oleh PBB. Pernyataan itu disampaikannya seusai bertemu penasihat kebijakan luar negeri Bangladesh di Dhaka, Kamis waktu setempat.
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk juga telah memberitahu pemimpin pemerintahan transisi Bangladesh Muhammad Yunus perihal rencana penyelidikan itu. Yunus dalam perbincangan melalui telepon tersebut bahkan meminta kerja sama PBB dalam membangun kembali Bangladesh dan membantunya menegakkan hak asasi manusia.
Unjuk rasa massal antipemerintah di Bangladesh dimotori kelompok mahasiswa. Aksi mereka berhasil mendepak Sheikh Hasina dari kursi Perdana Menteri sehingga kabur ke India.
Presiden Mohammed Shahabuddin kemudian menunjuk Muhammad Yunus, 84 tahun, menjadi pemimpin pemerintahan transisi Bangladesh, pekan lalu. Pemenang Nobel Perdamaian tersebut membawahkan 17 anggota.
Gelombang protes terhadap pemerintahan Hasina berlangsung hingga berpekan-pekan sehingga memicu kerusuhan di Bangladesh. Sebanyak 580 orang dilaporkan tewas dalamt kejadian tersebut.
Salah seorang korban tewas ialah warga Indonesia berisinial DU, 50 tahun. Jenazah DU tiba Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu kemarin, dan telah dimakamkan pihak keluarga di Semarang, Jawa Tengah.
Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam pernyataan resmi mereka menyatakan penanganan jenazah DU atas koordinasi Kedutaan Besar Indonesia di Dhaka dengan kepolisian dan rumah sakit setempat. Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh Heru H Subolo beserta staf juga turut menyalatkan jenazah DU.
DU diketahui berangkat ke Bangladesh pada 1 Agustus lalu untuk kunjungan bisnis. Dia kemudian meninggal empat hari kemudian di tengah kerusuhan di Bangladesh.
Menurut keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia, DU terjebak di hotel yang ditempatinya di Kota Jashore. Hotel tersebut kemudian terbakar saat kerusuhan sehingga korban meninggal akibat menghirup banyak asap kebakaran. (*)





















Discussion about this post