Jayapura, Jubi – Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath, Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia atau PMI Dr AM Fachir, dan Ketua Delegasi Indonesia Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah atau IFRC Elkhan Rahimov, telah menandatangani Rencana Kerja Tahunan atau RKT 2024 di bawah program SIAP SIAGA. Rencana kerja tahunan ini penting untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana dan pengelolaan risiko bencana di Indonesia.
“Australia bangga mendukung kerja PMI dalam pengelolaan risiko bencana, yang menunjukkan bahwa solusi lokal adalah yang paling berkelanjutan dan efektif,” kata Wakil Duta Besar Kamath dalam rilis pers yang diterima Jubi, Sabtu (20/7/2024) dari Public-Affairs-JAKT@dfat.gov.au.
RKT menguraikan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan selama satu tahun. Kegiatan tersebut meliputi penguatan sistem pengurangan risiko bencana di tingkat nasional. dukungan kepada provinsi, kabupaten, dan desa-desa sasaran untuk dapat mencegah, mempersiapkan, merespons, dan memulihkan diri dari bencana, serta penguatan kerja sama antara Australia dan Indonesia dalam kesiapsiagaan dan tanggap darurat kemanusiaan di tingkat regional.
“Dan penguatan pembelajaran, inovasi, dan inklusi untuk pengelolaan risiko bencana,” ujarnya.
Australia dan Indonesia bekerja sama dalam program SIAP SIAGA senilai $41 juta (sekitar Rp410 miliar), yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Indonesia dalam mencegah, mempersiapkan, merespons, dan memulihkan diri dari bencana alam.
Melalui SIAP SIAGA, Australia dan Indonesia juga memperkuat kerja sama dalam aksi kemanusiaan di kawasan Indo-Pasifik yang lebih luas. SIAP SIAGA dijalankan oleh dua konsorsium yakni IFRC bersama PMI, dan Palladium International Pty Ltd. Untuk informasi lebih lanjut bisa mengunjungi siapsiaga.or.id/. (*)






















Discussion about this post