Sorong, Jubi – Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kaki Abu, Leonardo Ijie, S.H. mengatakan alasan keamanan yang dijadikan dasar pemindahan Tapol Papua, kini sangat tidak berdasar pasca rusuh yang menyebabkan kantor DPRD Makassar terbakar, Jumat (29/8/2025). LBH Kaki Abu meminta sidang 4 Tapol Papua dikembalikan ke Sorong, Papua Barat Daya.
“Alasan keamanan sama sekali tidak memenuhi syarat, karena locus dan tempus perkara ini jelas berada di wilayah hukum Pengadilan Negeri Sorong,” tegas Leonardo Ijie dalam keterangannya, Sabtu (30/8/2025).
Menurutnya, kerusuhan di Kota Makassar yang terjadi pada Jumat kemarin, justru memperlihatkan potensi ancaman keselamatan bagi para Tapol. Kantor DPR Makassar dibakar massa pada Jumat lalu.
“Jadi Itu bukti nyata bahwa Makassar bukanlah wilayah yang aman. Jadi kalau aparat penegak hukum berdalih keamanan, jelas itu mengada-ada. Justru mereka telah melakukan kekeliruan fatal yang mengancam keselamatan empat tapol tersebut,” ujarnya.
Leonardo menegaskan, pemindahan ini merupakan bentuk pemungkiran hukum dan tidak menghormati asas peradilan yang seharusnya digelar di tempat kejadian perkara.
“Yang terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, dan Papua Barat pada umumnya adalah reaksi penolakan terhadap keputusan yang tidak adil ini.Pemindahan ke Makassar bukan hanya pelanggaran prosedur, tapi juga bentuk perampasan hak para tapol untuk diadili sesuai locus delicti perkaranya,” tutur Leonardo.
Keselamatan keempat Tapol, menurutnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. “Aparat yang telah mengambil langkah keliru dengan memindahkan mereka ke Makassar. Jangan sampai terjadi sesuatu yang membahayakan nyawa mereka, dan itu semua akan menjadi catatan hitam bagi negara,” tegas Leonardo.
LBH Kaki Abu mendesak agar keempat Tapol tersebut segera dikembalikan ke Sorong untuk menjalani persidangan di wilayah hukum yang tepat . “Saya minta dengan tegas kepada aparat penegak hukum agar sesegera mungkin mengembalikan empat Tapol ini ke Sorong. Jangan berdalih keamanan, karena faktanya Makassar tidak lebih aman dari Sorong. Keputusan pemindahan ini harus ditarik kembali demi keadilan dan kepastian hukum,” ujar Leonardo.(*)





















Discussion about this post