Sorong, Jubi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat, masyarakat adat, akademisi, serta para mitra pembangunan meluncurkan ‘Inisiatif Raja Selamanya’ di Kota Sorong, Selasa (30/6/2026).
Ini merupakan gerakan kolaboratif untuk memastikan kawasan yang dikenal sebagai jantung Segitiga Karang Dunia itu tetap lestari, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Peluncuran inisiatif ini ditandai dengan Lokakarya Multipihak “Membangun Komitmen Bersama Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan di Raja Ampat”.
Forum ini mempertemukan para mitra untuk memperkuat komitmen kolaboratif, dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi dan pembangunan berkelanjutan di Raja Ampat.
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menegaskan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola kawasan konservasi melalui Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLUD UPTD) Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Raja Ampat.
“Pemerintah provinsi yang mengemban mandat pengelolaan KKP Raja Ampat melalui BLUD UPTD KKP Raja Ampat, berkomitmen memperkuat tata kelola kawasan yang adaptif, transparan, dan berkelanjutan. Dua puluh tahun perjalanan konservasi membuktikan bahwa kolaborasi adalah fondasi keberhasilan,” kata Elisa Kambu.
Melalui Inisiatif Raja Selamanya, Gubernur Papua Barat Daya mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi, agar Raja Ampat tetap menjadi kawasan konservasi laut kelas dunia yang memberikan manfaat bagi alam dan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Raja Ampat, Oridek Burdam menekankan bahwa keberhasilan konservasi sedikit banyak telah berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Raja Ampat.
“Bagi Pemerintah Raja Ampat, konservasi bukan hanya tentang menjaga laut, juga menjaga masa depan. Selama dua dekade terakhir, kita telah melihat bagaimana laut yang sehat mampu. Menghadirkan kesempatan ekonomi, memperkuat pariwisata berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Oridek Burdam.
Charlie Imbir, salah satu tokoh adat Raja Ampat mengatakan, pproses yang terbangun dua puluh tahun lalu tidak lepas dari kuatnya dukungan masyarakat adat dan kerja kolaborasi.
“Kami percaya bahwa masa depan Raja Ampat hanya dapat terwujud apabila masyarakat adat tetap menjadi bagian penting dalam setiap keputusan, dan semangat kolaborasi terus menjadi fondasi dalam mengelola sumber daya alam di Raja Ampat,” ucap Charlie Imbir.
Sebagai penyelenggara, Direktur Eksekutif Terra Papua, Meity Mongdong mengatakan bahwa ‘Inisiatif Raja Selamanya’ dibangun sebagai platform untuk menyatukan berbagai upaya konservasi yang dilakukan oleh para mitra selama ini.
“Raja Selamanya bukanlah sebuah program baru, melainkan ruang kolaborasi untuk menyatukan pemerintah, masyarakat adat, organisasi lokal, dan para mitra pembangunan dalam satu komitmen bersama,” ujar Meity Mongdong.
Katanya, Terra Papua percaya bahwa masa depan Raja Ampat hanya dapat dijaga apabila kolaborasi dan kemitraan, kepemimpinan masyarakat adat, ilmu pengetahuan, dan kebijakan publik berjalan beriringan.
“Kami ingin memastikan setiap pihak memiliki ruang untuk berkontribusi dalam menjaga Raja Ampat, selamanya,” katanya.
Melalui ‘Inisiatif Raja Selamanya’, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat kolaborasi, menjaga Raja Ampat agar tetap lestari dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Inisiatif ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam membangun masa depan Raja Ampat yang berkelanjutan. Sebab, menjaga Raja Ampat bukan hanya melindungi salah satu kawasan laut paling kaya di dunia, juga mewariskan alam yang tetap hidup bagi generasi akan datang selamanya. (*)





















Discussion about this post