• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Karyawan PT PMP tuntut status dan hak kerja

July 28, 2025
in Domberai
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Gamaliel M. Kaliele - Editor: Angela Flassy
demo karyawan

Karyawan Kontrak PT PMP Gelar Aksi Damai Tuntut Kejelasan Status dan Hak-Hak Kerja, Senin 28/7/2026) - Jubi/IST

0
SHARES
199
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong Jubi – Karyawan dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu atau (PKWT) perusahaan sawit PT Putera Manunggal Perkasa (PT PMP) turun ke jalan menuntut pertanggungjawaban dan kejelasan dari pihak manajemen perusahaan di Kais, Kabupaten Sorong Selatan, Senin (28 /07/2025).

Aksi ini dilakukan menuntut kejelasan nasib karyawan kontrak setelah terjadinya peralihan pengelolaan perusahaan dari Austindo Nusantara Jaya Group (ANJ Group) ke First Resources Ltd (FR) yang kini diduga melibatkan entitas baru, PT KAS.

Saat ini kami sedang melakukan aksi demo di area pabrik kelapa sawit Kais, Sorong Selatan.

“Tuntutan kami menanyakan status kami sebagai karyawan setelah perusahaan dialihkan dari ANJ Group ke First Resources. Sekarang ada nama PT KAS yang masuk manajemen tanpa sosialisasi. Kami bingung, PT KAS ini apa hubungannya dengan PT FR?” ungkap salah satu karyawan, Ifanli.

Ia menjelaskan terdapat banyak perubahan yang terjadi, termasuk aturan kerja, hak cuti, dan konsumsi karyawan yang disebut “bama” (bahan makanan) yang kualitasnya berbeda dengan yang dulu. Bahkan, isu terkait prosedur pemakaman karyawan yang meninggal di lokasi kerja pun mencuat tanpa sosialisasi resmi.

“Kami juga pertanyakan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan yang belum dibayarkan sejak Juni. Lalu, pemutusan hubungan kerja terhadap staf dengan kompensasi hanya 0,5 kali pesangon, tanpa transparansi perhitungan. Ini sangat tidak manusiawi,” lanjut Ifanli.

Dalam orasinya di depan perwakilan manajemen perusahaan, koordinator Aksi Yuliana Mate menyampaikan kekecewaan para karyawan yang merasa hak-haknya telah diabaikan selama bertahun-tahun.

BERITATERKAIT

Belasan orang menggelar aksi damai menolak PAPEDA Summit 2026

KNPB: Kami tak diberi ruang beraudiensi dengan DPR Papua Pegunungan

KNPB sampaikan surat pemberitahuan demonstrasi damai ke sejumlah pihak

Gubernur Papua Barat Daya akhirnya temui mama pedagang asli Papua

“Hari ini kami, karyawan ITPMP, melakukan aksi damai untuk menuntut hak kami, khususnya soal pembayaran pesangon. Pihak perusahaan tidak memberikan kejelasan sejak peralihan saham dari ANJ ke FR. Sampai hari ini, status kami tidak jelas. Kami sudah sabar cukup lama, dan hari ini kami turun aksi menuntut keadilan,” tegas Yuliana.

Ia menyoroti perubahan drastis dalam sistem dan jam kerja pasca peralihan manajemen. Ia menyebutkan bahwa sistem kerja yang baru tidak lagi mengikuti aturan jam kerja standar.

“Setelah peralihan dari ANJ Group ke First Resources, jam kerja menjadi sangat padat dan tidak manusiawi. Misalnya, asisten panen mulai kerja dari jam 05:15 pagi hingga 18:00 sore. Itu belum termasuk jam kerja mandor dan bagian pemupukan. Kami sudah seperti robot. Apakah ini yang dimaksud efisiensi?” tegas Yuliana.

Ia menegaskan, pihak perusahaan seharusnya memberikan sosialisasi resmi sebelum menerapkan sistem kerja yang demikian berat.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Enam anggota polisi terlihat berjaga, sebagian mengenakan pakaian preman dan bersenjata lengkap. Suasana sempat menegangkan namun tetap kondusif.

Dalam aksi itu, pihak manajemen perusahaan diwakili oleh General Manager Saipul Arif dan Faisal, yang turun langsung menemui massa aksi. Mereka berupaya menjelaskan posisi perusahaan terkait sejumlah tuntutan karyawan, mulai dari status BPJS, jam kerja, hingga kontrak kerja yang tidak pernah diperbarui.

Faisal menjelaskan terkait jam kerja, sesuai dengan SPK (Surat Perjanjian Kerja), disebutkan bahwa jam kerja mengikuti aturan yang berlaku dari perusahaan. “Memang tujuh jam kerja efektif ini sudah didiskusikan dengan dinas tenaga kerja, dan itu tidak ada masalah. Jam kerja yang dimaksud adalah jam kerja efektif, dan waktu istirahat tetap ada di sela-sela,” tambahnya.

Faisal juga menanggapi keinginan karyawan agar ada kejelasan tertulis soal kesepakatan baru yang sedang dibicarakan. “Kita bisa buat draft kesepakatan yang ditandatangani hitam di atas putih, tapi ini bukan kontrak baru. Kontrak kerja tetap pakai yang lama. Draft ini hanya untuk kejelasan bersama, agar tidak ada miskomunikasi,” jelas Faisal.

Ia menyebutkan bahwa pihak manajemen masih menunggu tim HR dari Jakarta untuk turun langsung menyelesaikan persoalan ini. Namun, ia memastikan bahwa hal-hal terkait hak-hak lama seperti cuti dan transportasi masih tetap berjalan. “Untuk kontrak kerja atau SPK, tidak ada perubahan bagi karyawan lama. Karyawan baru mungkin ada ketentuan berbeda seperti cuti 12 hari, tapi yang lama tidak dikurangi. Untuk tunjangan transportasi dan bantuan saat cuti, itu tetap berjalan,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, sejumlah karyawan menyatakan belum puas. Mereka menuntut kejelasan segera dan bukan hanya janji-janji dari manajemen. “Kami sudah capek menunggu janji. Yang kami mau hanya kejelasan hak kami. BPJS, pesangon, status kerja, semuanya harus jelas dan tertulis. Bukan hanya omongan,” teriak seorang karyawan.(*)

Tags: aksi damaiaksi demonstrasiKabupaten Sorong Selatankaryawan swastaPapua Barat Dayaperusahaan sawit
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Aksi damai menolak PAPEDA Summit

Belasan orang menggelar aksi damai menolak PAPEDA Summit 2026

September 2, 2026
KNPB

KNPB: Kami tak diberi ruang beraudiensi dengan DPR Papua Pegunungan

August 13, 2026

KNPB sampaikan surat pemberitahuan demonstrasi damai ke sejumlah pihak

August 12, 2026

Gubernur Papua Barat Daya akhirnya temui mama pedagang asli Papua

July 3, 2026

Anggota MRP minta Gubernur Papua Barat Daya temui mama pedagang Papua

July 3, 2026

Tak direspons gubernur, mama pedagang Papua Barat Daya blokade jalan

July 3, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papuan Indigenous Communities Achieve Self-Reliance Through Customary Forest Management
10 October 2026
Papuan Indigenous Communities Achieve Self-Reliance Through Customary  Forest Management

Teminabuan, Jubi – Indigenous Papuans have their own ways of managing customary forests to ensure they remain protected. They harvest [...]

Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault
9 October 2026
Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault

Jayapura, Jubi – Wialo Silak, chair of Cenderawasih University’s Student Consultative Assembly (MPM Uncen) for the 2026–2027 term, has reported [...]

Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities
9 October 2026
Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities

Merauke, Jubi – Merauke Regent Yoseph Bladib Gebze has called for Papua’s 2027 Special Autonomy (Otsus) funds to focus on [...]

Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke
8 October 2026
Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke

Merauke, Jubi – Authorities in Indonesia’s South Papua province have intercepted an attempt to smuggle 115 wild parrot eggs from [...]

Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration
8 October 2026
Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration

Jayapura, Jubi – A symposium of Asian churches has called for an end to violence in Papua through a declaration [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
PSN penghancur hutan hujan tropis

Aliansi: Hentikan PSN penghancur hutan hujan tropis di Tanah Papua

October 11, 2026
Indonesia mesti menjawab pelanggaran HAM

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

October 11, 2026
Pemilu PNG

KPU PNG membutuhkan banyak waktu selenggarakan Pemilu 2027

October 11, 2026
Pesta Olahraga Melanesia

Akankah segera ada pesta olahraga Melanesia?

October 11, 2026
PM Solomon hari kemerdekaan Fiji

PM Solomon ucapkan selamat kemerdekaan Fiji ke-56

October 11, 2026
KRI tiba di Fiji

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 tiba di Fiji

October 11, 2026
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

October 10, 2026
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

October 10, 2026
Hibah renovasi gedung parlemen Vanuatu

Pemerintah Indonesia berikan hibah untuk renovasi gedung parlemen Vanuatu

October 10, 2026
MRP verifikasi dokumen IPDN

MRP Papua Tengah verifikasi faktual dokumen, memastikan hak OAP masuk IPDN

October 10, 2026
Bakal calon ketua PSSI

Empat orang mendaftar sebagai bakal calon Ketua Pengprov PSSI Papua Barat

October 9, 2026
Samudra Pasifik

Samudra Pasifik bukanlah penyebab krisis iklim

October 10, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Pemeriksaan kesehatan

Dinkes Jayapura hadirkan dokter spesialis saat pemeriksaan kesehatan gratis

March 17, 2026
PSN penghancur hutan hujan tropis

Aliansi: Hentikan PSN penghancur hutan hujan tropis di Tanah Papua

0
Indonesia mesti menjawab pelanggaran HAM

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

0
Pemilu PNG

KPU PNG membutuhkan banyak waktu selenggarakan Pemilu 2027

0
Pesta Olahraga Melanesia

Akankah segera ada pesta olahraga Melanesia?

0
PM Solomon hari kemerdekaan Fiji

PM Solomon ucapkan selamat kemerdekaan Fiji ke-56

0
KRI tiba di Fiji

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 tiba di Fiji

0
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara