Manokwari, Jubi – Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB di SMA Negeri 1 Manokwari diprotes oleh sejumlah orang tua calon siswa. Sudah dua hari sejak Kamis (4/7/2024) sampai Jumat (5/7/2024), puluhan orang tua calon siswa bahkan diikuti anak-anak mereka, mendatangi Kantor Dinas Pendidikan di Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Sejak pagi mereka berkumpul di depan Kantor Dinas Pendidikan, menuntut agar sistem PPDB di SMA Negeri (SMAN) 1 Manokwari diaudit. Mereka menduga ada indikasi PPDB di sekolah ini memakai orang dalam atau privilese, agar hanya segelintir siswa yang diterima.
Hal yang menjadi dasar kecurigaan mereka yakni dari data hasil pendaftaran di SMAN 1 Manokwari yang dicetak tidak tercantum nama sekolah asal calon siswa, serta standar nilai yang ditentukan. Sementara pihak sekolah menyampaikan kepada mereka bahwa standar nilai yang diterima 91,00. Selain itu, ada keluhan bahwa pendaftaran daring cepat sekali ditutup.
“Anak saya punya nilai dari SMP 84,00, kami juga masuk dalam zonasi, tetapi tidak diterima oleh sistem,” kata Ibra, salah satu orang tua calon siswa, saat ditemui di depan Kantor Dinas Pendidikan, Jumat (5/7/2024).
Salah satu orang tua calon siswa lainnya, Mery, mengatakan ada informasi bahwa satu guru bisa memasukkan sampai lima calon siswa di SMAN 1 Manokwari. Sebenarnya secara zonasi anaknya masuk, bahkan bisa lewat jalur prestasi dengan nilai yang bagus.
“Anak saya punya nilai sesuai kok, tetapi pihak sekolah beralasan bahwa standar nilai 91 [ke atas], mana ada siswa yang sudah diterima itu punya nilai sampai segitu? Kami minta agar sistem [PPDB] di sekolah [SMAN 1 Manokwari] harus diaudit,” ujarnya.
Selain itu, mereka juga kecewa dengan sikap pemerintah daerah (pemda) dan dinas terkait, yang cenderung tidak memberikan solusi. Padahal kejadian seperti ini sering terulang setiap tahun.
“Ini [Manokwari ibu kota] provinsi bukan ibu kota distrik, masak dari tahun ke tahun terus begini, seharusnya dibangun [dibuat lagi] SMA negeri [lain], supaya [siswa baru] tidak tertumpuk di SMA 1 dan SMA 2,” kata seorang ibu calon siswa yang tengah berorasi di samping Kepala Bidang (Kabid) SMA Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari Recky Risamasu.

Solusi Dinas Pendidikan
Kabid SMA Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari Recky Risamasu yang menerima aspirasi para orang tua calon siswa menyarankan, agar anak-anak yang belum diterima di SMAN 1 Manokwari bisa didaftarkan di sekolah swasta.
“Keinginan bapak-ibu boleh saja [masuk di SMAN 1] tapi nanti bermasalah di sistem, karena perkembangan sistem yang ada, maka kita hanya lihat, [lalu] batasi alokasi dan kuota yang ada di sekolah-sekolah,” katanya didampingi Kepala SMAN 1 Manokwari Lucinda Mandobar.
Menurutnya, kuota penerimaan di SMAN 1 Manokwari memang terbatas. Ia yang baru setahun ditunjuk sebagai Kabid SMA Dinas Pendidikan berjanji, untuk tahun ke depannya pemda akan membangun empat SMA lagi di Manokwari.
“Untuk mengimbangi hal itu, makanya saya [dinas] sudah siapkan sekolah-sekolah yang ada di sekitarnya itu. Sistem pendidikan sebenarnya sama saja di SMA negeri atau swasta, hanya memang ada pemahaman di luar sana bahwa SMAN 1 punya kualitas yang [lebih] baik, sebenarnya ini [harus] diluruskan,” ujarnya.
Namun solusi yang ditawarkannya itu, ditanggapi seorang ibu calon siswa yang meneriakkan bahwa mereka tidak ingin menyekolahkan anak-anak di sekolah swasta. “Kitorang punya anak-anak mau [sekolah] di SMA negeri, tidak mau di SMK dan SMA swasta,” teriak ibu itu.
Dinas Pendidikan dan pihak sekolah dinilai tidak memberikan solusi konkret, atas keinginan sejumlah calon siswa dan orang tua mereka. Para orang tua calon siswa meminta agar Bupati Manokwari Hermus Indou turun tangan, untuk mengatasi permasalahan tersebut sekaligus memberikan solusi nyata.
“Kami minta Bupati Manokwari turun tangan untuk memberikan solusi, karena masalah pendidikan juga bagian dari urusan bupati,” kata salah satu orang tua calon siswa, Mery.
Recky Risamasu mengatakan persoalan ini memang sudah disampaikan kepada bupati. Solusi yang direncanakan pemda dengan membangun sejumlah sekolah lagi.
“Kami sudah sampaikan kepada Bapak Bupati, tetapi beliau sampaikan tahun depan akan bangun sekolah baru,” katanya.
Dari data yang dihimpun, kuota penerimaan siswa baru di SMAN 1 Manokwari sebanyak 360 orang. Sementara pendaftar ada sekitar 900 orang.
Rencana pemda untuk membangun empat SMA baru itu, akan direalisasikan pada 2025 nanti. Lokasi pembangunan SMA baru tersebut di antaranya di Amban, Soribo, dan Warkapi.
Hingga sore, sejumlah orang tua calon siswa terpantau masih berada di depan Kantor Dinas Pendidikan Manokwari. (*)




















Discussion about this post