Merauke, Jubi – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mengajak masyarakat Flores, Sumba, Timor, dan Alor atau Flobamora – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada di Provinsi Papua Selatan untuk bersatu, menjalin kerukunan dengan kelompok masyarakat lainnya, dan bersama pemerintah daerah membangun provinsi tersebut.
Hal ini disampaikan Gubernur Apolo Safanpo ketika membuka Seminar dan Musyawarah Daerah (Musda) I Ikatan Keluarga Flobamora Provinsi Papua Selatan di Kabupaten Merauke pada Selasa (14/10/2025) sore.
Seminar dan musda tersebut mengusumg tema melalui musyawarah daerah I Ikatan Flobamora Provinsi Papua Selatan bersama kita merajut kebersamaan dalam keberagaman membangun Papua Selatan tercinta.
Apolo mengatakan bahwa warga Nusa Tenggara Timur tersebar di seluruh penjuru dunia, bukan hanya di seluruh Indonesia. Walaupun anggota ikatan keluarga Flobamora itu sangat banyak tetapi belum bersatu dalam satu ikatan kekerabatan yang kuat.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Sehingga, sambung Apolo, kadang-kadang warga Flobamora tercerai berai dalam agenda-agenda penting baik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional, dan belum menunjukkan kekuatan yang riil dalam perspektif persatuan dan kesatuan antar warga NTT di perantauan itu sendiri.
Oleh karena itu, kata dia, hasil Musda untuk pemilihan pengurus di tingkat provinsi menjadi tantangan bagi pengurus terpilih. Terutama pengurus terpilih nanti dapat melakukan langkah-langkah nyata untuk menjaga solidaritas, persatuan dan kesatuan di antara warga. Pengurus terpilih nantinya harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh anggota. Komunikasi yang efektif itu merupakan salah satu ikatan.
“Jadi, tantangan untuk pengurus kedepan itu harus ada wadah komunikasi yang baik, dan saluran komunikasi itu untuk tetap menjaga kebersamaan, solidaritas, persatuan dan kesatuan,” kata Apolo.
Pengurus terpilih nanti juga harus mampu mengadakan aktivitas-aktivitas bersama seperti jalan pagi bersama, senam bersama, arisan bersama atau aktivitas-aktivitas lain yang dilakukan untuk saling mengenal, saling membangun tali persaudaraan, silahturahmi, dan solidaritas.
Selain itu, lanjut dia, harus membuat sesama pengurus itu saling menjaga, menghormati dan menghargai perbedaan. Lantaran kadang perbedaan-perbedaan kecil itu yang membuat anggota tercerai berai.
“Ikatan-ikatan provinsi itu membuat itu misalnya IKKSS, dan Kerukunan Keluarga Kawanua. Biasanya, ikatan-ikatan dari kabupaten biasanya kuat daripada yang skala provinsi,” kata dia.
Harus mampu melakukan kegiatan-kegiatan yang mampu menjaga harmonitas di antara perbedaan-perbedaan yang ada. Entah perbedaan kampung, kecamatan, kabupaten, agama, suku dan lainnya.
Selanjutnya, pengurus juga harus sering mengadakan pertemuan-pertemuan membahas, mendiskusikan masalah-masalah, baik di tempat asal maupun tempat di mana ia tinggal.
Hal itu untuk memberikan kontribusi, sumbangan pemikiran, ide-ide, gagasan-gagasan sebagai bagian dari warga kepada pemerintah. “Tapi juga sebagai alternatif solusi bagi pemerintah dan masyarakat terhadap masalah yang kita hadapi bersama,” ujarnya.
Apolo Safanpo juga berharap agar masyarakat Flobamora turut memberikan kontribusi dalam pembangunan bersama pemerintah daerah. Termasuk memberikan masukan-masukan konstruktif untuk mengatasi atau memecahkan persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan yang terjadi di wilayah tersebut.
“Harus juga mampu memelihara kebudayaannya. Pengurus coba memilih salah satu budaya bersama yang ikonik dan dikembangkan. Provinsi NTT sangat terkenal dengan keindahan alam, taman nasional, budaya dan keramahan penduduk. Ini bisa dikembangkan di sini,” tutupnya. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post