• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Animha

Otoritas Australia tangkap empat kapal nelayan Merauke

BPPD: Satu kapal ditenggelamkan, dua ditahan, dan satu dipulangkan

June 24, 2024
in Animha, Kabupaten Merauke, Polhukam, Tanah Papua
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Emanuel Riberu - Editor: Kristianto Galuwo
Australia

Kapal nelayan yang berlabuh di salah satu pelabuhan di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. - Jubi/Emanuel Riberu 

0
SHARES
2.1k
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Merauke, Jubi – Otoritas negara bagian utara Australia, Darwin, menangkap empat kapal nelayan dari Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Selain itu, belasan anak buah kapal (ABK) ditahan dengan tuduhan masuk secara ilegal di teritorial perairan Australia.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Merauke Rekianus Samkakai mengatakan, bahwa informasi mengenai penangkapan empat kapal nelayan oleh otoritas Australia itu berasal dari organisasi nelayan Provinsi Papua Selatan. Selanjutnya, informasi itu dikonfirmasi ke perwakilan Indonesia baik yang berada di Darwin, Australia, maupun di Port Moresby serta Vanimo, Papua Nugini. Informasi mengenai penangkapan dan penahanan tersebut dibenarkan oleh perwakilan Indonesia di sana.

“Kami menerima informasi [penangkapan empat kapal nelayan] dari Ketua Perhimpunan Nelayan Provinsi Papua Selatan Taufik Latarisa. Selain itu juga dari perwakilan Indonesia di Darwin serta Moresby dan Vanimo, Papua Nugini,” kata Rekianus Samkakai dalam rapat bersama kepala Dinas Perikanan Merauke, Perhimpunan Nelayan Provinsi Papua Selatan, dan keluarga para nelayan di kantor bupati setempat, pada Senin (24/6/2024) siang tadi.

Rekianus Samkakai mengatakan bahwa dari informasi yang diperoleh, empat kapal nelayan yang ditangkap itu di antaranya KMN Kembar Jaya telah ditenggelamkan, KMN Nurlela dan KMN Ikhsan Jaya ditahan, dan KMN Lati Mojong dipulangkan ke Indonesia. Satu kapal yang dilepas itu kini sudah berada di batas wilayah perairan Indonesia dan Papua Nugini yakni di Kali Torasi, Merauke.

“Ada juga 15 ABK yang ditahan. Informasi penahanan belasan ABK dan dua kapal itu sejak beberapa hari lalu oleh Otoritas Australia. ABK dari KMN Kembar Jaya yang ditenggelamkan itu, dipulangkan bersama KMN Lati Mojong. Hanya belum diketahui secara pasti berapa jumlah ABK itu,” ujarnya.

Dia menjelaskan penangkapan serta penahanan kapal dan belasan nelayan Merauke, karena mereka kedapatan memasuki wilayah perairan Australia secara ilegal. Setelah kejadian itu, pemerintah daerah setempat berupaya membangun komunikasi intens dengan Kedutaan Besar Indonesia di Darwin, untuk memastikan kondisi belasan ABK yang ditahan.

“Sesuai arahan bupati, Bapak Romanus Mbaraka, kami diminta untuk terus berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Darwin untuk memastikan kondisi para ABK di sana. Kami juga baru terima laporan dari perwakilan Indonesia di Darwin, 15 nelayan Merauke telah ditahan sekaligus diperiksa identitas mereka oleh otoritas di sana,” katanya.

BERITATERKAIT

Alumni Australia di Indonesia merayakan kebersamaan

Australia dan Indonesia membangun kemitraan baru di sektor pangan

PNG siapkan lokasi latihan militer dengan tim Black Hawks Australia

Indonesia jadi tujuan utama mahasiswa Australia program New Colombo Plan 2026

Ketua Perhimpunan Nelayan Papua Selatan Taufik Latarisa meminta kepada keluarga para nelayan yang ditangkap Otoritas Australia untuk bersabar, dan terus berdoa supaya 15 nelayan yang ditahan di Australia dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Diharapkan pula, keluarga tidak mempercayai atau terpengaruh oleh siapa saja yang mungkin menghubungi dan menyampaikan akan membantu kepulangan para ABK dari Australia.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Untuk memulangkan para ABK dari negara Australia, tidak semudah dibayangkan. Apabila ada yang menelpon menyatakan siap membantu, keluarga tidak boleh terpengaruh. Kalau mendapat telepon, segera melaporkannya kepada pemerintah dalam hal ini Badan Perbatasan, kepolisian dan pihak-pihak terkait,” katanya.

Ia menambahkan bahwa organisasi nelayan Papua Selatan serta pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada pemerintah, untuk ditangani secara berjenjang. Pihaknya berharap, pemerintah dapat membantu menyelesaikannya, sehingga keluarga tidak merasa khawatir.

IMG 20240624 WA00671 1
Foto sejumlah nelayan yang ditangkap dan ditahan oleh Otoritas Australia. – Jubi/foto dari Dinas Perikanan Provinsi Papua Selatan

Illegal Fishing atau People Smuggling?

Apakah penangkapan dan penahanan belasan anak buah kapal nelayan dari Kabupaten Merauke, Papua Selatan, oleh Otoritas Australia beberapa waktu lalu berkaitan dengan praktik illegal fishing (penangkapan ikan secara ilegal)?. Hingga kini belum ada laporan atau pernyataan resmi dari pemerintah terkait hal tersebut.

Pemerintah daerah setempat menyatakan bahwa empat kapal ditangkap dan belasan nelayan Merauke, karena kedapatan memasuki wilayah perairan Australia secara ilegal. Soal apa yang dilakukan oleh kapal nelayan dan kru di teritorial perairan Australia, belum ada laporan secara spesifik mengenai hal tersebut.

Informasi yang diperoleh Jubi di Merauke, para imigran gelap dan pengungsi menggunakan modus baru untuk masuk ke wilayah Australia dengan memanfaatkan kapal nelayan. Dengan demikian, nelayan yang membawa para imigran tersebut bisa dipastikan terlibat kejahatan people smuggling (penyelundupan manusia).

People smuggling merupakan salah satu bentuk dari kejahatan lintas negara, yang menempatkan imigran gelap dan pengungsi asal Asia Selatan dan Timur Tengah sebagai komoditi, untuk mendapatkan keuntungan materil. Posisi Indonesia bagian timur menjadi wilayah transit utama oleh para imigran dan pengungsi menuju Australia.

Dilansir dari Media Indonesia, 13 Mei 2024, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyampaikan adanya modus baru penyelundupan manusia dari Indonesia ke Australia. Plt. Direktur Jenderal PSDKP KKP, Pung Nugroho Saksono menjelaskan bahwa modus yang digunakan oleh penyelundup manusia adalah dengan menggunakan kapal ikan, dan mengklaim sedang menangkap ikan di perairan antara Indonesia dan Australia di Laut Timor.

Meskipun modus ini telah berlangsung cukup lama, namun baru terungkap saat ini setelah beberapa nelayan yang terlibat ditangkap oleh otoritas Australia dan kemudian dideportasi. “Awalnya terlihat biasa karena mereka mengklaim mencari teripang. Namun, kecurigaan kami mulai muncul, dan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap nelayan yang dideportasi tersebut selama dua hari, mereka mengakui melakukan people smuggling, yang melibatkan orang dari India,” ungkapnya dalam keterangan pers penangkapan kapal penyelundup manusia dari Indonesia ke Australia di Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (13/5/2024).

Seperti dilaporkan Media Indonesia, PSDKP Kupang berhasil menangkap sebuah kapal nelayan tanpa nama di Perairan Teluk Kupang pada Rabu dini hari. Kapal itu membawa 12 orang, termasuk 6 warga asing asal Tiongkok dan 6 warga Indonesia dari Kabupaten Muna Barat dan Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Mereka yang ditangkap terlibat kejahatan penyelundupan manusia.

Dari peristiwa yang dilaporkan di atas, bukan tidak mungkin kejahatan penyelundupan manusia dapat juga terjadi di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Sebab wilayah perairan ini berbatasan langsung dengan perairan Australia dan Papua Nugini. (*)

Tags: AustraliaKapal nelayanMerauke
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Alumni Australia-Indonesia

Alumni Australia di Indonesia merayakan kebersamaan

September 20, 2026
Australia-Indonesia

Australia dan Indonesia membangun kemitraan baru di sektor pangan

September 17, 2026

PNG siapkan lokasi latihan militer dengan tim Black Hawks Australia

September 12, 2026

Indonesia jadi tujuan utama mahasiswa Australia program New Colombo Plan 2026

September 11, 2026

Warga yang diduga dianiaya polisi di Merauke meninggal dunia

September 8, 2026

Polisi selidiki penyebab karhutla di Merauke

September 7, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Jayapura lawmakers highlight poor education and health infrastructure in Yoboi Village
25 September 2026
Jayapura lawmakers highlight poor education and health infrastructure in Yoboi Village

Sentani, Jubi – The Jayapura Regency Legislative Council’s (DPRK) Commission C has raised concerns over poor infrastructure and inadequate education [...]

Wildfires and drought hit Fakfak Regency
25 September 2026
Wildfires and drought hit Fakfak Regency

Manokwari, Jubi – Forest and land fires and drought are affecting Fakfak Regency in West Papua, disrupting school activities in [...]

Ant-Plant Harvesting in Wasur Forest Supports Local Livelihoods
24 September 2026
Ant-Plant Harvesting in Wasur Forest Supports Local Livelihoods

Merauke, Jubi – Carrying a bamboo pole fitted with a simple hook, Hilarius Gebze walks through the forest around Biras, [...]

Kadepa calls for political action to address Papua’s problems
23 September 2026
Kadepa calls for political action to address Papua’s problems

Jayapura, Jubi – Papua needs practical action rather than political disputes and heated debate, according to Papuan political figure Laurenzus [...]

Malind Indigenous group calls for police to drop case against land defender
23 September 2026
Malind Indigenous group calls for police to drop case against land defender

Jayapura, Jubi – Solidaritas Merauke has urged police to stop what it describes as the criminalisation of Ariston Moiwend Buako, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Regi Aditya

Laga melawan Persis Solo menjadi ajang pembuktian Regi Aditya

September 25, 2026
Jurnalis Papua

Selamat jalan dua jurnalis Papua, Joost Mirino dan Hendrikus Ondi

September 25, 2026
Kabupaten Puncak

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunker ke Kabupaten Puncak

September 25, 2026
PNG

PM PNG serukan tindakan global segera atasi perubahan iklim

September 25, 2026
Konflik

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

September 25, 2026
Pasifik

Benarkah El Nino Penyebab Langsung Gelombang Laut yang Ganas di Pasifik?

September 25, 2026
MRP Papua Selatan bentuk Pansus

Komnas HAM didesak segera investigasi kasus Leonardo Konorop

September 25, 2026
PNG

PM PNG serukan tindakan global segera atasi perubahan iklim

September 25, 2026
Pelatih Persipura

Regi Aditya ambil alih kursi pelatih Persipura

September 24, 2026
KontraS

Koalisi desak presiden perintahkan tangkap pelaku teror terhadap aktivis KontraS

April 10, 2026
Pemeriksaan kesehatan

Dinkes Jayapura hadirkan dokter spesialis saat pemeriksaan kesehatan gratis

March 17, 2026
website

YPMD luncurkan website dokumentasikan Kabar dari Kampung

March 17, 2026
Bom

Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

March 17, 2026
Mahasiswa tolak DOB

Mahasiswa Yalimo se-Indonesia tolak pembentukan DOB Benawa

March 13, 2026
Regi Aditya

Laga melawan Persis Solo menjadi ajang pembuktian Regi Aditya

0
Jurnalis Papua

Selamat jalan dua jurnalis Papua, Joost Mirino dan Hendrikus Ondi

0
Kabupaten Puncak

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunker ke Kabupaten Puncak

0
PNG

PM PNG serukan tindakan global segera atasi perubahan iklim

0
Konflik

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

0
Pasifik

Benarkah El Nino Penyebab Langsung Gelombang Laut yang Ganas di Pasifik?

0
MRP Papua Selatan bentuk Pansus

Komnas HAM didesak segera investigasi kasus Leonardo Konorop

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara