Jayapura, Jubi – Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah, John NR Gobai menduga ada upaya cipta kondisi dan mempertahankan siklus kekerasan di Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah.
Pernyataan itu disampaikan John Gobai berkaitan dengan penambahan pasukan non-organik TNI maupun Marinir ke Kabupaten Paniai dalam beberapa waktu terakhir.
Gobai mengatakan, kebijakan itu telah memperkeruh situasi yang di Kabupaten Paniai dan telah berdampak terhadap situasi yang tidak aman bagi masyarakat.
“Situasi Panai hari ini, dapat saya sebut sebagai sebuah upaya cipta kondisi baru di lapangan, setelah selesai di Kabupaten Puncak Jaya, Puncak dan Intan Jaya,” kata John Gobai melalui aplikasi pesan singkatnya kepada Jubi, Selasa malam (3/10/2026).
Menurutnya, Kabupaten Paniai adalah sebuah daerah yang relatif aman, walaupun terdapat berbagai kelompok-kelompok yang oleh tentara Indonesia disebut kelompok kiri atau gerakan aspirasi merdeka.
Katanya, situasi kurang kondusif mulai tercipta sejak 2011, ketika pasukan dari Brimob Kelapa Dua dengan sandi operasi Tumpas Matoa datang ke Kabupaten Paniai untuk membongkar markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Eduda.
“Sejak beberapa bulan lalu, kami telah menyampaikan berbagai permintaan kepada pemerintah pusat untuk menarik pasukan non organik dari Paniai, karena [keberadaan mereka di sana] akan berdampak buruk bagi masyarakat jika terjadi kontak senjata, pengejaran atau operasi sejenis lainnya,” ujarnya.
BERITATERKAIT
Gobai mengatakan, apabila polo-bola kekerasan terus dilakukan, hanya akan mempertahankan siklus kekerasan di Tanah Papua, khususnya Kabupaten Paniai.
“Siapa yang bertanggung jawab memberi makan masyarakat yang akan mengungsi ketika terjadi kontak senjata atau pun operasi [yang menyebabkan] saling kejar. Sepanjang sejarah, tidak pernah saudara-saudara aparat maupun OPM memberikan makan kepada mereka yang mengungsi,” ucapnya.
Mempertahankan NKRI dengan senjata dan peluru kata Gobai, merupakan sebuah pola yang terlalu klasik. Pola lama yang sudah harus dievaluasi oleh pemerintah pusat.
Menurutnya, cara menjaga NKRI di Tanah Papua adalah dengan melakukan pembangunan secara benar, memberi kesempatan kepada orang Papua untuk terlibat dalam pemerintahan, mendukung mereka dalam melakukan aktivitas ekonomi dengan baik dan melakukan pemberdayaan ekonomi rakyat secara benar.
Karenanya, demi ketenangan warga Paniai, John Gobai meminta aparat di sana segera menarik diri dari kampung-kampung dan kembali ke pos masing-masing di Enarotali.
“Karena kehadiran saudara-saudara di Tuguwai dan sekitarnya, akan membuat masyarakat tidak nyaman dan aman tinggal di kampung halamannya,” kata John Gobai. (*)



































