Jayapura, Jubi – Air New Zealand mengumumkan pada Kamis (30/5/2025) bahwa pihaknya akan kembali melayani penerbangan Auckland–Nouméa mulai 1 November 2025. Keputusan ini diambil hampir satu setengah tahun setelah kerusuhan sipil mematikan melanda wilayah Pasifik Prancis tersebut.
“Air New Zealand akan kembali mengoperasikan rute Auckland–Nouméa mulai 1 November 2025. Pada tahap awal, penerbangan akan dilakukan seminggu sekali, setiap hari Sabtu,” demikian pernyataan resmi maskapai yang dirilis pada 22 Mei.
“Pembukaan kembali layanan ini mencerminkan komitmen kami untuk menghubungkan kembali Selandia Baru dan Kaledonia Baru, serta memastikan perjalanan yang aman dan dapat diandalkan bagi para pelanggan kami. Kami akan terus memantau rute ini dengan saksama,” lanjut pernyataan yang dikutip jubi.id dari laman RNZ Pasifik, Jumat (30/5/2025).
Manajer Umum Air New Zealand Jarak Pendek, Lucy Hall, menambahkan bahwa para penumpang diimbau untuk memeriksa nasihat perjalanan terbaru dan saluran resmi Air New Zealand guna memperoleh informasi terkini mengenai jadwal penerbangan.
Dalam nasihat terbarunya, pemerintah Selandia Baru masih merekomendasikan “Tingkatkan kewaspadaan” (Level 2 dari 4) untuk Kaledonia Baru. Peringatan ini disampaikan “karena risiko kerusuhan sipil yang sedang berlangsung.”
Untuk wilayah tertentu seperti Kepulauan Loyalty, Pulau Pines (Iles de Pins), dan pedalaman jalur pantai antara Mont Dore dan Koné, pemerintah bahkan menyarankan untuk “menghindari perjalanan yang tidak penting (Level 3 dari 4).”
Peringatan tersebut juga mengingatkan bahwa kerusuhan sipil pada tahun 2024 di Kaledonia Baru telah menimbulkan ketegangan politik yang masih berpotensi meningkat.
“Hindari semua demonstrasi, protes, dan rapat umum karena berpotensi berubah menjadi kekerasan tanpa peringatan,” tegas nasihat perjalanan tersebut.
Air New Zealand sebelumnya menghentikan penerbangan antara Auckland dan Nouméa pada 15 Juni 2024, ketika kerusuhan sipil mencapai puncaknya. Sejak itu, maskapai ini tidak beroperasi di wilayah Pasifik Prancis tersebut.
Manajer Umum Internasional Air New Zealand, Jeremy O’Brien, mengatakan saat itu bahwa “keselamatan adalah prioritas” dan penerbangan dihentikan karena “kantong kerusuhan” yang masih ada di Kaledonia Baru.
Sementara itu, maskapai penerbangan Kaledonia Baru, Air Calédonie International (Aircalin), tetap mengoperasikan dua penerbangan mingguan ke Auckland dari Bandara Internasional Nouméa-La Tontouta.
Kerusuhan yang meletus pada 13 Mei 2024 telah menewaskan 14 orang dan menyebabkan kerugian lebih dari €2,2 miliar, melumpuhkan perekonomian Kaledonia Baru, serta memaksa ribuan bisnis dan pekerja menghentikan aktivitasnya.
Sektor pariwisata pun terpukul. Khusus untuk Selandia Baru, data menunjukkan kunjungan wisatawan ke Kaledonia Baru anjlok 90% pada periode kuartal pertama 2024–2025, dari 1.731 menjadi hanya 186 pengunjung.
Para pemangku kepentingan pariwisata di Kaledonia Baru menyambut baik keputusan Air New Zealand untuk melanjutkan layanan ini. Mereka berharap penerbangan ini akan memulihkan kampanye promosi pariwisata yang tertarget di pasar Selandia Baru. (*)





















Discussion about this post