Jayapura, Jubi – Ketua Dewan Pengurus Daerah Pemuda Batak Bersatu atau PBB Provinsi Papua, Tulus Sianipar meminta semua pihak, khususnya masyarakat Batak, untuk menahan diri dalam menyikapi insiden amuk massa dan penembakan warga sipil di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Masyarakat diimbau memberikan kepercayaan kepada aparat keamanan untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di Wamena itu.
Permintaan tersebut disampaikan Tulus Sianipar menyikapi peristiwa amuk massa yang terjadi di Wamena pada Kamis (23/2/2023). Insiden itu mengakibatkan 12 orang meninggal dunia. Selain itu, ada 26 warga dan 17 personel TNI/Polri yang terluka dalam insiden itu.
“Mari menyikapi kejadian Wamena secara tenang dan mempercayakan kepada aparat kemanan untuk menyelesaikan masalah. Kita harus bisa menerima secara iklas,” kata Sianipar melalui keterangan pers tertulis yang diterima Jubi di Kota Jayapura, Sabtu (25/2/2023).
Amuk massa di Wamena, bermula dari beredarnya kabar tentang penculikan anak di Sinakma, Kamis siang. Massa yang marah kepada terduga pelaku akhirnya terlibat bentrokan dengan polisi, hingga polisi melepaskan sejumlah tembakan.
Sianipar berharap kasus Wamena mendapat perhatian yang serius bagi semua pemangku kepentingan, dan diselesaikan sampai tuntas. Sianipar yang juga politisi PDI Perjuangan sangat menyayangkan amuk massa itu. Ia meminta masyarakat bisa menahan diri dalam setiap situasi, terutama saat menerima informasi yang belum tentu kebenarannya.
“Kami minta masyarakat jangan mudah termakan isu-isu yang belum jelas,” ujarnya.
Sianipar meminta aparat keamanan segera mengambil langkah penegakan hukum kepada para pelaku. “Kami berharap aparat kemanan harus bisa menindak para pelaku kerusuhan sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya. (*)



















