• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

PRP akan lanjutkan penolakan Otonomi Khusus Papua

February 9, 2022
in Tanah Papua
Reading Time: 5 mins read
0
Penulis: - Editor:

Warning: Trying to access array offset on false in /home/jubi/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageNormalLoad.php on line 70

Warning: Trying to access array offset on false in /home/jubi/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageNormalLoad.php on line 73
0
SHARES
16
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jubi TV – 113 organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Petisi Rakyat Papua (PRP) kembali menegaskan penolakan mereka terhadap Otonomi Khusus Papua yang telah diamandemen pada bulan Juli lalu. PRP menegaskan bahwa Otonomi Khusus (Otsus) Papua telah diberlakukan dengan pemaksaan oleh Jakarta pada November 2021 tanpa mendengar dan mempertimbangkan suara dan tuntutan rakyat Papua.

“Suara-suara rakyat Papua di dalam PRP dilakukan di seluruh Papua, Indonesia, bahkan sampai di internasional. Gelombang rakyat melakukan aksi demonstrasi terus meningkat dari 2019 hingga 2021,” kata Jefri Wenda, juru bicara nasional PRP saat konferensi Pers di Jayapura, Rabu (5/1/2022).

Penolakan ini berujung pada penangkapan dan pemenjaraan aktivis di seluruh kota-kota di Papua.

Menurut Jefri, suara rakyat Papua melalui tabulasi petisi Tolak Otsus di seluruh tanah Papua yang dikerjakan PRP sudah mencapai 718.179 yang memilih tolak Otsus.. Gelombang protes juga berujung pada penangkapan Victor Yeimo, Juri Bicara Internasional PRP.

“Kami melihat dan memahami bahwa kepentingan negara paksakan Otsus untuk berlanjut tidak terlepas dari kepentingan memaksakan Omnibus Law menjadi undang-undang dan beberapa undang-undang yang direvsi oleh negara. Kepentingan ini tak lain adalah untuk kepentingan kapitalisme, kolonialisme, dan militerisme di Papua,” lanjut Jefri.

Pada 15 Juli 2021, DPR RI mengesahkan Undang-Undang Otonomi Khusus Papua yang baru. Ini memperpanjang alokasi dana otonomi untuk Papua sampai tahun 2041 dan meningkatkan jumlah dana, seperti yang direncanakan, dari 2 persen menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum. Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) dalam laporan terbarunya menyebutkan Undang-undang yang diamandemen ini juga merevisi delapan belas klausul dalam undang-undang Otsus 2001 dan menambahkan dua ketentuan baru. Secara kolektif, amandemen ini menghadirkan tiga perubahan mendasar pada otonomi Papua: melemahkan kekuasaan provinsi, kontrol fiskal yang lebih besar dari Jakarta dan konfigurasi ulang perwakilan politik untuk Orang Asli Papua.

BERITATERKAIT

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

Bupati Merauke minta dana Otsus 2027 fokus tiga program prioritas

Pagu dana Otsus Kabupaten Merauke diperkirakan capai Rp280 miliar

Pemprov Papua rumuskan aturan penggunaan replika Cenderawasih

Undang-undang baru ini secara drastis melemahkan otoritas pemerintah provinsi di Papua dan Papua Barat. Tidak seperti undang-undang otonomi daerah Indonesia yang menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah daerah (kabupaten/kota), Undang-Undang Otsus 2001 telah memberdayakan provinsi Papua, yang diperluas pada tahun 2008 ke Papua Barat, untuk menerapkan ketentuan Otonomi Khusus. Gubernur dan legislator provinsi memiliki wewenang untuk mengalokasikan dana Otsus, menandatangani kebijakan utama pemerintah pusat yang berkaitan dengan Papua, termasuk proyek infrastruktur, dan menyetujui pembentukan provinsi dan kabupaten baru.

Undang-undang baru ini juga memberikan kewenangan kepada pemerintah pusat untuk menyalurkan dana Otsus secara langsung ke kabupaten/kota, tanpa melalui provinsi. Pemerintah provinsi yang sebelumnya berwenang melakukan alokasi ini, kini hanya bisa memberikan rekomendasi kepada pemerintah pusat. Ketentuan baru dalam undang-undang tersebut juga mengatur daftar indikator yang harus digunakan sebagai dasar penyaluran dana Otsus antar pemerintah daerah. Ini termasuk populasi keseluruhan, populasi penduduk asli Papua, dan tingkat pembangunan dan harga konstruksi.

IPAC menyinggung proses amandemen UU Otsus yang dilakukan sepihak ini berpotensi menimbulkan konflik baru.

“Menyimak berbagai protes atas amandemen ini tampak adanya resiko menciptakan “titik api” baru untuk mobilisasi kekerasan,” kata Sana Jaffrey, direktur IPAC.

Jaffrey menambahkan Presiden Jokowi membanggakan dirinya mengunjungi Papua lebih dari para pendahulunya. Jokowi berjanji bahwa dia ada di sana untuk mendengarkan, dan orang-orang Papua menghadiahinya dengan kepercayaan mereka dengan memilih dia dengan telak, tidak hanya sekali tapi dua kali.

“Jokowi perlu menggunakan modal politik ini untuk membangun konsensus tentang penerapan undang-undang baru jika ingin berhasil,” lanjut Jaffrey.

Namun PRP memandang Otsus merupakan produk yang dihasilkan dari perselingkuhan antara elite Papua dan elite Jakarta. Kebijakan yang diambil para elite Papua dan Jakarta tersebut sama sekali tidak mengakomodasi pandangan Orang Asli Papua. Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang mengesahkan RUU Otsus Papua menjadi UU sama sekali tidak membuat bangga orang Papua. Sebab, dalam perjalanannya Otsus telah terbukti tidak memberikan jaminan kesejahteraan bagi Orang Asli Papua.

PRP melihat pengiriman pasukan TNI, Polri, dan BIN terus berlangsung hingga hari ini, Eksploitasi sumber-sumber daya alam seperti Blok Wabu, pertanian di Keerom, Yahukimo, perkebunan sawit di Merauke, Nabire, Sorong, dan lain-lain semakin besar dan meningkat. Kenyataan ini jelas bertolak belakang dengan jaminan kesejahteraan bagi Orang Asli Papua.

“UU Omnibus Law, UU Otsus, dan semua undang-undang yang dipaksakan diberlakukan adalah untuk kepentingan investasi, pengusaha-pengusaha besar internasional dan nasional dan dibekingi oleh kekuatan TNI, Polri, dan BIN dengan jumlah yang sangat besar,” kata Jefri.

PRP, lanjut Jefri, melihat dan memahami situasi ini akan tetap pada sikap menolak Otonomi Khusus Papua. Sebab PRP adalah manifestasi sikap politik rakyat West Papua yang menolak keberadaan dan keberlanjutan Otsus di West Papua.

“PRP akan mengawal sikap rakyat West Papua untuk memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri secara damai dan demokratis. PRP juga menolak Otsus dan bersepakat untuk melanjutkan penggalangan Petisi Rakyat Papua (PRP) untuk tahapan ketiga,” ujar Jefri.

Selain itu, PRP menolak segala bentuk kompromi dan representasi politik diluar dari sikap rakyat West Papua. PRP tetap berkomitmen untuk mendorong persatuan demokratik dalam perjuangan pembebasan nasional West Papua.

“PRP juga mendesak pembebasan Victor Yeimo Juru Bicara Internasional dan seluruh tahanan politik West Papua tanpa syarat!” kata Jefri.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh JUBI News (@jubicoid)

Hingga saat ini, Victor Yeimo yang berstatus tahanan polisi masih menjalani perawatan di RSUD Dok II Jayapura. Ia harus menjalani perawatan secara intensif selama enam bulan karena sakit yang dideritanya. Ia ditangkap karena menyerukan referendum kemerdekaan Papua yang ia ungkapkan pada 2019 dalam protes anti-rasisme di Papua dan Papua Barat.

“Victor harus menghabiskan 8 butir obat dan dua kali suntikan obat setiap hari selama 6 bulan,” kata Emanuel Gobay, kuasa hukum Victor Yeimo. (*)
News Desk

 

Tags: IPACOtsusPapuaPRP
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Indonesia mesti menjawab pelanggaran HAM

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

October 11, 2026
Dana Otsus Merauke

Bupati Merauke minta dana Otsus 2027 fokus tiga program prioritas

October 8, 2026

Pagu dana Otsus Kabupaten Merauke diperkirakan capai Rp280 miliar

October 8, 2026

Pemprov Papua rumuskan aturan penggunaan replika Cenderawasih

October 8, 2026

Gereja Asia desak kekerasan di Papua dihentikan lewat deklarasi Chiang Mai

October 8, 2026

Oposisi Kepulauan Solomon: Kekhawatiran Papua Barat harus dibalas dengan disiplin diplomatik

October 2, 2026
Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papuan Indigenous Communities Achieve Self-Reliance Through Customary Forest Management
10 October 2026
Papuan Indigenous Communities Achieve Self-Reliance Through Customary  Forest Management

Teminabuan, Jubi – Indigenous Papuans have their own ways of managing customary forests to ensure they remain protected. They harvest [...]

Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault
9 October 2026
Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault

Jayapura, Jubi – Wialo Silak, chair of Cenderawasih University’s Student Consultative Assembly (MPM Uncen) for the 2026–2027 term, has reported [...]

Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities
9 October 2026
Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities

Merauke, Jubi – Merauke Regent Yoseph Bladib Gebze has called for Papua’s 2027 Special Autonomy (Otsus) funds to focus on [...]

Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke
8 October 2026
Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke

Merauke, Jubi – Authorities in Indonesia’s South Papua province have intercepted an attempt to smuggle 115 wild parrot eggs from [...]

Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration
8 October 2026
Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration

Jayapura, Jubi – A symposium of Asian churches has called for an end to violence in Papua through a declaration [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
PSN penghancur hutan hujan tropis

Aliansi: Hentikan PSN penghancur hutan hujan tropis di Tanah Papua

October 11, 2026
Indonesia mesti menjawab pelanggaran HAM

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

October 11, 2026
Pemilu PNG

KPU PNG membutuhkan banyak waktu selenggarakan Pemilu 2027

October 11, 2026
Pesta Olahraga Melanesia

Akankah segera ada pesta olahraga Melanesia?

October 11, 2026
PM Solomon hari kemerdekaan Fiji

PM Solomon ucapkan selamat kemerdekaan Fiji ke-56

October 11, 2026
KRI tiba di Fiji

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 tiba di Fiji

October 11, 2026
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

October 10, 2026
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

October 10, 2026
Hibah renovasi gedung parlemen Vanuatu

Pemerintah Indonesia berikan hibah untuk renovasi gedung parlemen Vanuatu

October 10, 2026
MRP verifikasi dokumen IPDN

MRP Papua Tengah verifikasi faktual dokumen, memastikan hak OAP masuk IPDN

October 10, 2026
Bakal calon ketua PSSI

Empat orang mendaftar sebagai bakal calon Ketua Pengprov PSSI Papua Barat

October 9, 2026
Samudra Pasifik

Samudra Pasifik bukanlah penyebab krisis iklim

October 10, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Pemeriksaan kesehatan

Dinkes Jayapura hadirkan dokter spesialis saat pemeriksaan kesehatan gratis

March 17, 2026
PSN penghancur hutan hujan tropis

Aliansi: Hentikan PSN penghancur hutan hujan tropis di Tanah Papua

0
Indonesia mesti menjawab pelanggaran HAM

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

0
Pemilu PNG

KPU PNG membutuhkan banyak waktu selenggarakan Pemilu 2027

0
Pesta Olahraga Melanesia

Akankah segera ada pesta olahraga Melanesia?

0
PM Solomon hari kemerdekaan Fiji

PM Solomon ucapkan selamat kemerdekaan Fiji ke-56

0
KRI tiba di Fiji

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 tiba di Fiji

0
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara