• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Petisi Rakyat Papua: Dari masa ke masa, Indonesia buat kebijakan tanpa melibatkan orang Papua

May 10, 2022
in Tanah Papua
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: - Editor:
Mobilisasi Massa Petisi Rakyat Papua untuk Demo Tolak Pemekaran Papua

Juru Bicara Petisi Rakyat Papua, Jefri Wenda. - Jubi/Hengky Yeimo

0
SHARES
16
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Penanggung Jawab Umum sekaligus Juru Bicara Petisi Rakyat Papua atau PRP, Jefri Wenda menyataan pihaknya memobilisasi demonstrasi serentak untuk menolak Otonomi Khusus Papua dan pemekaran Papua pada Selasa (9/5/2022) besok karena dua kebijakan itu dibuat tanpa melibatkan orang Papua. Menurutnya, dari masa ke masa, Indonesia terus membuat kebijakan tentang Papua tanpa melibatkan orang Papua.

Petisi Rakyat Papua tengah memobilisasi massa untuk menghadiri demonstrasi menolak Otonomi Khusus Papua dan rencana pemekaran Papua yang akan berlangsung serentak di Papua dan luar Papua pada Selasa besok. Aksi itu direncanakan akan berlangsung di Papua, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi, dan Maluku.

Wenda menyatakan aksi yang digalang Petisi Rakyat Papua itu dilakukan untuk memprotes kebijakan sepihak Jakarta memperpanjang pemberlakuan Otonomi Khusus Papua dan pemekaran Papua. Ia menyatakan sejak tahun 1962 Indonesia terlibat membuat berbagai kebijakan tentang Papua tanpa melibatkan orang Papua.

“Sejak tahun 1962, pembahasan soal Perjanjian New York, penyerahan administrasi Papua dari Belanda kepada Indonesia pada tahun 1963, Kontrak Karya Freeport pada tahun 1967, hingga proses Penentuan Pendapat Rakyat 1969 dilakukan dalam keadaan teror, intimidasi, di bawah kekuatan militer,” kata Jefri Wenda saat dihubungi melalui panggilan telepon pada Senin (9/5/2022).

Wenda juga menyebut pemberlakuan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, yang menurutnya diberikan pemerintah karena ada permintaan orang Papua untuk merdeka dari Indonesia. Akan tetapi, pada 2021 lalu pemerintah dan DPR RI secara sepihak membuat Undang-undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua (UU Otsus Papua Baru), tanpa mendengar aspirasi orang Papua.

“Pada tahun 2001, Jakarta memaksakan Otsus untuk diberlakukan di Tanah Papua. Pada tahun 2021, Jakarta masih keras kepala membahas Otsus Papua Jilid 2, tanpa melibatkan rakyat Papua sebagai pemilik tanah adat. Itu praktik kolonialisme Indonesia kepada orang Papua,” kata Wenda.

Wenda mengatakan dari masa ke masa Jakarta selalu mengabaikan manusia Papua, dan terus memaksakan kehendaknya untuk mengambil kebijakan penting tentang nasib orang Papua. “Dari periodisasi sejarah tersebut, terlihat jelas bahwa Jakarta sangat ambisius menguasai sumber daya alam yang berlimpah di Tanah Papua ini, tanpa melihat nasib dan masa depan orang Papua,” katanya.

BERITATERKAIT

Bupati didesak bahas rencana pemekaran Pegubin dengan DPRK dan masyarakat

Sekda Papua Barat diingatkan fokus laksanakan tugas, bukan bicara DOB

Capaian empat DOB Tanah Papua jadi pertimbangan pencabutan moratorium pemekaran

Evaluasi DOB Papua Selatan: Kemendagri minta data disampaikan apa adanya

Wenda mengkritik UU Otsus Papua Baru yang kini tengah digugat Majelis Rakyat Papua di Mahkamah Konstitusi. Ia menilai UU Otsus Papua Baru itu dibuat secara sepihak untuk menghapuskan berbagai kewenangan Otonomi Khusus Papua yang dinilai menghambat pelaksanaan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atau Omnibus Law untuk mengeksploitasi sumber daya alam Papua.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“UU Otsus Papua Baru diloloskan melakui DPR RI agar Rancangan Undang-undang Daerah Otonom Baru untuk membentuk tiga provinsi di Papua bisa membuka akses investasi berdasarkan Omnibus Law,” ujar Wenda.

Penetapan tiga Rancangan Undang-undang atau RUU tentang Pemekaran Papua sebagai RUU Inisiatif DPR RI oleh sidang paripurna DPR RI pada 12 April 2022 juga mengabaikan aspirasi rakyat Papua yang selama dua bulan sebelumnya berunjuk rasa menolak rencana pemekaran Papua.  “Pemekaran tiga provinsi diputuskan … untuk menghancurkan nasionalisme orang Papua, dan bagian dari politik adu-domba yang berdampak kepada [mengerasnya] politik identitas dan konflik horizontal sesama orang Papua,” katanya.

Koordinator Petisi Rakyat Papua se-Lapago, Eli Huluka mengatakan pihaknya terus berupaya memobilisasi massa untuk mengikuti demonstrasi menolak Otonomi Khusus Papua dan pemekaran Papua pada Selasa besok. Huluka mengatakan hingga Senin para aktivis Petisi Rakyat Papua di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, terus membagikan surat undangan demonstrasi di sana.

“Hari ini kami melanjutkan pembagian selebaran di setiap titik Pasar Sentral, Sinakma, Misi, Potikelek, dan Hom-hom. Aksi pembagian selebaran tersebut berjalan lancar, aman, dan terkendali,” katanya. (*)

Tags: Daerah Otonom BaruDOBOtonomi Khusus PapuaPemekaran PapuaPetisi Rakyat PapuaRevisi UU Otsus Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Pegubin

Bupati didesak bahas rencana pemekaran Pegubin dengan DPRK dan masyarakat

September 16, 2026
Sekda

Sekda Papua Barat diingatkan fokus laksanakan tugas, bukan bicara DOB

September 2, 2026

Capaian empat DOB Tanah Papua jadi pertimbangan pencabutan moratorium pemekaran

August 12, 2026

Evaluasi DOB Papua Selatan: Kemendagri minta data disampaikan apa adanya

August 12, 2026

Wagub Geley: Jangan percaya tim pemekaran abal-abal

August 6, 2026

Pemprov Papua Tengah berharap fasilitas rusun dapat meningkatkan disiplin ASN

July 7, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project
19 September 2026
Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project

Jayapura, Jubi – The Boven Digoel Customary Community Institution (LMA) in South Papua has declared its support for the Awyu [...]

Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence
19 September 2026
Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence

Jayapura, Jubi – Pembina Papua State Special School (SLB Negeri Pembina Papua) is expanding vocational education for students with disabilities [...]

Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua
18 September 2026
Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia has called for an end to the killing of civilians in Papua by armed [...]

Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say
18 September 2026
Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say

Jayapura, Jubi — Pastor Yance Douw of the Jayapura Diocese says dialogue, access to information, solidarity and a better understanding [...]

The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road
17 September 2026
The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road

Jayapura, Jubi – The West Papua National Liberation Army (TPNPB) has claimed responsibility for the shooting that killed a driver, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

September 20, 2026
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

September 19, 2026
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

September 19, 2026
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

September 19, 2026
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

September 18, 2026
Presiden Lai Ching-te

Presiden Lai Ching-te sebut Tuvalu dan Taiwan seperti saudara

September 19, 2026
Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

September 18, 2026
PEPARDA Papua Tengah

PEPARDA I Papua Tengah: Ruang disabilitas untuk berprestasi

September 19, 2026
LMA dukung Suku Awyu menolak PSN

LMA Boven Digoel dukung Suku Awyu menolak PSN

September 19, 2026
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

0
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

0
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

0
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

0
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

0
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

0
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara