• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

3 RUU Pemekaran Papua menunjukan kemunduran demokrasi Indonesia

April 14, 2022
in Nasional & Internasional
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:
Demonstrasi Menolak Pemekaran Papua

Demonstrasi menolak rencana pemekaran Papua yang berlangsung di Kota Jayapura pada 1 April 2022. - Jubi/Theo Kelen

0
SHARES
9
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menilai penetapan tiga Rancangan Undang-undang atau RUU tentang Pemekaran Papua sebagai RUU Inisiatif DPR RI oleh sidang paripurna DPR RI pada Selasa (12/4/2022) menunjukkan terjadinya kemunduran demokrasi di Indonesia. Ia menyayangkan ketiga RUU yang dibuat tanpa melibatkan rakyat Papua.

Hal itu disampaikan Usman Hamid dalam acara Media Briefing Rencana Pemekaran Wilayah, “Langkah Mundur Demokrasi di Tanah Papua” yang diselenggarakan Public Virtue Institute secara daring pada Kamis (14/04/2022). Usman menyebut ketiga RUU Pemekaran Papua itu melanggar Otonomi Khusus Papua.

Usman menegaskan pemekaran provinsi di Papua diatur dalam Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua (UU Otsus Papua Lama). Pasal 76 UU Otsus Papua Lama menyatakan pemekaran provinsi hanya dapat dilakukan jika ada persetujuan dari Majelis Rakyat Papua (MRP) sebagai lembaga representasi kultural Orang Asli Papua.

Akan tetapi, pemerintah dan DPR RI secara sepihak mengubah aturan itu dengan mengundangkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua (UU Otsus Papua Baru). UU Otsus Papua Baru memberi wewenang kepada pemerintah dan DPR RI untuk memekarkan Provinsi Papua, tanpa harus mendapat persetujuan MRP.

“Memang ada UU Otsus Papua Baru, yang merupakan amandemen dari UU Otsus Papua Lama, dan tidak mengharuskan pemekaran provinsi melalui persetujuan MRP. Namun, perubahan UU Otsus Papua itu tidak ditempuh berdasarkan Pasal 77 UU Otsus Papua Lama, yaitu melalui usulan rakyat Papua,” ujar Usman.

UU Otsus Papua Baru sendiri tengah digugat MRP di Mahkamah Konstitusi, karena disusun tanpa keterlibatan MRP. Namun kini DPR RI membuat tiga RUU Pemekaran Papua berdasarkan UU Otsus Papua Baru. “Jadi, pemekaran wilayah tanpa persetujuan MRP merupakan sebuah pelanggaran terhadap Otonomi Khusus Papua,” kata Usman.

Usman menilai cara DPR RI dan pemerintah menjalankan pemekaran Papua menunjukkan kecenderungan resentralisasi untuk menarik kembali otonomi daerah. Ia menyatakan kecenderungan untuk mengurangi otonomi daerah dan memperbesar kewenangan pemerintah pusat atau resentralisasi juga terlihat dalam pengaturan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

BERITATERKAIT

Tak ada kursi, lantai pun jadi

Bupati didesak bahas rencana pemekaran Pegubin dengan DPRK dan masyarakat

Sekda Papua Barat diingatkan fokus laksanakan tugas, bukan bicara DOB

Capaian empat DOB Tanah Papua jadi pertimbangan pencabutan moratorium pemekaran

Untuk mencegah berlanjutnya resentralisasi tersebut, Usman menyatakan pembahasan tiga RUU Pemekaran Papua harus dihentikan atau ditunda. Setidak-tidanya, demikian menurut Usman, DPR RI harus terlebih dahulu melakukan konsultasi rencana pemekaran Papua kepada MRP, dan meminta persetujuan MRP.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Usman mengatakan pemekaran Provinsi Papua yang dibuat tanpa konsultasi dengan MRP, DPR Papua, serta Gubernur Papua adalah cermin dari ketidakpatuhan pada aturan hukum yang telah disepakati sebelumnya. Apa lagi pemekaran itu tetap dijalankan meskipun mendapatkan penolakan luas dari masyarakat Papua yang berunjuk rasa di berbagai daerah.

Usman menyatakan warga yang mendukung pemekaran ada, namun jumlahnya sedikit, dan sangat terasa dikendalikan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan politik dari pemekaran wilayah. “Itu yang seharusnya diperhatikan. Pemerintah setidak-tidaknya menghormati representasi kultural Orang Asli Papua, yakni MRP yang menjalankan kewenangan untuk memastikan perlindungan Orang Asli Papua,” katanya.

Usman juga mengingatkan bahwa UU Otsus Papua Baru saat ini menjadi perkara di Mahkamah Konstitusi, karena MRP mengajukan permohonan uji materiil UU Otsus Papua. Menurutnya, DPR RI seharusnya menunda pembahasan tiga RUU Pemekaran Papua hingga Mahkamah Konstitusi menjatuhkan putusan atas permohonan uji materiil yang diajukan MRP itu.

“Kalau pemerintah dan DPR memaksakan, masyarakat akan curiga, sebenarnya pemekaran ini untuk kepetingan siapa? Apakah untuk Orang Asli Papua? Apakah untuk kesejahteraan masyarakat, atau sekedar untuk kepentingan bisnis yang besar saja? Pemekaran wilayah yang dikakukan terhadap Papua bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang sedang memberlakukan moratorium pemekaran wilayah atau pembentukan Derah Otonom Baru,” kata Usman.

Ketua MRP, Timotius Murib mengatakan dari 29 kabupaten/kota di Papua ada delapan wilayah yang sudah mengajukan protes terhadap rencana pemekaran yang sementara di gagas pemerintah pusat. “Apa yang dilakukan pemerintah pusat jelas sudah melanggar hak konstitusional rakyat Papua. Oleh karena itu, MRP dengan tegas menolak adanya pemekaran Papua,” kata Murib. (*)

Tags: Daerah Otonom BaruDOBOtonomi KhususOtsus PapuaPemekaran PapuaRevisi UU Otsus Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

September 19, 2026
Pegubin

Bupati didesak bahas rencana pemekaran Pegubin dengan DPRK dan masyarakat

September 16, 2026

Sekda Papua Barat diingatkan fokus laksanakan tugas, bukan bicara DOB

September 2, 2026

Capaian empat DOB Tanah Papua jadi pertimbangan pencabutan moratorium pemekaran

August 12, 2026

Evaluasi DOB Papua Selatan: Kemendagri minta data disampaikan apa adanya

August 12, 2026

Wagub Geley: Jangan percaya tim pemekaran abal-abal

August 6, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project
19 September 2026
Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project

Jayapura, Jubi – The Boven Digoel Customary Community Institution (LMA) in South Papua has declared its support for the Awyu [...]

Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence
19 September 2026
Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence

Jayapura, Jubi – Pembina Papua State Special School (SLB Negeri Pembina Papua) is expanding vocational education for students with disabilities [...]

Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua
18 September 2026
Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia has called for an end to the killing of civilians in Papua by armed [...]

Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say
18 September 2026
Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say

Jayapura, Jubi — Pastor Yance Douw of the Jayapura Diocese says dialogue, access to information, solidarity and a better understanding [...]

The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road
17 September 2026
The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road

Jayapura, Jubi – The West Papua National Liberation Army (TPNPB) has claimed responsibility for the shooting that killed a driver, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

September 20, 2026
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

September 19, 2026
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

September 19, 2026
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

September 19, 2026
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

September 18, 2026
Presiden Lai Ching-te

Presiden Lai Ching-te sebut Tuvalu dan Taiwan seperti saudara

September 19, 2026
Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

September 18, 2026
PEPARDA Papua Tengah

PEPARDA I Papua Tengah: Ruang disabilitas untuk berprestasi

September 19, 2026
LMA dukung Suku Awyu menolak PSN

LMA Boven Digoel dukung Suku Awyu menolak PSN

September 19, 2026
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

0
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

0
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

0
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

0
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

0
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

0
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara