• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Seni & Budaya

Ritus Simbahan, upacara menghias rambut laki-laki Suku Yali, Tanah Papua

Laki-laki yang rambutnya sudah dirias dalam ritus Simbahan tidak boleh keluar pada siang hari karena tidak boleh terlihat oleh warga di kampung

April 28, 2024
in Seni & Budaya, Tanah Papua
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Syofiardi
Ritus Simbahan

Model rambut Layiya atau Yaliya pada ritus Simbahan. – Jubi/Repro: Buku ‘Pohon Yeli dan Mitos Wam dalam Agama Orang Yali’ oleh Dr Siegfried Zolner

0
SHARES
320
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Gaya rambut gimbal dan menguncir rambut di Tanah Papua, khususnya bagi Suku Yali di Pegunungan Tengah Papua, bukanlah sesuatu hal yang baru. Itu sudah merupakan tradisi yang dikenal dalam upacara bernama ritus ‘Simbahan’.

“Simbahan adalah nama dalam bahasa Suku Yali untuk cara menghias rambut laki-laki yang dilakukan dalam ritus khusus,” tulis Dr Siegfride Zollner dalam bukunya ‘Pohon Yeli dan Mitos Wama dalam Agama Orang Yali’.

Dia mengakui selama berada di daerah Yalimo, ritus Simbahan hanya dilakukan dua kali, yaitu di Kampung Piliyam. “Ritus Simbahan kala itu menggambarkan bagaimana kaum laki-laki memiliki model rambut dan hiasan yang sangat menarik,” tulis Dr Zollner yang datang ke sana sejak 1960 pada era Pemerintahan Nederlands Nieuw Guinea.

Lebih lanjut, tulis Zollner, sebenarnya pelaksanaan ritus Simbahan biasanya dilakukan saat terjadinya peristiwa wabah penyakit atau bencana kelaparan yang bisa menjadi alasan ritus merias rambut bagi kaum laki-laki berlangsung.

Namun secara garis besar dalam persiapan melakukan ritus Simbahan ini harus diambil keputusan bersama dan selanjutnya memerintahkan semua pemuda untuk pergi ke hutan mengumpulkan tangkai bunga anggrek berwarna kuning (weik) sebanyak mungkin.

Ritus Simbahan
Model rambut Sakuk atau Sakangen pada ritus Simbahan. – Jubi/Repro: Buku ‘Pohon Yeli dan Mitos Wam dalam Agama Orang Yali’ oleh Dr Siegfried Zolner

“Sekitar empat hari mereka mencari dan membawa semuanya ke dalam rumah keramat, termasuk satu ekor kuskus (Phalangeriadae), bahasa Yali disebut Wiya,” tulisan misionari asal Jerman itu. Usai mengumpulkan bahan bahan yang tersimpan di dalam rumah keramat (Heriegpini) dan selanjutnya memotong babi untuk dimasak dengan cara bakar batu di luar rumah keramat.  “Khusus untuk kus-kus dimasak juga dengan cara bakar batu dalam rumah keramat,” kata Zollner.

Ia menambahkan semua anak laki-laki yang ingin hadir dalam ritus Simbahan dipanggil masuk ke dalam rumah keramat khusus kaum laki-laki.

BERITATERKAIT

Pemuda adat Domberay merawat identitas lewat jambore

Pemerintah dan kampus dianggap kurang memperhatikan pelestarian budaya Papua

PMKRI dan AMAK kecam pembakaran mahkota Adat Papua

Pembayaran mas kawin di Papua bukan alat penundukan perempuan

Ada aturan yang berlaku dalam ritus Simbahan, antara lain menyerahkan keladi sakral, menguburkan lemak babi, dan menanam kaki. “Ketika setiap anak laki laki menerima keladi diberikan juga sepotong daging kuskus,” kata Zollner yang mengutip keterangan dari warga Suku Yali bernama Furiyek.

Ritus Simbahan
Model rambut mase atau berputar pada ritus Simbahan. – Jubi/Repro: Buku ‘Pohon Yeli dan Mitos Wam dalam Agama Orang Yali’ oleh Dr Siegfried Zolner

Ia menyebutkan ritus ini memiliki nilai yang sejajar dengan ritus Muruwal, yaitu upacara rahasia untuk kaum laki-laki.

Aturan inti dalam ritus Simbahan adalah tali-tali kuning dari batang bunga anggrek harus diikat atau dianyam pada rambut dua laki-laki.

“Dengan mengucapkan mantra rahasia yang saya juga tidak diberitahukan artinya oleh mereka. Sambil ucapkan mantra itu langsung mengikat tali-tali hiasan anggrek kuning ke rambut mereka,” tulisnya.

Zollner menambahkan tali itu sudah dipintal dari batang anggrek kuning yang panjangnya sekitar 50 centimeter.

“Orang tua maupun muda  mulai memintal tali dari serat batang anggrek kuning, karena untuk tiga jenis hias rambut dibutuhkan banyak sekali pintalan tali,” tulis Zollner.

Bahwa laki-laki yang tua, lanjutnya, sangat menentukan dan memutuskan pula hiasan rambut mana yang cocok untuk laki laki tertentu sesuai dengan umurnya.

“Rambut setiap laki-laki dikepang sehingga ada terdapat 60 sampai 80 kucir kecil. Sesuai dengan model simbahan yang ada pada setiap kepangan ini diikat dengan tali anggrek kuning yang menempel di kulit kepala dan terjalin dengan kepangan rambut sehingga rambut benar-benar tertutupi.”

Selama pelaksanaan ritus Simbahan membutuhkan waktu hampir seminggu, bahkan mungkin pula bisa lebih dari itu. “Ada yang bisa mencapai satu bulan,” tulis Zollner.

Ritus Simbahan
Model rambut lain Sakuk dan Yaliya (kanan) pada ritus Simbahan. – Jubi/Repro: Buku ‘Pohon Yeli dan Mitos Wam dalam Agama Orang Yali’ oleh Dr Siegfried Zolner

Laki-laki yang rambutnya sudah dirias dalam ritus Simbahan tidak boleh keluar pada siang hari karena tidak boleh terlihat oleh warga di Kampung. Mereka hanya boleh keluar dari rumah keramat pada malam hari.

Setiap peserta upacara Simbahan hanya boleh memakan betatas dan beberapa jenis sayuran. Mereka juga belajar lagu-lagu tentang ritus Simbahan.

Inilah syair lagu yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia,

“Simbahan itu, dipintal, dipintal… akankah aku memintalnya untukku ataukah tidak

Simbahan itu dipintal… dipintal… dari rumput pimbik, dipintalnya… dari rumput tangum dipintalnya.”

Sambil menyanyi saat mereka mulai keluar dari rumah keramat dan dapat dilihat oleh semua warga di kampung. Satu per satu keluar dari pintu rumah adat  menari dan menyanyi. Mereka menari sampai malam dari dukuh ke dukuh dan berpindah pindah. Saat pesta itu orang-orang yang ikut dalam simbahan menyembelih sembilan ekor babi dan memasak bakar batu.

Beberapa hari kemudian dilakukan ritus khusus dengan memakan daging kuskus yang dimasak dengan cara bakar batu sebagai smbol akhir dari ritus Simbahan.

Tiga model rambut

Ada tiga model rambut pada ritus Simbahan:

(1)  Liya atau Yaliya adalah rambut di tengah dahi dan kepala dikepang menjadi 20-30 kucir kecil dan ditarik ke belakang digabungkan menjadi satu kucir dan diikat pada sepotong kayu ilibuk yang panjangnya 30-40 centimeter. Lalu kayu dililit dengan dengan benang (wisig). Sebelumnya kayu ilibuk digosok dengan lem somug agar benang melekat erat di kayu tersebut. Kayu itu pun dihiasai dengan beberapa helai bulu-bulu burung Cenderawasih yang menonjol ke belakang. Kayu dililit dengan benang sampai ke bawah atau belakang punggung. Model Liya ini dikenakan oleh lelaki dewasa berbadan tinggi.

(2)  Sakuk atau Sakangen adalah model yang dikenakan secara khusus untuk laki-laki muda yang belum memakai ikat pinggang rotan (laki-laki dewasa Suku Yali tidak memakai koteka, tetapi ikat pinggang rotan sebagai baju untuk melindungi tubuh mereka). Semua rambut di tengah kepala dikepang, disambung dengan tali-tali kuning (weik) sehingga menjadi 80 tali dan ditarik ke belakang.

(3) Mase atau berputar adalah model yang khusus untuk kaum laki-laki berbadan pendek gemuk. Kayu (ahun) dan akar (umanggen) menunjukan kerimipan dengan bentukan simbahan Liya. Hanya saja bentuk ini memakai tali tali kuning dan dibungkus dengan kulit kayu, yakni kayu sohou.

Kini dalam perkembangan modern, model dan gaya rambut terus berkembang sesuai dengan zamannya. Belajar dari ritus Simbahan dari Suku Yali, ternyata model rambut gimbal dan kuncir rambut sudah menjadi tradisi nenek moyang mereka sejak dulu. Berbeda dengan zaman sekarang di mana membuat model rambut tak harus melalui ritus dan upacara adat, serta terkait dengan tradisi leluhur. (*)

Tags: Budaya PapuaDr Siegfride ZollnerModel rambutRitus SimbahanSuku Yali
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Pemuda adat Domberay

Pemuda adat Domberay merawat identitas lewat jambore

August 6, 2026
budaya Papua

Pemerintah dan kampus dianggap kurang memperhatikan pelestarian budaya Papua

November 14, 2025

PMKRI dan AMAK kecam pembakaran mahkota Adat Papua

October 23, 2025

Pembayaran mas kawin di Papua bukan alat penundukan perempuan

February 14, 2025

Museum Bahari akan gelar pameran cadik, unggulkan cadik Papua

December 27, 2024

Guru besar Uncen usulkan buka Program Studi Linguistik atau Folklor Papua

October 31, 2024

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

KINGMI Church calls for urgent aid for civilians reportedly displaced in Papua Highlands
17 October 2026
KINGMI Church calls for urgent aid for civilians reportedly displaced in Papua  Highlands

Jayapura, Jubi – The Evangelical Christian Church (KINGMI) in the Land of Papua has called on the Indonesian Government and [...]

Thick smoke continues to blanket Fakfak as forest fires burn across West Papua
17 October 2026
Thick smoke continues to blanket Fakfak as forest fires burn across West  Papua

Jayapura, Jubi – Thick smoke continued to blanket Fakfak, the capital of Fakfak Regency in West Papua, on Friday (October [...]

Intan Jaya students mark one year since Soanggama killings
16 October 2026
Intan Jaya students mark one year since Soanggama killings

Jayapura, Jubi — Dozens of students from the Somatua Intan Jaya Independent Student Community (KOMISI) have held a public rally [...]

TPNPB Claims to Have Executed Security Personnel; Damai Cartenz Task Force Says Victims Were Civilians
16 October 2026
TPNPB Claims to Have Executed Security Personnel; Damai Cartenz Task  Force Says Victims Were Civilians

Jayapura, Jubi — The West Papua National Liberation Army (TPNPB) claims to have executed four people in Dekai, the capital [...]

Smoke Haze Blankets Timika as Children Report Health Problems
15 October 2026
Smoke Haze Blankets Timika as Children Report Health Problems

Jayapura, Jubi – Thick smoke haze has blanketed Timika, the capital of Mimika Regency in Central Papua, with smoke from [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Derby Papua

Derby Papua: Gawang PSBS Biak ‘dihujani’ gol oleh mantan pemain

October 18, 2026
Kekeringan di Fiji

Kekering diperkirakan terjadi di seluruh Fiji hingga Desember

October 18, 2026
Sumber air di Solomon menipis

Sumber air di Moli, Kepulauan Solomon menipis akibat El Nino

October 18, 2026
Kekeringan di PNG

Kekeringan melanda Provinsi Barat PNG

October 18, 2026
Gubernur Nawipa

Gubernur Nawipa: Gereja berperan penting dalam pembangunan masyarakat Papua

October 17, 2026
Gubernur Nawipa

Gubernur Nawipa mengajak umat GBGP mendukung pembangunan daerah

October 17, 2026
Benteng konservasi

Benteng konservasi terakhir di Papua Selatan terancam rusak

October 17, 2026
Benteng konservasi

Benteng konservasi terakhir di Papua Selatan terancam rusak

October 17, 2026
Gubernur Nawipa

Gubernur Nawipa: Gereja berperan penting dalam pembangunan masyarakat Papua

October 17, 2026
Utusan PBB dan Pasifik ke Tanah Papua

Koalisi desak akses bagi utusan PBB dan Pasifik ke Tanah Papua

October 17, 2026
Operasi militer di Korowai

Departemen Hukum dan HAM GIDI: Hentikan operasi militer di Korowai

October 17, 2026
Gubernur Nawipa

Gubernur Nawipa mengajak umat GBGP mendukung pembangunan daerah

October 17, 2026
wondama

Oknum Polisi di Teluk Wondama tabrak warga hingga tewas, Kapolres: Kami minta maaf

March 17, 2026
KontraS

Koalisi desak presiden perintahkan tangkap pelaku teror terhadap aktivis KontraS

April 10, 2026
Derby Papua

Derby Papua: Gawang PSBS Biak ‘dihujani’ gol oleh mantan pemain

0
Kekeringan di Fiji

Kekering diperkirakan terjadi di seluruh Fiji hingga Desember

0
Sumber air di Solomon menipis

Sumber air di Moli, Kepulauan Solomon menipis akibat El Nino

0
Kekeringan di PNG

Kekeringan melanda Provinsi Barat PNG

0
Gubernur Nawipa

Gubernur Nawipa: Gereja berperan penting dalam pembangunan masyarakat Papua

0
Gubernur Nawipa

Gubernur Nawipa mengajak umat GBGP mendukung pembangunan daerah

0
Benteng konservasi

Benteng konservasi terakhir di Papua Selatan terancam rusak

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara