Jayapura, Jubi – Balai Bahasa Provinsi Papua (BBP) mengungkapkan capaian penting dalam pelestarian bahasa daerah di Papua. Sejak 2022 hingga 2024, sepuluh bahasa daerah berhasil direvitalisasi, termasuk Bahasa Tobati, Sentani, dan Danny.
Total, 428 bahasa daerah telah dipetakan BBP sejak tahun 2006 sebagai bagian dari upaya penyelamatan kekayaan budaya Papua.
Kepala BBP, Sukardi Gau, menyatakan bahwa lembaga yang dipimpinnya mendapatkan amanat sebagai pemelihara bahasa daerah Papua pada 2022 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.
“Sejak mendapatkan amanat tersebut, kami telah memulai langkah besar dalam mendata dan merevitalisasi bahasa daerah,” katanya dalam kegiatan Skema Penulisan Cerpen di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Kamis (21/11/2024).
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Ia menjelaskan bahwa sepuluh bahasa daerah yang direvitalisasi tersebut meliputi Bahasa Tobati di Kota Jayapura, Bahasa Sentani di Kabupaten Jayapura, Bahasa Byekwok Yabowa di Kabupaten Keerom, Bahasa Sobey di Kabupaten Sarmi, Bahasa Biak di Kabupaten Biak Numfor, Bahasa Kamoro di Kabupaten Mimika, Bahasa Marind Imbuti di Kabupaten Merauke, Bahasa Moi di Kabupaten Sorong, Bahasa Hatam di Kabupaten Manokwari, dan Bahasa Danny di Kabupaten Jayawijaya.
“Tahun ini kami telah merevitalisasi Bahasa Danny di Kabupaten Jayawijaya. Kami sangat mengapresiasi semua pihak di daerah yang terlibat dalam mendukung program ini. Ke depan, kami akan terus memperluas upaya ini untuk menyelamatkan lebih banyak bahasa daerah Papua,” ujarnya.
Sementara itu, Widya Bahasa BBP, Anton Maturbongs, menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam pelestarian bahasa ibu.
“Kami berharap pemerintah daerah memahami pentingnya upaya pelestarian ini. Ini adalah misi bersama yang harus diwujudkan untuk menjaga masa depan bahasa daerah Papua,” katanya. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




















Discussion about this post