• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Nasional & Internasional

Velix Wanggai : Perlu Desain Ulang Peran Freeport untuk Tanah Papua

February 22, 2026
in Nasional & Internasional, Headline
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Jean Bisay
SHEK

Ketua Komite Eksetutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua atau KEP2OKP Veliks Wanggai.- Jubi/Larius Kogoya

0
SHARES
790
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Langkah-langkah percepatan pembangunan Papua saat ini menjadi perhatian utama Pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto. Dalam semangat itu, Presiden telah membentuk Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (Komite Eksskutif Papua) guna memastikan sinkronisasi, harmonisasi, evaluasi dan koordinasi percepatan pembangunan Papua dengan para pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha.

Dalam konteks pengelolaan sumber daya alam di Tanah Papua, Ketua Komite Eksekutif Papua, Velix Wanggai menegaskan bahwa plarform ekonomi Presiden Prabowo Subianto adalah bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

“Komite Eksekutif Papua juga melihat bahwa proses rencana perpanjangan masa penambangan PT. Freeport McMoran di Tanah Papua harus diletakkan dalam semangat Otonomi Khusus Papua,” kata Velix Wanggai.

Mengingat dalam Pasal 4 Kewenangan Daerah (Ayat) 7 UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus, ditegaskan bahwa, “Perjanjian internasional yang dibuat oleh Pemerintah yang hanya terkait dengan kepentingan Provinsi Papua dilaksanakan setelah mendapat pertimbangan Gubernur dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan”.

Dengan amanat ini, perlu ada pembahasan serius lintas Kementerian dan 6 Pemerintah Provinsi di Tanah Papua, dalam mempercakapkan apa strategi besar yang bersifat luar biasa, atau “strategi gila”, untuk peran Freeport McMoran dan Freeport Indonesia untuk percepatan pembangunan masyarakat Papua dan pengembangan kewilayahan di Pulau Papua.

8 agenda strategis baru peran Freeport untuk Tanah Papua

Dengan dasar pemikiran ini, Velix Wanggai memandang ada delapan agenda terobosan yang luar biasa yang harus dibahas terkait perubahan peran Freeport McMoran dan Freeport Indonesia ke depan untuk Tanah Papua.

“Berbagai langkah strategis bersifat terobosan, luar biasa, tidak biasa-biasa saja dalam mendukung peta jalan pembangunan hingga 2041, RIPPP,” jelas Velix Wanggai kepada Jubi, Minggu (22/02/2026).

BERITATERKAIT

‘Pig Feast’: A Testimony of the Humanitarian Crisis in Papua

Papua Provincial Government Accelerates Infrastructure Repairs in Yapen Islands Regency

Pemenuhan SDM nakes merupakan kebutuhan mendesak di Papua Tengah

Pemprov Papua percepat penanganan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Yapen

Delapan agenda terobosan itu, menurut Velix adalah : Pertama, Pemerintah telah memiliki peta jalan pembangunan Papua hingga 2041, sebagaimana Perpres No 24 Tahun 2023. Untuk itu, PT Freeport McMoran dan Freeport Indonesia wajib mendukung Pemerintah dalam mewujudkan peta jalan Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP) Tahun 2022 – 2041 dan Perpres No.107 Tahun 2025 tentang Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua 2025 – 2029.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Dalam konteks ini, Komite Eksekutif Papua, 6 Pemprov Papua, lintas Kementerian, dan PT Freeport Indonesia diharapkan membahas apa peran dan agenda detail dari Freeport hingga 2041 perihal Papua Cerdas, Papua Sehat dan Papua Produktif yang ditujukan bagi masyarakat orang asli Papua.

“Kedua, terkait rencana operasi Freeport McMoran, melalui PT Freeport Indonesia, hingga 2061, Komite Eksekutif Papua akan berkoordinasi dengan 6 Gubernur di Tanah Papua dan dengan lintas Kementerian dan para Bupati di wilayah Papua,” ungkap Velix Wanggai.

Koordinasi ini dilakukan untuk berembuk tentang strategi terobosan yang bersifat luar biasa perihal apa strategi besar Freeport McMoran dalam pemberdayaan, perlindungan dan percepatan pembangunan Tanah Papua hingga 2041 dan apa strategi luar biasa hingga 2061 sesuai aspirasi masyarakat Papua di 6 Provinsi di Tanah Papua.

Ketiga, dalam strategi baru Freeport untuk Tanah Papua menuju 2041 atau pasca 2041 hingga 2061, Freeport wajib menempatkan rakyat Papua dan Pemerintah Daerah sebagai subyek utama dalam percepatan pembangunan Papua maupun pentingnya peran SDM Orang Asli Papua dalam pengelolaan manajemen Freeport Indonesia, bahkan berkarya di Freeport McMoran.

Dalam hal ini, harus ada peta jalan (road map) bagaimana peran strategis Freeport di Tanah Papua. Langkah awalnya, apa agenda yang terukur dalam pendirian Kantor Pusat Freeport Indonesia di Tanah Papua, agenda hilirisasi produk yang dibangun di Tanah Papua, agenda manajemen Freeport yang diisi oleh talenta-talenta muda Papua dalam manajemen Freeport di semua bidang dan pekerja Orang Asli Papua baik di kawasan Mimika maupun di kawasan hilirisasi di luar Papua seperti di kawasan Gresik.

Keempat, dalam hal manfaat sosial-ekonomi atas kehadiran Freeport ini, perlu memandang secara komprehensif bahwa saat ini terdapat 6 Provinsi di Tanah Papua. Dengan prinsip satu kesatuan ekologi budaya dan ekonomi wilayah, serta persaudaraan ke-Papua-an, manfaat Freeport harus dirasakan bagi penduduk di 6 Provinsi.

“Untuk itu, dengan jaringan dan sumber daya Freeport, perlu untuk mendorong pembangunan ekonomi, SDM, sarana prasarana olahraga dan seni budaya termasuk infrastruktur dasar perumahan dan akses jalan bagi 6 Provinsi di Tanah Papua, maupun pembangunan pendidikan yang terpadu dari usia dini hingga perguruan tinggi,” jelas Velix Wanggai.

Kelima, dalam hal pola rantai bisnis dan logistik operasi PT Freeport McMoran atau FI, perlu memprioritaskan peran strategis Orang Asli Papua.

Kebijakan kuota dalam supply bahan-bahan pangan dan berbagai poin dalam operasi perlu membuka ruang secara terbuka kepada masyarakat Papua dan Pemda, sehingga Pemda dan simpul sosial ekonomi seperti KADIN Papua, APINDO Papua, HIPMI Papua, Gapensi Papua, KAPP Papua dan asosiasi profesional lainnya mempersiapkan peta jalan (road map) dan aksi nyata yang terukur dalam mempersiapkan ekosistem usaha dari hulu ke hilir secara terpadu di kalangan dunia usaha di Tanah Papua.

Jika ada faktor kontinuitas atas produk, diperlukan kesepakatan untuk membuka lahan pertanian sayur mayur yang skala luas di Pegunugan, peternakan skala besar, kepastian pasar ikan dari pesisir dan pantai ke Freeport dan aspek lainnya yang dibuka di wilayah Papua dengan tetap dibawah binaan Freeport Indonesia sesuai standar dan kualifikasi Freeport.

“Dengan demikian, Pemda di wilayah Papua harus siap dalam mempersiapkan “Kampung Nelayan” maupun upaya “Gerakan Kembali ke Kebun” dalam penanaman sayur mayur dan buah-buahan dengan ekosistem hulu ke hilir,” lanjut Velix Wanggai.

Keenam, sejalan dengan misi Papua Sehat, Papua Cerdas dan Papua Produktif dalam Rencana Induk Papua 2022 – 2041, maka Freeport McMoran maupun Freeport Indonesia harus memiliki kegiatan strategis yang bersifat landmark dan terobosan yang menyentuh akar persoalan masyarakat Papua.

Di sektor pendidikan, perhatian untuk pembangunan sekolah berpola asrama di daerah-daerah seperti Intan Jaya, Puncak Jaya, Puncak, Nduga, Paniai, Deiyai, Dogiyai, maupun Tolikara, yang diselaraskan dengan Pola Sekolah Sepanjang Hari (SHH). Di aspek pendidikan tinggi, perlunya penguatan kolaborasi dengan kampus-kampus Papua seperti UNCEN, UNIPA, Musamus, dan kampus swasta lainya dalam mempersiapkan pola kelas internasional (KI) dengan pola double degree atau international undergraduate program (IUP). Perencanaan jurusan yang tepat bagi kebutuhan masa depan Freeport maupun kebutuhan percepatan pembangunan kabupaten/kota di Tanah Papua.

Termasuk dalam hal ini, kata Velix Wanggai, adalah perencanaan kampus Perguruan Tinggi Negeri di Nabire, Provinsi Papua Tengah yang perlu didukung Freeport dengan menggandeng kampus- kampus terkenal dari Amerika Serikat.

Ketujuh, dalam konteks kapasitas fiskal 6 Pemerintah Provinsi dan 42 Kabupaten/Kota di wilayah Papua, diperlukan strategi luar biasa dalam peningkatan kapasitas APBD Provinsi, Kabupaten dan Kota se Tanah Papua. Caranya, perlu kebijakan fiskal yang asimetris bagi Tanah Papua dari sumber pendapatan Freeport.

Dalam kerangka percepatan pembangunan Papua, diperlukan konsep asimetris pendapatan Freeport Indonesia. Skenario rencana pendapatan Freeport yang disetor ke Pemerintah hingga di tahun 2041, didesain agar disetor ke Pemerintah dalam 3 – 4 tahun guna langkah-langkah percepatan pembangunan yang menyentuh akar persoalan masyarakat Papua. Alokasi pendapatan asimetris ini dialokasikan ke 6 Provinsi untuk membuka lapangan kerja, keterisolasian, jaminan kesehatan masyarakat Papua, pendidikan dan kesehatan, serta sarpras olahraga dan seni budaya serta rumah layak huni serta sektor lainnya dengan rencana Indikator Kinerja yang terukur dan sistematis.

Kedelapan, terkait dengan pendapatan asimetris dari Freeport ini, berguna pula bagi dana awal untuk Dana Abadi Pemda, sebagaimana amanat Pasal 164 Pembentukan Dana Abadi dalam UU No 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Penggunaan Dana Abadi ini di 6 Provinsi di Tanah Papua, diarahkan dengan rencana kerja yang tepat dan indikator kinerja yang terukur. (*)

 

Tags: FreeportKomite Eksekutif PapuaOtsusPapua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Nobar Film Pesta Babi

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

May 23, 2026
Amnesty International

Amnesty International: Jurnalis dan aktivis dibungkam lewat kampanye disinformasi

May 20, 2026

AJI Indonesia kecam penahanan jurnalis Indonesia oleh Israel

May 19, 2026

Mengapa jaringan internet di Tanah Papua kerap putus?

May 11, 2026

UGM sebut Papua sebagai daerah favorit mahasiswa untuk KKN

May 8, 2026

World Press Freedom Day di Papua ditutup

May 5, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
RSUD Biak

Gubernur Fakhiri ingin RSUD Biak jadi pusat rujukan kesehatan wilayah Saireri

May 23, 2026
Papua tengah

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

May 23, 2026
Pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

May 23, 2026
Pleno

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026
Pesta Babi

Film Pesta Babi: Kesaksian krisis kemanusiaan di Tanah Papua

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026
Masyarakat Adat

Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

May 22, 2026
Pesta Babi

Pesta Babi resmi tayang dari Tanah Papua, musim nobar berlanjut

May 22, 2026
Anak yang ditembak

Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

May 20, 2026
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026
ikan asar

Dapur ikan asar yang dikelola tiga generasi

May 21, 2026
RSUD Biak

Gubernur Fakhiri ingin RSUD Biak jadi pusat rujukan kesehatan wilayah Saireri

0
Papua tengah

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

0
Pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

0
Pleno

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

0
Nobar Film Pesta Babi

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

0
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

0
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

0

English Stories

The atmosphere during the joint screening and discussion of the documentary film 'Pig Feast': Colonialism in Our Times, at the Christ the Light of the World Catholic Church Hall, Waena, Heram District, Jayapura City, Papua, Friday (22/05/2026) - Jubi/Yuliana Lantipo
Pacnews

‘Pig Feast’: A Testimony of the Humanitarian Crisis in Papua

May 23, 2026
Deputy Chairperson I of LMA Nasawat, Marten Saflela, hands over the Indigenous community’s demands to Sarteis Yulian Sagrim, Head of the Watershed Management and Social Forestry Division at the Southwest Papua Environment, Forestry, and Land Agency, on Friday (22/5/2026). — Jubi/Gamaliel Kaliele
Pacnews

Indigenous Nasawat Community Rejects Village Forest Scheme

May 23, 2026
TPNPB
Pacnews

West Papua National Liberation Army (TPNPB) in Yahukimo Claims Eight Suspected Security Officers Killed in Operation

May 21, 2026
KNPB
Pacnews

Yahukimo Police Release Arrested KNPB (West Papuan National Committee) Activist

May 21, 2026
Child shot
Pacnews

Child Shot During Military Operation in Puncak Dies After Weeks of Treatment

May 20, 2026

Trending

  • Pesta Babi

    Film Pesta Babi: Kesaksian krisis kemanusiaan di Tanah Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pesta Babi resmi tayang dari Tanah Papua, musim nobar berlanjut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara