Jayapura, Jubi – Tim Koordinator Damai Pasca Pemilihan Provinsi Papua Pegunungan mengajak masyarakat di provinsi ini, untuk menjaga stabilitas keamanan pascapilkada.
Ketua Tim Koordinator Damai Pasca Pemilihan Provinsi Papua Pegunungan, Theo Hesegem mengatakan, dalam proses pilkada ada potensi konflik. Namun, pihaknya melihat proses pilkada kali ini berjalan dengan baik, dan masing-masing kandidat dari gubernur hingga sampai pemilihan bupati dapat berjalan dengan baik aman dan lancar.
“Memang bagian ini semua pihak harus memberikan apresiasi terhadap calon-calon kandidat pendukung, tim sukses dan juga penyelenggara, sekalipun kami ketahui bahwa beberapa daerah, terjadi gesekan-gesekan tetapi tidak begitu meluas,” kata Hesegem melalui siaran pers kepada Jubi di Jayapura, Papua, Sabtu (11/1/2025).
Hesegem percaya tiap kandidat menyadari, bahwa gesekan-gesekan akan merugikan masyarakat dan semua pihak, sehingga kandidat yang merasa dirugikan dalam pilkada mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Gugatan ke MK merupakan pilihan tiap kandidat, demi menghindari konflik horizontal, yang merugikan masyarakat sipil dan aset negara, di Provinsi Papua pegunungan.
Hesegem mengatakan, pilkada pada 27 November 2024 telah dilalui dengan damai. Karena perdamaian adalah fondasi utama yang perlu dipelihara untuk pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya.
“Oleh karena itu, pentingnya menciptakan ruang perdamaian untuk menjaga stabilitas keamanan di provinsi ini (pascapilkada),” katanya.
Hesegem mengimbau kepada masyarakat umum, untuk menjaga ketertiban dan tidak terprovokasi, dengan ajakan-ajakan yang berdampak merugikan banyak orang.
“Untuk mewujudkan stabilitas keamanan di daerah, membutuhkan kerja sama dengan semua pihak, pemerintah daerah, provinsi, aparat keamanan, seluruh kandidat, tim sukses dan seluruh pendukung, hamba Tuhan dan wartawan,” katanya.
Hesegem juga berharap agar semua pihak dan pendukung, menerima hasil putusan MK, karena keputusan itulah yang paling tertinggi. Sehingga bagi yang dimenangkan merangkul mereka yang kalah, dan dapat meningkatkan kerja sama untuk membangun Papua Pegunungan.
Hesegem mengatakan, pihaknya akan menyelenggarakan pertemuan-pertemuan rekonsiliasi yang melibatkan tokoh agama, adat, perempuan, pemuda, masyarakat sipil dan pemerintah.
Pihaknya juga akan memasang baliho-baliho, mengajak masyarakat dan seluruh kandidat, agar tetap menjaga stabilitas keamanan di daerah Provinsi Papua Pegunungan.
“(Kami juga) Akan melakukan dialog interaktif melibatkan beberapa narasumber, melakukan deklarasi damai sebagai wujud pernyataan dan tindakan damai,” katanya.
“Kita ketahui bahwa, proses di MK sedang berjalan, sementara menunggu proses yang dimaksud, kami mengharapkan dan menyerukan kepada masing-masing pendukung untuk mengendalikan diri, menghindari tindakan kekerasan, karena kedamaian dan stabilitas keamanan daerah adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya. (*)



















Discussion about this post