• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Berbagai pihak desak pemerintah hentikan militerisme di Tanah Papua

December 17, 2025
in Polhukam
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
militerisme

Ilustrasi-Dok. Jubi

0
SHARES
1.8k
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Para aktivis Hak Asasi Manusia atau HAM, tokoh gereja, dan berbagai kalangan lainnya mendesak pemerintah Republik Indonesia menghentikan militerisme di Tanah Papua, dan segera melakukan penyelesaian konflik yang adil dan bermartabat.

Desakan tersebut disampaikan berbagai pihak dalam peluncuran laporan “Papua Dalam Cengkeraman Militer 2023-2025” oleh YLBHI yang disiarkan secara live streaming di YouTube YLBHI, Selasa (16/12/2025).

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Emanuel Gobay menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Presiden Republik Indonesia, untuk segera menghentikan seluruh operasi militer yang dianggap ilegal serta penarikan seluruh prajurit non-organik dari Tanah Papua.

“Kami juga mendesak Panglima TNI menghentikan keterlibatan militer dalam program-program pembangunan yang justru merusak ruang hidup rakyat,” kata Emanuel Gobay.

Ia juga meminta kepada pemerintah dan DPR RI memprioritaskan pemenuhan hak asasi manusia bagi orang asli Papua, menghentikan proyek-proyek industri ekstraktif yang mengabaikan hak masyarakat adat, serta menyusun peta jalan bantuan kemanusiaan yang terukur bagi pengungsi internal di Tanah Papua.

“Reformasi sektor keamanan dengan pendekatan humanis dan berdasarkan hukum, bukan militeristik. Serta tarik militer dari titik-titik konflik dan bangun dialog sejati dengan Orang Asli Papua yang berdampak,” ucapnya.

Menurutnya, persoalan mendasar di Papua bukanlah semata-mata soal kesejahteraan, melainkan persoalan politik yang belum diselesaikan secara tuntas.

BERITATERKAIT

Korneles Howay harapan baru sepak bola Tanah Papua

PGI: Hentikan kekerasan di Tanah Papua dan gelar dialog kemanusiaan

109 orang menjadi korban kekerasan dan konflik bersenjata di Tanah Papua

Mengenal jenis buaya di Tanah Papua

Ia menilai Undang-Undang Otonomi Khusus sebenarnya telah mengatur mekanisme penyelesaian tersebut, termasuk pendirian Komnas HAM Perwakilan Papua, pembentukan Pengadilan HAM di Papua, serta Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, yang hingga kini belum diwujudkan.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Indonesia punya pengalaman menyelesaikan konflik politik, seperti di Aceh dan Timor Leste. Yurisprudensi itu seharusnya dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan Papua secara bermartabat agar tidak ada anak-anak dan mama-mama yang menderita di daerah konflik dan masa depannya hilang entah kemana,” ujarnya.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia atau DPD RI dari daerah pemilihan Papua Tengah, Eka Kristina Yeimo menyampaikan perlunya peninjauan ulang pengiriman operasi militer ke Tanah Papua secara hukum, komprehensif, dan transparan.

Katanya, kebijakan keamanan harus seimbang dengan perlindungan hak-hak sipil dan ekonomi masyarakat. Sebab, negara memiliki kewajiban konstitusional dan internasional untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak asasi manusia masyarakat di Tanah Papua.

“Termasuk hak atas kehidupan, rasa aman, pendidikan, serta bebas dari kekerasan dan intimidasi,” kata Eka Yeimo.

Menurutnya, yang lebih penting adalah pendekatan dialog, rekonsiliasi, dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai jalan utama penyelesaian konflik struktural yang telah berlangsung lama.

Sementara itu, Persekutuan Gereja Indonesia Pdt. Darwin Darmawan, mengatakan ada perubahan struktur organisasi TNI, termasuk penambahan batalyon pembangunan ada 162 titik serta penambahan grup Kopassus, salah satunya ditempatkan di Tanah Papua. Namun, transparansi penempatan pasukan di Papua sangat minim.

Menurutnya, pendekatan militer telah terbukti gagal menyelesaikan akar persoalan dan justru mewariskan trauma lintas generasi bagi anak-anak muda Papua. Ruang sipil semakin menyempit, suara kritis dicurigai, serta gereja dan sekolah turut terdampak.

“Militerisasi berjalan paralel dengan pengamanan industri ekstraktif, perampasan tanah adat, dan peminggiran masyarakat lokal dari sumber daya alamnya, ini harus didasari karena pendekatan militer tidak akan pernah menyelesaikan masalah,” Pdt. Darwin Darmawan.

Katanya, negara hadir sebagai pengawas dan penindak bukan sebagai pelindung dan pendamping.

“Kini betul-betul ruang sipil itu menyempit suara kritis dicurigai, gereja dan sekolah terdampak. Dalam jangka panjang ini akan melemahkan legitimasi negara itu sendiri, kalau tidak diubah,” ujarnya.

Ia mengatakan, kekerasan akan melumpuhkan empati dan menghancurkan hati nurani bangsa. Gereja-gereja di Indonesia, lintas denominasi, akan terus pihak pada kemanusiaan dan pemulihan.

“Negara yang kuat bukanlah negara yang mencengkeram dengan senjata, melainkan negara yang melindungi martabat manusia,” katanya (*)

Tags: konflik PapuaMiliterismeTanah Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Korneles Howay

Korneles Howay harapan baru sepak bola Tanah Papua

September 14, 2026
PGI

PGI: Hentikan kekerasan di Tanah Papua dan gelar dialog kemanusiaan

September 12, 2026

109 orang menjadi korban kekerasan dan konflik bersenjata di Tanah Papua

September 12, 2026

Mengenal jenis buaya di Tanah Papua

September 8, 2026

Komnas HAM dan DPD RI bahas situasi HAM di Tanah Papua

September 5, 2026

PAPEDA Summit 2026: Akibat ekstraktivisme Tanah Papua merugi Rp450 triliun

September 4, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026
14 September 2026
109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026

Jayapura, Jubi – Indonesia’s National Commission on Human Rights (Komnas HAM) says 109 people have been killed or injured in [...]

Police name two wanted suspects in deadly Jayawijaya shooting
14 September 2026
Police name two wanted suspects in deadly Jayawijaya shooting

Jayapura, Jubi – Police have identified two suspected perpetrators in the shooting that killed three civil servants in Jayawijaya, with [...]

Police identify suspects in deadly Jayawijaya shooting
12 September 2026
Police identify suspects in deadly Jayawijaya shooting

Jayapura, Jubi – Police investigating the shooting that killed three civil servants from the Jayawijaya Agriculture Department say they have [...]

Papua human rights commission: Violence will not solve Papua’s problems
12 September 2026
Papua human rights commission: Violence will not solve Papua’s problems

Jayapura, Jubi – Violence will not solve the problems facing Papua, Indonesia’s National Commission on Human Rights (Komnas HAM) Papua [...]

Coalition calls for investigation into terror attacks targeting human rights workers, journalists and Papua Komnas HAM
11 September 2026
Coalition calls for investigation into terror attacks targeting human rights workers, journalists and Papua Komnas HAM

Jayapura, Jubi – A coalition of legal and human rights groups in Papua has called on Indonesian President Prabowo Subianto [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Nawipa kunjungan kerja ke Intan Jaya

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunjungan kerja ke Intan Jaya

September 14, 2026
Gubernur Nawipa lantik Pimpinan Tinggi Pratama

Gubernur Nawipa: Pimpinan tinggi pratama menentukan keberhasilan pemerintahan daerah

September 14, 2026
IMB digantikan PBG

Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura: IMB telah digantikan PBG

September 14, 2026
HIV pada bayi di Fiji

Jumlah infeksi HIV pada bayi di Fiji sangat tinggi

September 14, 2026
Pembakaran di tambang Panguna

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

September 14, 2026
Komisioner KPU Papua Barat diadukan ke DKPP

Berkas perzinahan komisioner KPU Papua Barat segera dilimpahkan ke Kejari

September 14, 2026
Lanud Manuhua

Koalisi desak Lanud Manuhua hentikan pembangunan di Tanah Adat Sorido–KBS

September 14, 2026
Lanud Manuhua

Koalisi desak Lanud Manuhua hentikan pembangunan di Tanah Adat Sorido–KBS

September 14, 2026
Komisioner KPU Papua Barat diadukan ke DKPP

Berkas perzinahan komisioner KPU Papua Barat segera dilimpahkan ke Kejari

September 14, 2026
Korneles Howay

Brace Korneles Howay kandaskan asa Persipura di Banjarmasin

September 13, 2026
Pasifik

Bentrokan para raksasa dunia di Benua Biru Pasifik

September 12, 2026
Kebakaran

Terjadi 23 kebakaran di sekitar area perkebunan sawit di Nabire

September 14, 2026
PNG

Pengembangan Chinatown investasi asing terbesar di PNG

September 14, 2026
Pembakaran di tambang Panguna

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

September 14, 2026
Gubernur Nawipa kunjungan kerja ke Intan Jaya

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunjungan kerja ke Intan Jaya

0
Gubernur Nawipa lantik Pimpinan Tinggi Pratama

Gubernur Nawipa: Pimpinan tinggi pratama menentukan keberhasilan pemerintahan daerah

0
IMB digantikan PBG

Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura: IMB telah digantikan PBG

0
HIV pada bayi di Fiji

Jumlah infeksi HIV pada bayi di Fiji sangat tinggi

0
Pembakaran di tambang Panguna

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

0
Komisioner KPU Papua Barat diadukan ke DKPP

Berkas perzinahan komisioner KPU Papua Barat segera dilimpahkan ke Kejari

0
Karhutla

Karhutla terjadi di kawasan cagar alam Pegunungan Wondiboy Wondama

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara