• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Deforestasi dan kisah kekerasan perempuan pengungsi di Maybrat

June 21, 2024
in Polhukam
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Syam Terrajana
Pengungsi

 Suasana diskusi yang dilakukan Laolao Papua dalam rangka memperingati Hari Pengungsi Sedunia dengan topik Narasi Perempuan dan Hutan. Di Jayapura, Provinsi Papua pada Kamis (20/06/2024).-Jubi/screenshot

0
SHARES
179
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Konflik di Kabupaten Maybrat telah mengakibatkan sekitar 100 pengungsi harus tinggal dalam satu atap. Berbagai masalah dihadapi perempuan. hidup penuh tekanan dan ketakutan.

Hal itu dikatakan Lamberti Faan, Pengungsi Maybrat dalam diskusi yang dilakukan media lao-lao Papua,  memeringati Hari Pengungsi Sedunia, 20 Juni 2024 dengan topik “Narasi Perempuan dan Hutan” melalui live streaming di Kota Jayapura, Provinsi Papua pada Kamis malam (20/06/2024).

“Kami tinggal di satu rumah dengan situasi yang begitu dan hal itu membuat perempuan akan mengalami masalah yang begitu kompleks.  Kami tidak punya ruang aman. Bagaimana dengan perempuan yang saat itu hamil dan sampai ada yang harus melahirkan. Dalam kondisi seperti itu dengan tempat yang seadanya. Sebenarnya mereka harus melahirkan di tempat yang layak tapi begitu susah, ”katanya.

Tekanan juga dialami para perempuan, setiap kali mengalami menstruasi selama mengungsi.

“Kami merasa situasi seperti ini sangat sulit sekali. Kami mengalami kekerasan yang berlapis dengan keterbatasan yang ada. Kekerasan yang terjadi,  seperti setiap malam ada satu keluarga yang bertengkar  dengan istrinya. Tidak ada ruang aman  suami istri untuk menyelesaikan masalah keluarganya,  akhirnya terjadi kekerasan dalam rumah tangga,”katanya

Pemerintah memaksa masyarakat harus kembali ke kampung. Tapi tidak ada jaminan keselamatan.

Perempuan yang di pengungsian, juga menanggung beban ganda. Jaga anak dan  bikin kebun. termasuk menyediakan makanan.

BERITATERKAIT

Komnas Perempuan didesak usut kekerasan terhadap perempuan Papua

Tak pernah ada kekerasan atas nama cinta

Vanuatu pelopor dalam mengurangi kekerasan terhadap perempuan

Kepulauan Solomon Peringkat ke-2 Tertinggi Secara Global untuk Kekerasan dalam Rumah Tangga

“Dan bikin kebun juga harus minta izin sama orang amber, karena wilayah itu sudah jadi milik mereka. Karena di Sorong sebagian besar tanahnya merupakan daerah transmigrasi. Belum lagi perempuan-perempuan yang anaknya dapat tangkap dan ada di penjara dan suaminya mereka yang dapat tangkap kondisi seperti ini sangat berat sekali,”katanya

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Masalah lain lagi seperti layanan kesehatan yang sama sekali tidak ada. Wilayah konflik dan juga transportasi sangat sulit. Jadi kita orang sakit mereka sangat susah mendapatkan layanan kesehatan dan sampai saat ini tidak ada perubahan malah situasi semakin buruk dengan berbagai masalah,”katanya

Sekar Banjaran Aji, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia mengatakan situasi konflik yang menimbulkan banyak masalah bagi  perempuan, merupakan pelanggaran HAM. Termasuk juga deforestasi atau penghancuran hutan. Hilangnya hak atas lingkungan atau pelanggaran hak masyarakat adat.

“UNHCR memperkirakan 20 sampai 25 juta pohon ditebang di dalam dan sekitar pemukiman pengungsi setiap tahunnya. 90 persen dari deforestasi ini disebabkan oleh kebutuhan mendesak akan bahan bakar untuk masak,” katanya.

Menurutnya, hal itu mengakibatkan degradasi sosial dalam skala besar, permasalahan lingkungan yang meliputi erosi tanah, tanah longsor, yang mengancam kondisi hidup dan penghidupan yang aman bagi para pengungsi.

Perempuan dan anak-anak harus melakukan perjalanan lebih jauh untuk mengumpulkan kayu. Ini  menempatkan perempuan pada peningkatan risiko kekerasan seksual dan gender.

“Hampir sama dengan cerita pengungsi dari Maybrat datang berkebun di tanahnya orang di Sorong dan bikin deforestasi misalnya seperti demikian. Itu sering sekali dilihat hanya sekadar mereka bikin kacau lingkungan saja,  tanpa dilihat sebenarnya apa yang menyebabkan mereka berpindah dan apa yang terjadi ketika mereka berpindah itu,”katanya

Greenpeace menghitung  deforestasi di Papua dengan luas hutan yang hilang di Provinsi Papua dan Papua Barat antara tahun 2011 hingga 2019. Luasannya  mencapai 435,233 hektar. Dalam laporan greenpeace di tahun 2021,  ditemukan deforestasi ini berkaitan dengan 25 produsen minyak sawit utama yang sudah menebang kira-kira 130.000 hektar hutan hujan,  sejak akhir 2015 hingga 2018.

Ditemukan juga 40 persen dari deforestasi, atau  kurang lebih 51.600 hektar hutan di Papua yang punya keanekaragaman hayatinya paling tinggi di dunia, hancur hanya karena industri sawit.

“Area yang banyak deforestasi di antaranya daerah kepala burung Sorong dan sekitarnya, dan yang paling parah di wilayah Selatan Papua , Jayapura,”. (*)

Tags: Diskusi Live StreamingKekerasan terhadap perempuanPengungsi Maybrat
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

kekerasan terhadap perempuan

Komnas Perempuan didesak usut kekerasan terhadap perempuan Papua

September 10, 2026
Kekerasan

Tak pernah ada kekerasan atas nama cinta

June 29, 2026

Vanuatu pelopor dalam mengurangi kekerasan terhadap perempuan

June 8, 2026

Kepulauan Solomon Peringkat ke-2 Tertinggi Secara Global untuk Kekerasan dalam Rumah Tangga

December 7, 2025

Kehadiran Pos TNI di perkampungan sipil Maybrat, warga terintimidasi dan ketakutan

September 15, 2025

Kekerasan terhadap Perempuan di PNG Masih Tinggi, Video Terbaru Memicu Kemarahan Publik

August 12, 2025

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua Special Committee to use political powers to investigate Maybrat shooting
15 September 2026
Papua Special Committee to use political powers to investigate Maybrat shooting

Sorong, Jubi – The Papua Special Committee of the Regional Representative Council (DPD RI) says it will use its institutional [...]

Moi Indigenous Youth Block Several Government Offices in Protest
15 September 2026
Moi Indigenous Youth Block Several Government Offices in Protest

Sorong, Jubi – Moi Indigenous youth blocked several government offices in Sorong Regency, Southwest Papua Province, on Monday (14/9/2026), as [...]

109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026
14 September 2026
109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026

Jayapura, Jubi – Indonesia’s National Commission on Human Rights (Komnas HAM) says 109 people have been killed or injured in [...]

Police name two wanted suspects in deadly Jayawijaya shooting
14 September 2026
Police name two wanted suspects in deadly Jayawijaya shooting

Jayapura, Jubi – Police have identified two suspected perpetrators in the shooting that killed three civil servants in Jayawijaya, with [...]

Police identify suspects in deadly Jayawijaya shooting
12 September 2026
Police identify suspects in deadly Jayawijaya shooting

Jayapura, Jubi – Police investigating the shooting that killed three civil servants from the Jayawijaya Agriculture Department say they have [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Sampah Makanan

Sekolah adiwiyata didorong jadi penggerak pengurangan sampah makanan di Merauke

September 16, 2026
Gubernur Nawipa tinjau SSH di Intan Jaya

Gubernur Nawipa tinjau pelaksanaan SSH di Intan Jaya

September 15, 2026
Launching HONAI

HONAI menyerukan pembukaan akses kemanusiaan ke Tanah Papua

September 15, 2026
Wagub Geley bertemu Kemenhub

Wagub Geley minta Kemenhub tambah dana untuk perluasan Bandara Nabire

September 15, 2026
Pelajar diamankan

Polres Jayapura: Pelajar yang diamankan 78 orang dan sudah dipulangkan

September 15, 2026
Pelajar ditangkap

140 pelajar aksi demonstrasi tolak MBG di Sentani ditangkap polisi

September 15, 2026
HONAI

HONAI mulai mempersiapkan penyusunan kerangka kerja

September 15, 2026
AS

Lembaga kajian AS mengusulkan pemindahan militer ke Guam, CNMI, dan Pasifik

September 15, 2026
HONAI

HONAI hadir untuk perdamaian dan kemanusiaan di Tanah Papua

September 15, 2026
Lanud Manuhua

Koalisi desak Lanud Manuhua hentikan pembangunan di Tanah Adat Sorido–KBS

September 14, 2026
Pansus Papua

Pansus Papua gunakan kewenangan politik usut pelaku penembakan di Maybrat

September 15, 2026
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi palang sejumlah kantor sebagai bentuk protes

September 15, 2026
Karhutla

Karhutla terjadi di kawasan cagar alam Pegunungan Wondiboy Wondama

September 14, 2026
Pohon

Ratusan relawan tanam 420 pohon cemara di bukit Telaga Ria

March 14, 2026
Sampah Makanan

Sekolah adiwiyata didorong jadi penggerak pengurangan sampah makanan di Merauke

0
Gubernur Nawipa tinjau SSH di Intan Jaya

Gubernur Nawipa tinjau pelaksanaan SSH di Intan Jaya

0
Launching HONAI

HONAI menyerukan pembukaan akses kemanusiaan ke Tanah Papua

0
Wagub Geley bertemu Kemenhub

Wagub Geley minta Kemenhub tambah dana untuk perluasan Bandara Nabire

0
Pelajar diamankan

Polres Jayapura: Pelajar yang diamankan 78 orang dan sudah dipulangkan

0
Pelajar ditangkap

140 pelajar aksi demonstrasi tolak MBG di Sentani ditangkap polisi

0
HONAI

HONAI mulai mempersiapkan penyusunan kerangka kerja

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara