• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Pimpinan Gereja di Tanah Papua desak Presiden Jokowi hentikan operasi militer ganti dialog

April 27, 2023
in Polhukam, Tanah Papua
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:
Presiden

Para pimpinan Lintas Denominasi Gereja di Tanah Papua. Dari kiri ke kanan: Pdt. DR. Socratez S Yoman, Pdt. Dominggus Pigay, Uskup Mrg. Yanuarius You, Pdt. DR. Benny Giay, dan Pdt. Dorman Wandikbo. – Jubi/Yuliana

0
SHARES
38
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Pimpinan lintas denominasi gereja di Tanah Papua mendesak Presiden Joko Widodo yang juga panglima tertinggi di Indonesia untuk menghentikan operasi militer, namun memajukan pendekatan kemanusiaan dan membuka ruang negosiasi dalam menangani konflik di beberapa daerah di Tanah Papua. Upaya pembebasan Pilot Selandia Baru, Kapten Philip Mark Mehrtens, salah satu yang disoroti.

Pernyataan desakan dari para pimpinan gereja di Tanah Papua ini terdiri dari Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Yanuarius You, Presiden GIDI Pdt. Dorman Wandikbo, Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua Pdt. DR. Socratez Sofyan Yoman, Ketua Sinode Kingmi di Tanah Papua Pdt. Tilas Mom, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pdt. Andrikus Mofu, dan Moderator Dewan Gereja Papua Pdt. DR. Benny Giay.

Dalam penyampaian pernyataannya, pimpinan gereja menjelaskan keprihatinan ini berangkat dari lahirnya korban sipil maupun aparat keamanan sejak status operasi militer dari pendekatan lunak atau soft approach ditingkatkan menjadi operasi siaga tempur darat yang ditetapkan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono di Timika, Papua Tengah pada Selasa (18/4/2023).

“Terkait suasana ini, kami tidak menghendaki banyak korban sipil berjatuhan, maka dengan hormat kami minta Presiden Republik Indonesia sebagai panglima tertinggi, mohon dengan sangat agar supaya memerintahkan panglima atau pimpinan militer yang ada di TKP supaya pasukan ditarik. Dan perlu dilakukan langkah-langkah negosiasi, pendekatan kemanusiaan,” kata Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Yanuarius You pada jumpa pers di Kota Jayapura, Rabu (26/4/2023).

Uskup Yan mengatakan pendekatan militer tidak pernah menyelesaikan masalah.

“Kita sudah belajar dari lihat hal itu dimana-mana, kalau pendekatan militer yang dikedepankan. Karena itu, kami minta dengan sangat kepada presiden sekali lagi sebagai panglima tertinggi supaya memerintahkan kepada panglima militer yang ada di lokasi agar supaya segera tarik pasukan yang ada. Kami tidak mau sampai ada banyak korban, apalagi bom dijatuhkan. Itu sudah punya akibat yang luar biasa untuk manusia dan lingkungan. Dan hal macam ini pasti saja tidak disetujui oleh dunia,” lagi kata Uskup Yan.

Terkait kekerasan di Tanah Papua, Amnesty International Indonesia mencatat, sejak 2018 hingga 2022 terdapat setidaknya 91 kasus pembunuhan di luar hukum yang melibatkan aparat TNI, Polri, petugas lembaga pemasyarakatan, dan kelompok pro-kemerdekaan Papua yang menewaskan setidaknya 177 warga sipil. Sementara itu, jumlah anggota TNI-Polri yang jadi korban pada periode yang sama sebanyak 44 orang, dan anggota kelompok pro-kemerdekaan sebanyak 21 orang.

BERITATERKAIT

Dialog dan pemahaman sejarah penting untuk perdamaian di Tanah Papua

Perbedaan dan keragaman, keniscayaan yang tidak bisa dihindari di Tanah Papua

Amnesty Internasional Indonesia: Hentikan pembunuhan warga sipil di Tanah Papua

HONAI menyerukan pembukaan akses kemanusiaan ke Tanah Papua

Data Institute for Policy Analysis and Conflict Studies (IPAC) juga menunjukkan bahwa jumlah insiden kekerasan terkait pemberontakan dari 2010 hingga 2021 terus meningkat, hingga melebihi 80 kasus pada tahun 2021.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 320 jiwa, sebagian besar warga sipil (178 orang), sedangkan dari pasukan keamanan 92 orang, dan kelompok bersenjata 50 orang. Sebanyak 98 persen kematian (316 jiwa) terjadi di Provinsi Papua.

Riset dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) juga mengungkapkan kekerasan di Papua, empat kali lebih besar daripada rata-rata nasional. Ini sangat ironis mengingat Papua memiliki salah satu ratio pasukan keamanan per penduduk tertinggi dibandingkan dengan provinsi lain”

“Seharusnya jumlah pasukan keamanan berbanding lurus dengan situasi keamanan di daerah tersebut, tetapi situasi justru menunjukkan sebaliknya,” kata Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, dilansir Kompas.id.

Utusan Khusus

Terkait upaya pembebasan Pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, para pimpinan gereja meminta Presiden Jokowi menunjuk utusan khusus untuk bernegosiasi dengan penyandera kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di bawah pimpinan Egianus Kogoya.

“Sebaiknya Presiden (Joko Widodo) menunjuk tim negosiator atau special envoy (utusan khusus) supaya bisa komunikasi dengan pihak-pihak terutama TPNPB dan pemerintah Indonesia, seperti penyelesaian dengan GAM Aceh 15 Agustus 2005. Itu contoh yang bisa digunakan negara,” kata Presiden PGBWP, Pdt. DR. Socratez Sofyan Yoman.

Tak hanya utusan khusus dari Jakarta. Alternatif lain yang dapat digunakan, kata Pdt. Yoman, adalah melalui pendekatan gereja.

“Kami minta Presiden untuk memerintahkan supaya pasukan yang ada di Nduga ditarik semua, wilayah itu disterilkan, dan memberikan ruang bagi tim negosiasi dari gereja untuk mendekati Egianus Kogoya,” imbaunya.

Presiden GIDI Pdt. Dorman Wandikbo berharap masalah yang ditimbulkan akibat operasi militer ini menjadi perhatian serius Presiden Joko Widodo. Di sejumlah daerah konflik, masyarakat sipil baik orang asli Papua maupun non-papua kehilangan akses terhadap pelayanan dasar seperti rumah, layanan kesehatan, sekolah, hingga gereja.

“Kami tidak mau ada konflik di Papua dan hari ini lebih banyak pasukan (militer) non-organik di Paniai, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya dan Nduga dari tahun 2018 di Nduga. Masyarakat banyak tidak sekolah, anak-anak tidak bisa sekolah karena sekolah dan puskesmas dipakai militer. Rumah pastori, gereja mereka (militer) pakai jadi orang Papua tidak bisa tinggal di rumah, tidak ada tempat pengobatan, semua (mengungsi) di luar, di hutan,” kata Pdt. Wandikbo.

Sementara itu Moderator Dewan Gereja Papua, Pdt. DR. Benny Giay mengatakan tuntutan penyelesaian masalah Papua tanpa senjata sejalan dengan pernyataan Presiden Jokowi di depan publik beberapa kali. Karenanya, pendeta berharap, Presiden Jokowi dapat memenuhi komitmennya.

“Ini semacam kegelisahan kami sebagai pimpinan gereja yang mengikuti dinamika pembangunan politik di Papua sejak Agustus 2019, jadi kami berharap Bapak Presiden Jokowi dan kabinetnya bisa melihat surat ini sebagai salah satu langkah lain yang manusiawi mengedepankan dialog. Toh presiden sendiri dalam pidatonya tanggal 15 Juni 2021 bicara tentang penyelesaian masalah Papua tanpa senjata. Atau sebelumya pada 30 September 2019 beliau sudah bicara menunjukkan niatnya untuk bertemu dengan kelompok–istilah yang dia pakai adalah separatis (TPNPB OPM),” kata Pdt. Giay. (*)

Tags: Dialog Damaigereja Baptis West PapuaGereja Kemah Injil di Tanah PapuaGKI di Tanah PapuaKeuskupan JayapuraOperasi MiliterTanah Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Perdamaian di Tanah Papua

Dialog dan pemahaman sejarah penting untuk perdamaian di Tanah Papua

September 17, 2026
Perbedaan dan keragaman di Tanah Papua

Perbedaan dan keragaman, keniscayaan yang tidak bisa dihindari di Tanah Papua

September 17, 2026

Amnesty Internasional Indonesia: Hentikan pembunuhan warga sipil di Tanah Papua

September 17, 2026

HONAI menyerukan pembukaan akses kemanusiaan ke Tanah Papua

September 15, 2026

HONAI hadir untuk perdamaian dan kemanusiaan di Tanah Papua

September 15, 2026

Korneles Howay harapan baru sepak bola Tanah Papua

September 14, 2026
Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project
19 September 2026
Boven Digoel customary council backs Awyu community in opposing the National Strategic Project

Jayapura, Jubi – The Boven Digoel Customary Community Institution (LMA) in South Papua has declared its support for the Awyu [...]

Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence
19 September 2026
Vocational training gives students with disabilities a pathway to independence

Jayapura, Jubi – Pembina Papua State Special School (SLB Negeri Pembina Papua) is expanding vocational education for students with disabilities [...]

Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua
18 September 2026
Amnesty International Indonesia calls for end to killings of civilians in Papua

Jayapura, Jubi – Amnesty International Indonesia has called for an end to the killing of civilians in Papua by armed [...]

Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say
18 September 2026
Dialogue and understanding Papua’s history key to peace, speakers say

Jayapura, Jubi — Pastor Yance Douw of the Jayapura Diocese says dialogue, access to information, solidarity and a better understanding [...]

The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road
17 September 2026
The West Papua National Liberation Army (TPNPB) Kodap Ndugama claims responsibility for fatal shooting on Wamena-Nduga road

Jayapura, Jubi – The West Papua National Liberation Army (TPNPB) has claimed responsibility for the shooting that killed a driver, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

September 20, 2026
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

September 19, 2026
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

September 19, 2026
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

September 19, 2026
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

September 19, 2026
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

September 19, 2026
Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

Persipura ditahan imbang Kendal Tornado FC

September 18, 2026
Presiden Lai Ching-te

Presiden Lai Ching-te sebut Tuvalu dan Taiwan seperti saudara

September 19, 2026
Gubernur Fakhiri

Gubernur Fakhiri sampaikan tantangan pembangunan Papua ke pemerintah pusat

September 18, 2026
PEPARDA Papua Tengah

PEPARDA I Papua Tengah: Ruang disabilitas untuk berprestasi

September 19, 2026
LMA dukung Suku Awyu menolak PSN

LMA Boven Digoel dukung Suku Awyu menolak PSN

September 19, 2026
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi memberikan waktu Pemkab Sorong menjawab tuntutan

0
Uncen

Manfun Kawasa Byak berdukacita atas meninggalnya Rektor Uncen

0
Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

0
e-Sport

Kabupaten Jayapura gelar kompetisi e-sport Mobile Legend Bang-bang

0
Papua Barat

Warga Papua Barat mengucapkan selamat HUT kemerdekaan PNG ke 51 tahun

0
PNG

PNG naikkan gaji guru 30 persen selama tiga tahun ke depan

0
Hutan di PNG

PBB mendesak PNG lindungi hak atas tanah masyarakat adat

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara