Jayapura, Jubi – Kebijakan penerimaan siswa baru tanpa pungutan saat pendaftaran masuk di sekolah negeri masih sulit diterapkan di Kota Jayapura. Sejumlah sekolah mungkin masih memberlakukannya pada tahun ajaran baru mendatang.
Kepala SMP Negeri 14 Jayapura Heisber Woppya mengaku penggratisan biaya masuk sekolah masih sulit mereka terapkan. Ada sejumlah komponen biaya dan kebutuhan siswa tidak ditanggung pemerintah.
“Ada bagian-bagian [pembiayaan] yang tidak di-cover oleh Bantuan Operasional Sekolah. Contohnya, atribut sekolah, dan baju olahraga. Itu bagian dari peraturan sekolah,” kata Woppya, saat ditemui pada Kamis (13/3/2025).
Woppya berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Jayapura menyosialisasikan kondisi faktual tersebut. Itu supaya tidak timbul kesalahpahaman di masyarakat.
Penghapusan biaya masuk sekolah menjadi salah satu janji politik serta misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura Abisai Rollo-Rustan Saru. Rollo juga telah mengintruksikan ketentuan itu kepada seluruh kepala sekolah di Kota Jayapura.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kota Jayapura Yoppi Y Hanuebi meminta pihak sekolah merundingkan terlebih dahulu setiap rencana pemungutan kepada orang tua siswa. Jika mereka setuju, phak sekolah bisa tetap memberlakukan pungutan.
“Masuknya [pendaftaran siswa baru] tetap gratis. Terkait [pengadaan] atribut sekolah, baju olahraga, dan seragam batik bisa dibicarakan lebih lanjut dengan pihak orang tua siswa,” kata Hanuebi. (*)





























