• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Vanuatu gagal memanfaatkan sumber daya ikan tuna yang melimpah

May 5, 2026
in Pasifik
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Arjuna Pademme
Tuna

Ikan tuna dari POrt Villa,Vanuatu - Jubi/vanuatudailynews.vu

0
SHARES
5
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Perdana Menteri (PM) Vanuatu, Jotham Napat menyatakan bahwa negaranya gagal memanfaatkan sepenuhnya sumber daya tuna yang dimilikinya.

Katanya, negara tersebut kehilangan pendapatan nasional yang signifikan dan harus segera mereformasi sektor perikanannya.

Perairan Vanuatu, bersama dengan negara tetangga seperti Fiji,Kepulauan Solomon dan Papua Nugini merupakan salah satu wilayah penangkapan ikan albakora (albacore) yang signifikan, sering digunakan untuk tuna kalengan.

Selain itu, kawasan ini kaya akan jenis tuna lain seperti sirip kuning (yellowfin)
Hal ini dikatakan PM Vanuatu Jotham Napat dalam peringatan Hari Tuna Sedunia, di Port Villa, Senin (4/5/2026), sebagaimana dilansir jubi.id dari laman internet,www.dailypost.vu, Selasa (5/5/2026)

Lebih lanjut PM Napat mengatakan bahwa ia sangat mencintai lautan dan hadir untuk menyoroti pentingnya sumber daya laut bagi masa depan Vanuatu.

Ia menyatakan kekecewaannya atas ketidakhadiran Direktur Jenderal (DG) Perikanan, menyerukan kepada para pejabat untuk “meningkatkan kinerja” dan menekankan bahwa Kementerian Perikanan didirikan karena pentingnya sektor tersebut bagi negara.

“Sebagai warga Ni-Vanuatu, dan sebagai sebuah negara, kita belum memaksimalkan potensi sumber daya laut kita,” katanya.

BERITATERKAIT

Hari Tuna Sedunia: Pentingnya kesadaran tentang ekologi dan ekonomi ikan tuna

Pemerintah Vanuatu tandatangani MoU proyek energi panas bumi

Pembela hak-hak perempuan Vanuatu, serukan akhiri eksploitasi

Polisi Selandia Baru membuka ‘Kiwi Whare’ di Vanuatu

Napat mengatakan bahwa ia tidak akan mengikuti pidato yang telah disiapkan, melainkan memilih untuk menyampaikan kekhawatiran utama pemerintah tentang pengelolaan perikanan dan keuntungan ekonomi.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Secara khusus, ia menunjuk pada perjanjian perikanan Sino-Van tahun 2005, dengan mengatakan bahwa Vanuatu belum memperoleh manfaat maksimal dan harus mempertimbangkan kembali apakah negara tersebut benar-benar mendapatkan keuntungan dari perjanjian tersebut.

“Tuna bukan sekadar komoditas; tuna adalah sumber daya yang memiliki nilai ekonomi penting,” ucapnya.

PM Napat mengungkapkan bahwa Pemerintah telah berupaya untuk memulihkan pendapatan perikanan yang belum dibayar atau belum terkumpul selama 20 tahun terakhir.

Katanya, reformasi kini mulai menunjukkan beberapa peningkatan dalam pengumpulan dari kapal-kapal penangkap tuna yang berbendera Vanuatu.

Namun, ia memperingatkan bahwa pendapatan yang signifikan masih belum diperoleh.

“Pendapatan yang diperkirakan sekitar 20 miliar VT hilang,” ujarnya.

Ia mengatakan, penerimaan pendapatan perikanan saat ini masih jauh di bawah ekspektasi, dengan hanya sekitar VT1 miliar yang terkumpul dibandingkan dengan proyeksi VT4 miliar per tahun. Nilai kurs 1 Vatu Vanuatu (VUV) nilainya sekitar 0,0084 – 0,0085 Dolar AS (USD)

“Hal ini harus berubah di sektor perikanan kita,” katanya.

Napat mengatakan Vanuatu harus menyadari skala sumber daya lautnya, dengan mencatat bahwa sekitar 80 persen wilayah negara itu adalah lautan dan hanya 20 persen adalah daratan.

“Kita melihat stok tuna menurun. Kita perlu mengelolanya dengan benar,” kata PM, menambahkan bahwa ia akan bertemu dengan para pemimpin dari Fiji dan Papua Nugini untuk membahas kawasan cagar laut guna membantu melindungi stok ikan.

PM Napat juga menyampaikan kekhawatiran tentang ikan tuna yang ditangkap di perairan Vanuatu yang diekspor dengan label asing, khususnya melalui Fiji.

“Ikan tuna yang ditangkap di perairan kita dikirim ke Fiji, diberi label sebagai produk Fiji, dan diekspor. Ini tidak benar,” ucapnya.

Perdana Menteri mengatakan bahwa perusahaan yang beroperasi di perairan Vanuatu diwajibkan untuk membayar persentase pendapatan kepada Pemerintah, tetapi hal ini tidak ditegakkan dengan benar.

“Hukum kita mewajibkan perusahaan perikanan untuk membayar persentase tertentu kepada Pemerintah. Sayangnya, ini tidak berhasil,” ujarnya.

Napat mengkritik apa yang ia sebut sebagai optimisme yang menyesatkan dalam laporan resmi, dengan mengatakan bahwa realitas sektor tersebut tidak sesuai dengan pernyataan yang telah disiapkan.

“Saya memilih untuk tidak membaca pernyataan yang telah disiapkan karena pernyataan itu tidak mencerminkan kenyataan,” katanya.

Meskipun ikan tuna dipamerkan dan dirayakan selama acara tersebut, manfaat ekonominya tidak didistribusikan secara adil.

“Ikan tuna yang dipamerkan hari ini sebenarnya bukan milik kami. Kami mengekspornya, tetapi labelnya milik orang lain.”

Perdana Menteri mengatakan bahwa ia telah meninjau berbagai laporan dan menyatakan kekecewaannya terhadap kondisi sektor tersebut saat ini, sambil menekankan bahwa masalah ini harus diungkapkan kepada publik.

Ia menyerukan reformasi total di sektor perikanan, memuji para pejabat atas upaya mereka tetapi menegaskan bahwa kinerja harus ditingkatkan.

“Kami mengharapkan lebih banyak, dan rakyat kami mengharapkan lebih banyak dari kami,” katanya.

Napat juga mengatakan bahwa dengan reformasi yang tepat, Vanuatu dapat menghasilkan antara VT5 miliar dan VT6 miliar setiap tahunnya dari industri tuna, dibandingkan dengan VT1 miliar saat ini.

Ia mendesak kerja sama dan persatuan di antara para pemangku kepentingan untuk memastikan kepentingan nasional diutamakan.

“Ini negara kita. Jika perjanjian tidak menguntungkan kita, kita harus mempertimbangkan kembali atau membatalkannya,” katanya, secara khusus merujuk kembali pada perjanjian Sino-Van.

Ia juga mempertanyakan penundaan yang berkepanjangan dalam pembangunan pabrik pengalengan tuna, yang telah dibahas selama lebih dari 20 tahun tanpa kemajuan.

Perdana Menteri menegaskan kembali perlunya pemahaman dan pengelolaan sumber daya laut yang lebih kuat, dengan menyatakan bahwa ikan dan laut memiliki hubungan langsung.

Perayaan Hari Tuna Sedunia selama dua hari di Port Vila, yang dimulai kemarin, akan diakhiri hari ini dengan berbagai kegiatan di seluruh ibu kota.

Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi program penyadaran publik, pameran, dan keterlibatan komunitas yang menyoroti pentingnya sumber daya kelautan Vanuatu.

Perayaan akan diakhiri dengan final sepak bola besar di Stadion Port Vila antara Galaxy Football Club (FC) dan Tafea FC, yang diperkirakan akan menarik banyak penonton sebagai bagian dari rangkaian acara penutup. (*)

Tags: ikan tunaSumber dayatunaVanuatu
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Emas

20 batangan emas ditemukan di bandara Internasional Jackson Port Moresby

May 5, 2026
Parlemen perempuan

Niue mencatatkan anggota parlemen perempuan terbanyak dalam sejarah

May 5, 2026

Hari Tuna Sedunia: Pentingnya kesadaran tentang ekologi dan ekonomi ikan tuna

May 4, 2026

Hari Tuna Sedunia: Apa langkah selanjutnya untuk perikanan berkelanjutan di Pasifik

May 4, 2026

PNG perkuat kerjasama kesehatan regional dengan Filipina

May 4, 2026

Fiji naik ke peringkat 24 dalam indeks kebebasan pers dunia

May 4, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
SD Inpres Omlyom

SD Inpres Omlyom laksanakan ujian meski fasilitas terbatas

May 5, 2026
AMSI

Anggota AMSI diminta segera perbarui digital security

May 5, 2026
Sampah di Sungai Ayamaru

Selamatkan ikan pelangi, pelajar bersihkan sampah dari sungai Ayamaru

May 5, 2026
Emas

20 batangan emas ditemukan di bandara Internasional Jackson Port Moresby

May 5, 2026
Tuna

Vanuatu gagal memanfaatkan sumber daya ikan tuna yang melimpah

May 5, 2026
Parlemen perempuan

Niue mencatatkan anggota parlemen perempuan terbanyak dalam sejarah

May 5, 2026
Media digital

Transformasi media digital: Tantangan platform dan peran AI menjaga kualitas informasi

May 5, 2026
Pesta Babi

‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

April 21, 2026
Poster film dokumenter Pesta Babi - Dok. Jubi

Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

April 19, 2026
Korupsi

Enam tersangka korupsi seragam DPR Papua Barat Daya dilimpahkan ke Kejari

May 4, 2026
Solidaritas Mahasiswa

Peringatan Hardiknas: Mahasiswa Sorong Raya tolak MBG

May 4, 2026
Hari Tuna

Hari Tuna Sedunia: Apa langkah selanjutnya untuk perikanan berkelanjutan di Pasifik

May 4, 2026
Kebijakan kesehatan

Kebijakan kesehatan di Tanah Papua perlu perubahan

May 3, 2026
UMKM

UMKM di Manokwari gelar demonstrasi karena merasa ditelantarkan BGN

May 4, 2026
SD Inpres Omlyom

SD Inpres Omlyom laksanakan ujian meski fasilitas terbatas

0
AMSI

Anggota AMSI diminta segera perbarui digital security

0
Sampah di Sungai Ayamaru

Selamatkan ikan pelangi, pelajar bersihkan sampah dari sungai Ayamaru

0
Emas

20 batangan emas ditemukan di bandara Internasional Jackson Port Moresby

0
Tuna

Vanuatu gagal memanfaatkan sumber daya ikan tuna yang melimpah

0
Parlemen perempuan

Niue mencatatkan anggota parlemen perempuan terbanyak dalam sejarah

0
Media digital

Transformasi media digital: Tantangan platform dan peran AI menjaga kualitas informasi

0

English Stories

Jean Bisay, Chair of the Organizing Committee for World Press Freedom Day, delivers the committee report at Lukmen II Hall, Papua Governor’s Office, Jayapura, on Monday (May 4, 2026). — Jubi/Larius Kogoya
Pacnews

Papua Province hosts Indonesia’s World Press Freedom Day commemoration

May 5, 2026
Micro, small, and medium enterprise (MSME) actors in Manokwari stage a protest urging an evaluation of the National Nutrition Agency (BGN) for the West Papua region. — Jubi/Dok Thomas
Pacnews

MSMEs in Manokwari protest alleged neglect by National Nutrition Agency

May 5, 2026
Sorong Raya Student Solidarity in Southwest Papua during a peaceful protest rejecting the Free Nutritious Meal (MBG) program, Monday (May 4, 2026). — Jubi/Gamaliel Kaliele
Pacnews

National Education Day (Hardiknas) Commemoration: Sorong Raya students reject Free Nutritious Meal (MBG)

May 5, 2026
A suspect in the alleged corruption case involving uniform procurement at the Southwest Papua Regional House of Representatives (DPR Papua Barat Daya) is escorted for transfer to the Sorong District Prosecutor’s Office, Monday (May 4, 2026). — Jubi/Gamaliel Kaliele
Pacnews

Six Suspects in Southwest Papua Regional Representative Council Corruption Case Handed Over to Prosecutors

May 5, 2026
Illustration of Free Nutritious Meal Program (MBG) for primary school students in Jayapura – Courtesy of Jubi
Pacnews

Government targets expansion of Free Nutritious Meal Program in Papua

May 4, 2026

Trending

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Enam tersangka korupsi seragam DPR Papua Barat Daya dilimpahkan ke Kejari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peringatan Hardiknas: Mahasiswa Sorong Raya tolak MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Tuna Sedunia: Apa langkah selanjutnya untuk perikanan berkelanjutan di Pasifik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara