Jayapura, Jubi – Perdana Menteri (PM) Papua Nugini (PNG), James Marape telah kembali ke negeranya setelah menghadiri perayaan kemerdekaan Vanuatu ke-46 di Port Villa ibukota Republik Vanuatu sebagai tamu kehormatan, pada 31 Juli 2026.
Marape menyampaikan apresiasi tulusnya kepada Perdana Menteri Jotham Napat, Pemerintah, dan rakyat Vanuatu atas undangan dan keramahan yang diberikan kepadanya dan delegasinya.
Ia berterima kasih kepada Perdana Menteri Jotham Napat, Pemerintah, dan rakyat Vanuatu karena telah mengundangnya untuk menjadi bagian dari perayaan nasional yang penting ini.
“Papua Nugini menghargai persahabatannya yang telah lama terjalin dengan Vanuatu, sebuah hubungan yang terjalin melalui warisan Melanesia kita bersama dan diperkuat selama beberapa dekade melalui rasa saling menghormati dan kerja sama,” kata Marape sebagaimana dilansir Jubi dari laman tvwan.com.pg Senin (3/8/2026).
Perdana Menteri juga merefleksikan hubungan historis yang erat antara kedua negara, mengingat dukungan Papua Nugini untuk Vanuatu setelah kemerdekaannya pada 1980.
Katanya, di bawah kepemimpinan mendiang Kepala Suku Agung Sir Julius Chan, Papua Nugini menjawab seruan Vanuatu untuk meminta bantuan selama Pemberontakan Santo.
Angkatan Pertahanan Papua Nugini dikerahkan untuk membantu memulihkan stabilitas dan menjaga persatuan negara yang baru merdeka tersebut.
“Tindakan solidaritas Melanesia yang menentukan itu menempa ikatan khusus antara kedua negara kita yang bertahan hingga hari ini,” ucapnya.
Lebih lanjut Marape mengatakan, diskusinya dengan Perdana Menteri Napat berfokus pada membangun kemitraan yang lebih kuat yang akan menguntungkan kedua negara di masa depan.
“Kami sepakat bahwa hubungan kita sekarang harus melampaui sejarah dan sentimen menuju kerja sama ekonomi yang lebih besar. Kami menginginkan kemitraan yang lebih kuat dalam perdagangan, investasi, pertanian, pariwisata, pertambangan, peternakan, pendidikan, perawatan kesehatan, dan keterlibatan antar masyarakat yang lebih luaa,” ujarnya.
Ia mengatakan, kedua pemimpin sepakat untuk mempermudah warga dan bisnis dari kedua negara untuk berinteraksi, berinvestasi, dan bepergian.
“Sebagai negara-negara Melanesia yang saling berdekatan, kami ingin rakyat kami menikmati kemudahan perjalanan dan akses yang lebih besar antar negara kami. Bisnis-bisnis kami juga harus didorong untuk mengeksplorasi peluang yang menciptakan lapangan kerja dan kemakmuran bagi kedua negara,” katanya.(*)






















Discussion about this post