Jayapura, Jubi – Perdana Menteri Vanuatu, Jotham Napat telah mengumumkan subsidi dukungan bahan bakar minyak (BBM) baru seiring berlanjutnya konflik di Iran. Pengumuman itu disampaikan, Jumat (1/5/2026).
Dalam pidato nasional Jotham Napat mengatakan bahwa Dewan Menteri (Kabinet) telah menyetujui paket dukungan enam bulan sebesar VT766 juta (US$6,4 juta) yang menargetkan sektor listrik, transportasi, dan pertanian untuk mengurangi dampak perang.
Napat mengatakan, perhitungan ini didasarkan pada peningkatan biaya yang terkait langsung dengan krisis bahan bakar global akibat penutupan Selat Hormuz, seperti dikutip jubi.id dari laman internet RNZ Pasifik, Senin (4/5/2026).
Sektor penerbangan menerima alokasi sebesar VT100 juta, penyedia utilitas listrik mendapat VT109 juta, penyedia transportasi umum menerima VT150 juta, dan hampir VT200 juta dialokasikan untuk sektor pertanian.
Pembayaran satu kali sebesar VT150 juta akan didistribusikan kepada operator transportasi umum terdaftar, termasuk sekitar 1200 bus, 800 kendaraan umum, 600 taksi, dan 700 perahu umum, untuk mendukung operasional selama tiga bulan, seperti yang dilaporkan oleh Vanuatu Daily Post .
Napat mengatakan dana tersebut akan didistribusikan langsung kepada perusahaan terdaftar dan pemilik usaha yang beroperasi di sektor sasaran.
Tujuannya adalah untuk menjaga biaya bagi konsumen serendah mungkin selama perang di Iran masih berlangsung.
Mengenai pasokan bahan bakar, ia mengatakan pemerintah terus memantau situasi dan mendesak masyarakat untuk tidak melakukan pembelian panik karena hal itu hanya akan memperburuk situasi yang sudah buruk.(*)






















Discussion about this post