Jayapura, Jubi – Tim peneliti dari Kementerian Perikanan Fiji berhasil memantau dan melepasliarkan 19 tukik penyu Lekang di kawasan Leleuvia Island Resort, salah satu lokasi utama peneluran spesies yang terancam punah kritis tersebut di Fiji.
Tim mencatat satu sarang aktif, sementara pihak resor melaporkan tukik mulai menetas tidak lama setelah tengah malam, 15 Februari 2026, setelah melalui masa inkubasi sekitar 70 hari. Demikian dikutip jubi.id dari laman internet, www.fijitimes.com.fj Rabu (18/2/2026).
Sebanyak 19 tukik diperiksa oleh petugas perikanan sebelum dilepasliarkan ke laut, sedangkan sejumlah tukik lainnya mencapai perairan secara alami tanpa bantuan.
Kementerian memuji komitmen resor untuk melindungi lokasi bersarang dan mengatakan akan tetap bekerja dengan mitra untuk memastikan konservasi jangka panjang populasi penyu laut Fiji.
Pelepasan 19 ekor tukik (anak penyu) jenis Lekang (Lepidochelys olivacea) merupakan jenis penyu yang terancam punah di Fiji sehingga upaya penyelamatan dan konservasi perlu digalakkan.
Tukik-tukik ini berasal dari satu sarang telur penyu yang menetas dan dilepasliarkan kembali ke laut untuk meningkatkan peluang kelangsungan hidup mereka di habitat asli. Tujuan pelepasan tukik tukik ini penting, mempertahankan populasi penyu yang terancam punah sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem laut.
Memang harus diakui bahwa ratusan hingga ribuan tukik dilepas secara berkala, namun hanya sebagian kecil yang diprediksi bertahan hingga dewasa.
Pelepasan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar, di mana ribuan atau puluhan dan belasan tukik dilepasliarkan sepanjang tahun untuk melindungi ekosistem pesisir.(*)


















Discussion about this post