Jayapura, Jubi – Kantor Pemilihan Umum Vanuatu telah mengonfirmasi bahwa 52 kursi di 18 daerah pemilihan, akan diperebutkan oleh 217 kandidat termasuk tujuh calon legislatif di Parlemen Vanuatu yang di antaranya adalah perempuan.
Awalnya ditetapkan pada 14 Januari, tanggal pemilihan telah diundur ke tanggal 16 Januari. Jadwal ini undur, karena adanya bencana gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter pada 17 Desember di Port Villa Vanuatu, demikian dikutip Jubi dari RNZ Pasifik, Jumat (10/1/2025). Empat belas orang tewas dalam gempa tersebut, dan 265 lainnya terluka.
Pemilu dadakan itu dipicu ketika presiden membubarkan Parlemen, menjelang mosi tidak percaya terhadap Perdana Menteri sementara, Charlot Salwai.
Mosi tersebut mengikuti tren ketidakstabilan dalam kepemimpinan Vanuatu, karena negara tersebut telah memiliki empat Perdana Menteri dalam tiga tahun terakhir.
Lionel Kaluat, Sekretaris Jenderal Dewan Pemerintah Provinsi Shefa, telah mengumumkan kepada calon pemilih bahwa hanya individu dengan kartu identitas yang sah dan namanya tercantum dalam daftar pemilih, yang akan diizinkan untuk memberikan suara.
Kaluat menekankan bahwa praktik mengizinkan pemilih yang tidak terdaftar untuk memilih, seperti yang diizinkan pada pemilihan sebelumnya, tidak akan ditoleransi lagi.
Kaluat menekankan bahwa langkah-langkah ketat akan dilakukan untuk memastikan keadilan dan kepatuhan terhadap hukum pemilu.
Ia telah memberikan tanggung jawab kepada administrator daerah, untuk memastikan bahwa tempat pemungutan suara di seluruh Provinsi Shefa siap bagi pemilih, pada hari pemilihan.
Para kandidat harus mengakhiri kampanye mereka pada 13 Januari di tengah reruntuhan bangunan dan gempa susulan yang mengkhawatrikan warga Vanuatu.
Kaluat mendesak partai-partai politik untuk melaksanakan kampanye mereka secara bertanggung jawab dan tidak menyalahgunakan kampanye mereka, atau mencoba memanipulasi dan memengaruhi pemilih secara tidak semestinya, atau melakukan praktik ilegal lainnya. (*)





















Discussion about this post