Jayapura, Jubi — “Pada Hari Hak Asasi Manusia ini, kami kembali berkomitmen untuk membangun Fiji di mana setiap orang merasa aman di rumah dan komunitas mereka.”
Direktur Eksekutif Gerakan Hak-Hak Perempuan Fiji (FWRM), Nalini Singh, menyoroti hal ini setelah Pawai Koalisi LSM dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia Sedunia di Taman Sukuna. Demikian dikutip Jubi.id dari laman fijivillage.com, Rabu (10/12/2025).
Singh mengatakan bahwa kita harus menciptakan ruang aman di mana setiap suara dapat didengar tanpa rasa takut, setiap anak tumbuh dengan mengetahui bahwa mereka dihargai, dan setiap pemimpin menjunjung tinggi prinsip-prinsip keadilan, akuntabilitas, dan rasa hormat.
Ia menegaskan bahwa hak asasi manusia bukanlah ide asing — HAM adalah bagian dari jati diri masyarakat Fiji dan kawasan Pasifik.
Tema tahun ini adalah “Hak Asasi Manusia, Kebutuhan Sehari-hari Kita.”
Singh mengatakan tema tersebut menekankan relevansi abadi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) dan nilai-nilai intinya: kesetaraan, keadilan, kebebasan, dan martabat.
Ia menambahkan bahwa di Fiji, Hari HAM bukan hanya tentang deklarasi global, tetapi tentang bagaimana masyarakat memperlakukan satu sama lain setiap hari, bagaimana melindungi kelompok rentan, dan bagaimana meminta pertanggungjawaban kepada pihak yang berkuasa.
Direktur Eksekutif itu mengatakan tradisi Pasifik dan Fiji mengajarkan nilai kepedulian kolektif, yang memperkuat perjalanan daerah tersebut dalam memperjuangkan hak asasi manusia.
Singh menyebut ada sejumlah tantangan, antara lain meningkatnya kekerasan, menyempitnya ruang publik, tekanan ekonomi, penggunaan narkoba, serta epidemi HIV yang mengkhawatirkan.
Ia menambahkan bahwa tantangan-tantangan tersebut menguji komitmen Fiji terhadap keadilan, kesetaraan, dan belas kasih.
Singh mendesak semua pihak untuk bergerak maju bersama dengan keberanian, kasih sayang, dan keyakinan bahwa Fiji dapat menjadi tempat di mana hak-hak setiap orang benar-benar dilindungi — bukan hanya dalam kata-kata, tetapi melalui tindakan nyata, sistem yang adil, dan pilihan-pilihan sehari-hari.
Pandangan PBB tentang Hari HAM 2025
Mengutip news.un.org, sebagai bagian dari kampanye Hari Hak Asasi Manusia 2025 — Kebutuhan Sehari-hari Kita — kantor hak asasi manusia PBB (OHCHR) mengundang masyarakat untuk menuliskan hal-hal yang paling penting bagi mereka.
Dengan bantuan kecerdasan buatan, UN News menganalisis tema-tema terpopuler berdasarkan tanggapan yang diterima. Dengan jawaban beragam — mulai dari “cinta” hingga “pendidikan untuk semua” — hasil survei tersebut menggambarkan bagaimana Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hari Hak Asasi Manusia diperingati setiap 10 Desember. Pada tanggal itu tahun 1948, deklarasi ditandatangani, menjabarkan 30 pasal yang melindungi hak-hak dasar manusia, termasuk perlindungan dari perbudakan dan kesetaraan di hadapan hukum.
Dokumen ini tetap menjadi dokumen yang paling banyak diterjemahkan di dunia — tersedia dalam 577 bahasa.
Beberapa Tanggapan Peserta Survei dan Pasal DUHAM Terkait
Harga diri
- “Bersikap manusiawi kepada semua makhluk.” (Pakistan)
- “Akses terhadap keadilan itu penting karena saya percaya setiap orang berhak kesempatan untuk didengar.” (Serbia)
- “Setiap perempuan berhak hidup tanpa rasa takut, dengan rasa hormat dan martabat.”
- “Berbicara tanpa rasa takut.” (India)
Pasal terkait:
Pasal 1, Pasal 11, Pasal 19.
Keseimbangan antara waktu luang dan kehidupan kerja
- “Kebebasan menikmati alam, berjalan kaki, berkemah, atau mendaki bersama orang terkasih.” (Inggris)
- “Berolahraga dan mengobrol dengan teman-teman.” (Swiss)
- “Mengikuti kelas dansa sepulang kerja!” (AS)
Pasal terkait:
Pasal 24.
Keamanan
- “Rumahku. Aku berharap semua orang bisa memiliki tempat tinggal yang aman.” (AS)
- “Hidup dalam damai.”
- “Atap yang kokoh di atas kepala.” (Korea)
Pasal terkait:
Pasal 3.
Kesehatan dan kesejahteraan
- “Air bersih, gratis, dan konsisten.” (Kanada)
- “Lingkungan yang aman, bersih, sehat, dan berkelanjutan.” (Swiss)
- “Akses obat-obatan.” (Lebanon)
Pasal terkait:
Pasal 25.
Pendidikan
- “Setiap anak berhak mendapat pendidikan tanpa diskriminasi.”
- “Akses pendidikan — memberdayakan dan seharusnya menjadi hak semua orang.” (Afghanistan)
Pasal terkait:
Pasal 26.
Tema Hari HAM 2025: “Human Rights, Our Everyday Essentials”
PBB menegaskan bahwa:
- Positif: HAM membawa rasa aman, bahagia, dan damai.
- Esensial: HAM adalah kebutuhan dasar setiap manusia.
- Dapat dicapai: Perlindungan HAM dimulai dari tindakan kecil — menghormati, menyuarakan ketidakadilan, mendengarkan yang terpinggirkan.
Demikian tema dan harapan warga dunia yang dikutip dari news.un.org, Rabu (10/12/2025). (*)



















Discussion about this post