Jayapura, Jubi – Véronique Roger-Lacan, duta besar pertama Perancis untuk Pasifik yang berkantor di Nouméa, Kaledonia Baru, mencatat sejarah sebagai perempuan kulit berwarna pertama yang menduduki jabatan tersebut.
Lahir di Vietnam dari keluarga asal Pondicherry, India, yang merupakan bekas koloni Perancis hingga 1954, Roger-Lacan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang erat dengan pendidikan dan diplomasi.
Sebelum ditugaskan di Pasifik, Roger-Lacan telah menjalankan berbagai misi di wilayah Asia Tenggara, Afghanistan, dan Sahel.
Dia juga pernah berfokus pada urusan strategis dan keamanan Eropa, serta perang melawan pembajakan maritim. Jabatan terakhirnya adalah sebagai duta besar Perancis untuk UNESCO selama empat tahun, di mana dia menunjukkan kemampuannya dalam mendukung pencalonan warisan dunia seperti gunung berapi dan hutan Montagne Pelée di Martinik.
Sejak tiba di Kaledonia Baru pada 14 Oktober 2023, Véronique Roger-Lacan mulai mempelajari dinamika wilayah dan kompleksitas kelembagaannya.
“Diplomasi adalah soal memahami satu sama lain dan mencari cara untuk membela kepentingan bersama,” ujarnya kepada la1ere.francetvinfo.fr, yang dikutip jubi.id, Kamis (22/08/2024).
Dia yakin bahwa penunjukannya sebagai duta besar untuk Pasifik berkat pengalamannya dalam diplomasi resolusi krisis dan komitmen dalam urusan global.
Penempatan Roger-Lacan di Nouméa menjadi langkah penting bagi Perancis dalam memperkuat kehadirannya di kawasan Pasifik, di mana negara-negara pulau kerap kali menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim.
Roger-Lacan menekankan bahwa negara-negara kecil di kawasan ini sering kali merasa tidak nyaman dengan tekanan dari kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok, dan mereka menolak terjebak dalam konflik geopolitik yang lebih luas.
“Kami tidak ingin memaksakan pilihan, dan Perancis menghargai pendekatan ini,” katanya.
Menurutnya, keberadaan Perancis di Pasifik, termasuk pembukaan kedutaan baru di Samoa pada 2024, ditujukan untuk mendekatkan hubungan diplomatik dan menjawab harapan negara-negara di kawasan tersebut.
Selain itu, Roger-Lacan berharap dapat membantu Perancis dalam menyusun proyek kelautan untuk Pasifik, yang akan dipresentasikan pada konferensi PBB tentang lautan pada 2025.
Dia juga menyadari peran penting pemerintah Kaledonia Baru dan Polinesia Perancis dalam Forum Kepulauan Pasifik sebagai anggota penuh. Perancis, katanya, siap menjadi mitra dialog yang berkomitmen untuk mendukung upaya pembangunan di kawasan tersebut.
“Tujuan kami adalah memastikan bahwa wilayah seperti Kaledonia Baru dan seluruh komunitas Pasifik memperoleh manfaat sebesar mungkin dari kerja sama ini,” ujar Roger-Lacan, seraya menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan bersama di kawasan yang semakin strategis ini. (*)



















Discussion about this post