Jayapura, Jubi – Menyambut Tahun Baru 2025 di Fiji, warga setempat diperingatkan tidak menggunakan senjata bambu buatan sendiri, ‘Mariam Bamboo’atau ‘Dakai Bitu’ dalam perayaan Tahun Baru.
Hal ini terjadi menyusul tiga insiden terpisah awal tahun ini di mana tiga anak kecil yang sedang mengoperasikan senjata bambu selama perayaan Tahun Baru. Ketiga anak itu mengalami cedera pernapasan dan luka bakar yang serius.
Kementerian Kesehatan Fiji mengatakan cedera tersebut menyebabkan perawatan dan pengobatan jangka panjang di rumah sakit dan kini meninggalkan bekas luka permanen pada anak-anak. Demikian dikutip jubi.id dari www.fijivillage.com, Selasa (31/12/2024).
Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk berhenti menggunakan senjata bambu dan menikmati perayaan dengan bijaksana dan bertanggung jawab.
Kementerian juga menghimbau kepada para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya selama perayaan tersebut, dan untuk mengingatkan penggunaan meriam bambu adalah tindakan yang melanggar hukum dan dapat mengakibatkan cedera serius bagi penggunanya.
Sementara itu, Penjabat CEO Dewan Kota Suva Tevita Boseiwaqa mengatakan mereka telah bekerja sama dengan kepolisian untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan, dan masyarakat dapat mengharapkan peningkatan tindakan pencegahan seiring berlangsungnya perayaan Tahun Baru 2025.
Dalam wawancara dengan fijivillage News, Boseiwaqa mengatakan petugas polisi akan hadir di Albert Park hari ini untuk FM96 Big Night Out, bersama petugas keamanan dewan, untuk memastikan keselamatan semua orang.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan bertindak secara bertanggung jawab selama acara berlangsung.
Boseiwaqa mengatakan petugas penegak hukum dan polisi berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang damai bagi warga dan pengunjung sepanjang musim perayaan.
Ia mengatakan untuk memformalkan dan memperkuat kemitraan ini, mereka tengah mempersiapkan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan kepolisian, yang memungkinkan mereka bekerja sama secara lebih efektif dalam waktu dekat.
CEO juga menekankan bahwa tanpa dukungan publik, perbaikan yang dicapai sejauh ini tidak akan mungkin terwujud. (*)





















Discussion about this post