Honiara, Jubi – Tim penjinak bahan peledak Kepolisian Kerajaan Kepulauan Solomon (RSIPF) berhasil mengevakuasi 202 bom sisa Perang Dunia II yang ditemukan di area Sekolah St. Nicholas, Honiara.
Penemuan tersebut menggemparkan warga sekitar setelah video evakuasi bom beredar di media sosial, menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan siswa dan staf sekolah.
Departemen Penjinak Bahan Peledak (EODD) RSIPF bekerja sama dengan Angkatan Pertahanan Australia untuk memindahkan bom-bom tersebut ke lokasi aman di Hell’s Point. Penjabat Direktur EODD, Inspektur Clifford Tunuki, memastikan bahwa seluruh bahan peledak telah dipindahkan dengan aman, dan sekolah bisa melanjutkan kegiatan belajar-mengajar.
“Kami menghimbau agar para orang tua tidak perlu khawatir. Area sekolah telah dinyatakan aman,” ujar Inspektur Tunuki, dikutip jubi.id dari www.tavulinews.com.sb, Kamis (22/8/2024).

Bom-bom yang ditemukan ini dikenal sebagai unexploded ordnance (UXO) atau amunisi yang belum meledak, yang masih berisiko tinggi meski telah terkubur selama puluhan tahun. Penemuan ini terjadi ketika pihak sekolah melakukan penggalian untuk proyek limbah, dan secara tidak sengaja menemukan tumpukan proyektil Amerika Serikat.
Sisa-sisa bom Perang Dunia II masih menjadi ancaman di Kepulauan Solomon, terutama di Guadalcanal, lokasi salah satu pertempuran besar antara Sekutu dan Jepang.
Bom-bom ini masih dapat meledak secara tak terduga, sehingga upaya pembersihan terus dilakukan oleh pihak berwenang bersama mitra internasional. Namun, pembersihan total diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun.
Sekolah St. Nicholas, yang didirikan pada tahun 1994, akan tetap ditutup sementara hingga 22 Agustus 2024, sebagai langkah antisipasi keamanan. Pihak RSIPF menghimbau agar masyarakat waspada dan melaporkan temuan mencurigakan untuk mencegah insiden berbahaya di masa mendatang.
Guadalcanal, pulau utama di Kepulauan Solomon, merupakan lokasi salah satu pertempuran paling menentukan dalam Perang Pasifik antara Sekutu dan Jepang. Pertempuran Guadalcanal yang berlangsung dari Agustus 1942 hingga Februari 1943 menjadi titik balik penting dalam Perang Dunia II di wilayah Pasifik.
Hingga kini, banyak bom dan amunisi dari masa perang yang masih terkubur di berbagai tempat, termasuk di wilayah sekolah St. Nicholas ini. (*)





















Discussion about this post