Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah berkomitmen menghadirkan pembangunan inklusif dengan memberikan ruang lebih besar bagi kaum perempuan untuk berkembang dalam bidang ekonomi.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah penguatan peran perempuan gereja sebagai salah satu penggerak ekonomi keluarga melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melalui workshop.
Workshop Peningkatan Kapasitas Perempuan Gereja dalam Pengelolaan UMKM itu Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Papua Tengah di Kabupaten Nabire, Rabu (1/7/2026).
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Tengah, Victor Fun yang membacakan sambutan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa S.H mengatakan Pemprov Papua Tengah berkomitmen mendorong pembangunan yang adil, inklusif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salah satu bagian penting dari pembangunan tersebut adalah penguatan peran perempuan dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Katanya, selama ini perempuan telah berkontribusi besar dalam menopang perekonomian keluarga melalui berbagai usaha. Mulai dari kuliner, kerajinan tangan, perdagangan hingga pertanian.
Namun, para pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama, antara lain kemampuan manajemen usaha, pencatatan keuangan, akses permodalan, pemasaran, pengemasan produk, dan pemanfaatan teknologi digital.
“Workshop ini diharapkan menjadi wadah bagi perempuan gereja untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha, sehingga dapat berkembang secara lebih profesional dan berdaya saing,” kata Victor Fun.
Menurutnya, dengan pelaksanaan workshop peserta diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pengelolaan UMKM. Bagaimana pengelolaan keuangan, menghitung harga pokok produksi, menentukan harga jual, dan mengembangkan strategi pemasaran.
Victor Fun mengatakan, workshop ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG), yakni memastikan perempuan memperoleh kesempatan dan manfaat yang setara dalam proses pembangunan daerah.
Dalam konteks Papua Tengah lanjut Victor Fun, penguatan kapasitas perempuan gereja menjadi bagian dari upaya memperluas pemberdayaan masyarakat. Gereja memiliki peran sosial yang kuat di tengah masyarakat.
Komunitas perempuan gereja dapat menjadi mitra penting pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi keluarga dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
“Keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari terselenggaranya kegiatan, juga sejauh mana ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam usaha para peserta. Pemprov Papua Tengah berharap adanya pendampingan berkelanjutan dari dinas terkait. Mulai dari legalitas usaha hingga akses pembiayaan dan pemasaran,” ucapnya.
Perangkat daerah di Provinsi Papua Tengah diajak terus memperkuat koordinasi mendukung pemberdayaan perempuan dan pengembangan UMKM, agar setiap program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)
















One of the teenagers reportedly shot in Titigi Village, Sugapa District, Intan Jaya Regency, Central Papua, Monday (29/06/2026) – Photo courtesy of Jubi](https://jubi.id/wp-content/uploads/2026/07/1000877419-750x513-1-360x180.jpg)





Discussion about this post