• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Opini

SD YPPK St. Yoseph Senopi Menjadi Alarm Darurat

August 4, 2025
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Alberth Yomo
SD YPPK St. Yoseph Senopi

Paus Leo XIV pose bersama siswa-siswi di depan gedung SD YPPK Senopi Tahun 2003

0
SHARES
36
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Oleh: Fransiskus Xaverius Sie Syufi*)

Sebab apa yang bisa dibanggakan? Dari sisi kualitas, kondisinya sangat memprihatinkan. Proses belajar-mengajar tidak berjalan efektif dan efisien. Mayoritas siswa-siswi tidak bisa membaca dan berhitung dengan lancar. Bahkan lebih ironis lagi, dari kelas satu hingga kelas enam, banyak yang belum mengenal huruf dan angka. Peringkat SD ini: Tidak Terakreditasi (TT) oleh Badan Akreditasi Nasional dengan No. SK: 028/BAN-PDM/SK/2025.

Kurang lebih enam tahun terakhir, kami mengalami berbagai persoalan serius yang terus menggerus keberlangsungan pendidikan di kampung ini. Tantangan demi tantangan itu tak lagi sebatas keluhan, melainkan telah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan generasi kami ke depan.

Seruan ini bukan datang dari ambisi politik, bukan pula demi kepentingan pribadi. Ini adalah suara nurani, suara dari hati yang merindukan pelayanan pendidikan sejati, serta sebuah keyakinan yang diwariskan manusia untuk membebaskan diri dari kebodohan dan kemiskinan. Dua musuh besar itu berjalan beriringan, tak bisa dipisahkan, dan hanya bisa diputus mata rantainya melalui pendidikan yang layak.

Namun sayangnya, semangat para pendiri pendidikan di dusun tercinta ini kini telah jauh memudar. Ruh pendidikan di sini perlahan bergeser menuju kematian yang sunyi.

Ruang-ruang kelas kini gelap. Saking gelapnya, matahari pun malu menampakkan cahaya ilahi. Kursi-kursi belajar tak lagi bangga menopang kecerdasan, melainkan justru merasa minder. Papan tulis dan kapur seolah menunggu siapa yang masih mencintainya. “Sandiwara macam apa ini?” tanya seorang guru, sambil menatap murid-muridnya dengan mata penuh gelisah.

Dulu, SD ini pernah dibanggakan. Anak-anaknya dikenal cerdas dan penuh semangat. Tapi kini, sekolah itu hampir menyerupai rumah horor—bukan karena kosong, tapi karena aktivitas pendidikannya tidak lagi produktif. Pelayanan pendidikan dijalankan seadanya, oleh orang-orang yang lebih cinta jabatan daripada anak-anak. Orang-orang yang tidak lagi berwujud sebagai pecinta kapur dan papan tulis.

Struktur sekolah tak sehat. Fungsi-fungsinya pincang. Sebagian orang mungkin menganggap ini hal biasa. Tapi bagi kami, ini tamparan keras—sebuah peringatan agar kami segera kembali mengambil peran aktif dalam menyelamatkan pondok ini. Sayangnya, banyak yang terjebak dalam kepentingan politik, ekonomi, sosial, bahkan budaya.

BERITATERKAIT

Orangtua murid keluhkan tidak maksimalnya aktivitas belajar di SDN Muaif

Setelah libur panjang, masih ada sekolah yang belum aktif belajar mengajar 

SD YPPK Gome dan Mundidok Di Kabupaten Puncak Diaktifkan Pasca Konflik

Namun terlepas dari segala kepentingan itu, hal yang paling penting dan harus digarisbawahi adalah bahwa membangun pendidikan tidak bisa hanya dengan jabatan dan gelar. Ia harus lahir dari kesadaran diri akan panggilan hati dan pikiran yang murni—kesadaran untuk melayani, bukan menguasai; kesadaran untuk memprioritaskan mutu dan daya saing, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.

Pendidikan jangan sampai diboncengi oleh urusan perut dan politik praktis. Ia harus punya jalannya sendiri—harus berdiri tegak lurus demi menjaga martabat rumah masa depan generasi emas Senopi.

Dari pengamatan saya, ada tiga masalah krusial yang perlu disoroti:

Pertama, jabatan struktural diberikan sembarangan, tanpa pertimbangan terhadap kompetensi dasar, latar pendidikan formal dan nonformal, serta pengalaman individu.

Kedua, praktik politik nepotisme yang menyebabkan tak ada evaluasi dan tidak ada keberanian untuk mengganti kepala sekolah meskipun performanya buruk.

Ketiga, kurangnya perhatian dan pengawasan dari pihak pengelola sekolah—dalam hal ini pastor paroki, ketua komite, ketua PSW, Kabid Pendidikan SD, dan Kadis Pendidikan Kabupaten Tambrauw.

Dalam kacamata lokal, ini adalah bentuk pembiaran nyata yang sangat merugikan hak siswa-siswi untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu.

Tahun 2025 ini, SD YPPK St. Yoseph Senopi mengeluarkan alarm darurat:

Ijazah kelulusan tidak lagi diterbitkan oleh otoritas sekolah sendiri. Faktanya, tanda tangan ijazah kelulusan siswa-siswi tahun 2025 berasal dari kepala sekolah yayasan lain yang dianggap layak dan terakreditasi baik.

Fenomena ini memalukan dan bukan sekadar peringatan, melainkan pertanda serius bahwa lembaga ini sedang berada di ambang kehancuran. Jika tidak ditangani dengan cepat dan sungguh-sungguh, maka dalam kurun waktu kurang dari lima tahun ke depan, sekolah ini bisa saja resmi ditutup.

Sebuah kenyataan pahit yang mestinya membuka mata semua pihak: Tuhan… suara siapa yang sebenarnya telah kita abaikan selama ini…?

*)Penulis adalah Pemuda Kampung Senopi

Tags: aktivitas belajar mengajarKampung SenopiSD YPPK St. Yoseph Senopi
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Aktivitas Belajar

Orangtua murid keluhkan tidak maksimalnya aktivitas belajar di SDN Muaif

February 16, 2026
Belajar

Setelah libur panjang, masih ada sekolah yang belum aktif belajar mengajar 

February 11, 2025

SD YPPK Gome dan Mundidok Di Kabupaten Puncak Diaktifkan Pasca Konflik

January 19, 2024

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Film dokumenter pesta babi di Eropa

Film dokumenter Pesta Babi diputar 17 kali di sejumlah negara Eropa

October 21, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

0
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

0
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara