• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Opini

Papua dalam lompatan peradaban yang luar biasa

August 25, 2022
in Opini
Reading Time: 6 mins read
0
Penulis: - Editor:
peradaban

Ilustrasi - JubiTV

0
SHARES
273
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Oleh: Yosua Douw

Indonesia adalah bangsa yang kuat dan tidak dapat diremehkan, karena bangsa ini telah melewati peradaban dunia dari masa ke masa. Harus diakui, bahwa bangsa Indonesia merupakan suatu bangsa yang masyarakatnya berproses melalui transformasi sosial-budaya dengan baik.

Seperti diketahui bahwa peradaban manusia terjadi secara teratur dan hampir merujuk pada transformasi masyarakat di wilayah Eropa. Itu artinya, untuk mengukur kecerdasan manusia yang dimulai dari zaman batu, kerajaan, industri, pemerintahan modern hingga zaman IT saat ini, ternyata bangsa Indonesia telah melaluinya dalam proses yang teratur.

Dengan demikian, semestinya dunia mengakui bahwa bangsa Indonesia adalah suatu bangsa yang telah merasakan secara langsung peradaban umat manusia dari masa ke masa.

Perubahan peradaban itu sendiri erat kaitannya dengan tingkat kecerdasan atau kejeniusan manusia. Dalam perspektif kebangsaan, sesungguhnya bangsa Indonesia mampu bersaing ketat dengan bangsa lain. Karena, jika kita kembali pada historisnya sebagaimana yang disampaikan tadi di atas, maka sangat jelas terukur bahwa ada hubungan yang erat, yakni dengan telah teratur secara sistematis, bahwa bangsa Indonesia terlibat langsung dalam perubahan peradaban dari masa ke masa.

Artinya, bangsa Indonesia tidak mengalami lompatan peradaban.

Dalam catatan peradaban umat manusia, penulis meringkas peradaban sebagai berikut:

BERITATERKAIT

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

Wagub Papua apresiasi Papuan Leaders Bootcamp II

Kunjungan Sekjen PBB mesti menjadi momentum membuka masalah dekolonisasi Papua Barat

Pertama, masa purbakala (zaman batu); Kedua, zaman kerajaan (Hindu-Budha dan Islam); Ketiga, masa industri (untuk Indonesia dampak dari revolusi industri dari Eropa); Keempat, masa penjajahan (Belanda, Jepang). Belanda masuk bersamaan dengan membawa penginjil untuk melaksanakan pekabaran injil di Jawa dan sekitarnya; Kelima, masa kemerdekaan; Keenam, masa pembangunan modern hingga gerakan IT seperti yang dialami hari ini.

Dengan melihat keenam masa peradaban umat manusia, bangsa Indonesia memiliki tingkat kecerdasan yang sangat luar biasa, untuk turut serta dalam berbagai sektor dan bidang kehidupan manusia. Secara intelektual, mentalitas kerja dan kualitas bangsa Indonesia sangat dimungkinkan adanya kesadaran kolektif untuk membangun daerah dan negara.

Demikian pula kualitas bangsa Indonesia memungkinkan transformasi budaya untuk dapat dikerjakan dengan terukur. Kemudian, adanya pula kesadaran untuk berbakti karena sejarah masa silam. Jiwa berpemerintahan yang terorganisir baik karena pernah hidup dalam masa-masa kerajaan, adanya pengelolaan industri sampai kepada pengelolaan limbah ramah lingkungan dan manusia, lahirnya manusia jenius untuk berinovasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini yang sangat cepat, kesadaraan mengelola berita dan informasi publik, dan sebagainya.

Bangsa yang melewati proses peradaban dengan baik dan teratur akan terjadi kedewasaan secara alami bagi bangsanya. Sejalan dengan itu, manusianya juga akan berkembang dewasa dengan sendirinya. Kedewasaan itulah yang akan mendorong warga negaranya untuk mambangun bangsanya menjadi bangsa yang kuat dan tangguh.

Pertanyaannya kemudian, bagaimana dengan Papua? Papua secara menyeluruh tidak masuk secara teratur dalam perubahan peradaban dari masa seperti bangsa Indonesia. Papua justru mengalami lompatan peradaban yang sangat-sangat luar biasa. Lompatan tersebut justru menyeret sekaligus memotivasi Papua agar dapat beradaptasi dengan peradaban itu.

Dapat dikatakan, bahwa ada semacam social shock jika dilihat dari perspektif sosial-budaya masyarakat bagi orang Papua. Miris.

Sebagai bangsa dari ras Melanesia di tengah ras Melayu–yang mayoritas Islam, dengan tingkatan perkembangan kota yang lebih maju, dengan sistem pelayanan pendidikan dan kesehatan yang cukup baik, mudah beradaptasi dengan perkembangan IT–Papua telah dipaksa untuk beradaptasi sebagai bangsa Indonesia secara kolektif, bukan lagi orang perorangan, keluarga maupun komunitas.

Mungkin kita dapat mengatakan bahwa bangsa yang kuat harus dimulai dari pribadi dan keluarga yang kuat. Namun, dengan kondisi Papua dan perkembangannya, Papua adalah wilayah yang harus menyesuaikan diri dengan kondisi hari ini.

Itu artinya, kondisi saat ini memperlihatkan Papua mengalami lompatan peradaban yang luar biasa. Mengapa? Mari kita refleksikan bersama!

Jika kita menilik sejarah, maka Papua telah melewati lompatan peradaban, sebagai berikut: 1) masa purbakala (zaman batu); 2) Masa masuknya zending (Ottow dan Geissler), yang merupakan pertanda masa masuknya modernisasi; 3) Masa pemerintahan Hindia-Belanda, Jepang dan integrasi (NKRI); 4) Masa yang kita alami hari ini dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat.

Fakta bahwa sebagian besar wilayah Papua tidak mengalami masa-masa hidup dalam zaman kerajaan dan zaman transformasi industri. Jika kita cermati, ada ruang kosong bagi Papua dalam peradaban umat manusia di bumi, termasuk pada bangsa Indonesia, dimana Papua sebagian wilayahnya tidak mengecap masa peradaban kerajaan.

Ruang kosong peradaban Papua itu justru mempengaruhi pola hidup perkembangan sosial-budaya masyarakat Papua. Ruang kosong peradaban Papua yang penulis ingin paparkan adalah lompatan peradaban Papua yang sangat luar biasa dan spektakuler itu. Dan, itu merupakan lompatan suku bangsa yang sangat spektakuler.

Wajar bila kemudian muncul tuan-tuan atau raja-raja kecil di Tanah Papua yang disesuaikan dengan latar belakang budaya lokal. Ada daerah yang masih terisolir, sehingga sistem pelayanan pendidikan belum optimal, terjadi urbanisasi manusia Papua tanpa pengetahuan cukup, sehingga menyebabkan terjadinya kemiskinan absolut, belum adanya kemampuan untuk mengelola lahan menjadi pertanian atau perkebunan yang berhektar-hektar, dan masih adanya sikap ketergantungan.

Hal yang perlu digaris bawahi bahwa Papua mengalami lompatan zaman yang begitu luar biasa, sehingga dalam banyak hal diperlukan penyesuaian.

Jadi, tidak heran jika hari ini kita harus melangkah lebih cepat, untuk mengejar ketertinggalan itu, guna beradaptasi dengan tuntutan global.

Walaupun adanya ruang kosong peradaban Papua yakni tidak masuknya orang Papua pada sekian besar wilayah Papua pada suatu kerajaan yang berjaya pada sama silam dan masa peradaban transformasi industri, Papua secara menyeluruh didorong paksa untuk mengecap calistung (baca, tulis, berhitung), teknologi dengan meninggalkan teknologi zaman batu karena masuknya Injil di Tanah Papua.

Tidak adanya candi atau arca dan semacamnya menunjukkan bahwa Papua tidak pernah di bawah salah kerajaan kuat di masa lalu. Demikian juga, dengan teknologi transformasi industri–terbukti tidak adanya perusahaan di Tanah Papua pada masa silam berkenaan dengan pertumbuhan industri di Eropa.

Seperti bangsa lain, dihadiri oleh penyebar agama. Di Indonesia adanya penyebaran agama Hindu-Budha, Islam, dan Kristen (Katolik dan Protestan), di Tanah Papua mendapat kunjungan dari pemberitaan Injil, yaitu misionaris sebagai tanda masuknya modernisasi.

Adanya peralihan penggunaan teknologi zaman batu kepada penggunaan alat modern akibat dari transformasi industri di Eropa yang berdampak secara global, adanya perubahan budaya zaman batu ihwal penggunaan hasil-hasil industri atau barang modern.

Pemberitaan Injil membuka cakrawala berpikir manusia dan suku bangsa Papua, untuk menyesuaikan diri dengan dunia modern, tandanya pakaian mulai dibagikan dan digunakan, adanya penggunaan teknologi modern, misalnya, pembuatan garam, panci, kuali, batu tulis, kertas, baca Alkitab, mendirikan bangunan modern (semi permanen dan bentuk lain yang diajarkan), dan berbagai bentuk teknologi modern mulai digunakan.

Walaupun terbatas, misionaris melayani OAP (orang asli Papua), dengan adanya sistem pendidikan (belajar-mengajar) berpola asrama dan pola belajar-mengajar dengan metode praktek presentasi besar dari teori yang diterima.

peradaban
Johann Gottlob Geissler dan Carl Wilhelm Ottow, dua misionaris yang pertama kali membawa pekabaran Injil ke Papua. – Jubi/IST

Injil mengubah peradaban hidup orang Papua.

Perlu adanya kesadaran berbangsa dan bernegara. Artinya, setiap individu yang hidup dan terikat dalam aturan negara harus mempunyai sikap dan perilaku diri yang tumbuh dari kemauan diri yang dilandasi keikhlasan/kerelaan, untuk bertindak demi kejayaan bangsa dan negara.

Papua berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga butuh kesadaran kolektif dalam perspektif berbangsa dan bernegara, yang tumbuh pada setiap warga negara, untuk melihat bangsa Papua sebagai bagian dari warga negara Indonesia, yang hadir bersama-sama dalam bingkai NKRI.

Kesadarannya seperti apa? Penulis, menawarkan tujuh catatan kritis sebagai berikut:

Pertama, kita harus pahami bahwa Papua tidak mengalami hidup di masa kerajaan dan industri. Sehingga ada ruang kosong peradaban bagi Papua. Ruang kosong itu mempengaruhi peradaban manusia secara utuh;

Kedua, kita harus pahami bahwa belum adanya kesiapan secara kolektif dalam rangka kebijakan umum dan perkembangan zaman hari ini;

Ketiga, kita harus pahami, dan penulis juga ingin mengimbau agar kita mau mengubah sudut pandang tentang Papua; 1) Berpikir positif (positive thinking) untuk OAP; 2) Jangan sesumbar dengan mengukur OAP yang hari ini dianggap belum menguasai IPTEK atau berkompetensi di bidang tertentu, lalu menghubungkan hal itu dengan menggeneralisasi seluruh OAP, bahwa OAP tidak bisa, tertinggal, belum pantas, dan ujaran diskriminatif lainnya;

Keempat, kita harus pahami bahwa orang Papua sebagai warga negara punya hak yang sama untuk hidup dan menikmati dan mengisi kemerdekaan dengan berbagai kemampuannya;

Kelima, kita harus pahami bahwa orang Papua sebagai warga negara punya hak yang sama, tetapi masih berada dalam kondisi geografis yang sulit;

Keenam, kita harus pahami bahwa orang Papua sebagai warga negara punya hak yang sama, sehingga perlu adanya intervensi pemerintah dalam pemenuhan hak hidup, perhatian terhadap gizi ibu hamil dan anak, perhatian generasi usia sekolah, pengadaan rumah sehat, pengadaan air dan listrik, pengadaan jalan jembatan, pelayanan pendidikan dan kesehatan yang terpadu di daerah terluar atau perkampungan tertentu;

Ketujuh, negara (pemerintah) harus memahami bahwa orang Papua di Tanah Papua sebagai warga negara yang mengalami lompatan peradaban, sedangkan saudara-saudara lain di pulau lain tidak mengalami lompatan peradaban.

Peradaban mereka berjalan sesuai perkembangannya dan sangat teratur, sehingga harus dipahami bahwa perlakuan terhadap Papua harus berbeda dan signifikan.

Papua berbangga, karena Papua adalah salah satu suku bangsa yang unik di bumi dan menjadi bagian dari suku bangsa lain di dunia. Meskipun kita sedang dihadapkan dengan sejumlah tantangan dan masalah, kita harus tetap semangat untuk membangkitkan energi positif untuk beradaptasi dengan tantangan zaman ini.

Oleh karena itu, OAP harus optimistis dalam menghadapi berbagai tantangan zaman ini. Hadapi dan tetap yakin Allah bersama kita untuk menaklukkan tantangan.

Ingat bahwa orang Papua bukan produk gagal. Telah terbukti, bahwa orang Papua juga berkontribusi dalam pembangunan nasional dan Tanah Papua. Hal itu membangkitkan semangat dan mendorong kita memahami dan tetap bersikap positif, bahwa orang Papua bisa menghadapi tantangan apapun.

Walaupun belum signifikan, Papua telah menghadirkan orang-orang hebat di masanya, seperti perempuan-perempuan Papua yang dipersunting suku lain, yang melahirkan keturunan yang unggul. Tokoh-tokoh Papua juga ada yang berhasil sebagai pejabat negara sekelas menteri dan duta besar.

Munculnya generasi Papua yang jenius seperti George Saa dan beberapa rekan lainnya juga membuktikan bahwa orang Papua adalah manusia yang mampu bersaing dan berkarya bagi dunia dan negara ini.

Sudah saatnya kita berpikir sebagai suku bangsa yang produktif dan adaptif dalam menghadapi tantangan global, profesional dalam bekerja, unjuk kompetensi, dan aktif dalam mengikuti dinamika yang berkembang. Jika Barack Obama dapat menjadi Presiden Amerika Serikat, maka bukan mustahil suatu saat OAP juga memimpin Indonesia. (*)

Penulis adalah Kepala Kesbangpol Kabupaten Tolikara, Papua

Tags: lompatan peradabanPapua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Masyarakat sipil Papua Barat

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

October 22, 2026
Janji Prabowo selesaikan masalah Papua

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

October 20, 2026

Wagub Papua apresiasi Papuan Leaders Bootcamp II

October 20, 2026

Kunjungan Sekjen PBB mesti menjadi momentum membuka masalah dekolonisasi Papua Barat

October 19, 2026

Gubernur Nawipa: Gereja berperan penting dalam pembangunan masyarakat Papua

October 17, 2026

Kriya Papua Ticha tampil di pameran internasional Korea Selatan

October 16, 2026
Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Israel bergabung dengan PIF

Israel bergabung dengan PIF sebagai mitra

October 21, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

0
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

0
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara