• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Opini

Nyawa Le Cocq dasar misi Katolik Papua

May 23, 2022
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:
Le Cocq

Pastor Le Cocq d’Armandville Sumber Foto:http://www.blogger.com

0
SHARES
171
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Oleh: Soleman Itlay

Cukup menarik untuk mempelajari sejarah Pater Le Cocq d’Armandville, SJ dan dasar gereja Katolik di Tanah Papua, seperti semua orang melihat Santo Petrus sebagai gembala dan ketua dari para rasul yang menjadi uskup di Roma (paus pertama dalam hierarki Gereja Katolik), pada gereja purba.

Pater Le Cocq d’Armandville, SJ lahir di Delft, Belanda, 29 Maret 1846. Masuk di Sekru, Fakfak, Papua Barat pada 22 Mei 1894. Sayangnya dia sendiri tidak tahu pada suatu hari nanti tewas secara misterius di Kipia Mapa, Kokonau, Timika Barat, Papua, 27 Mei 1896.

Sayang, jauh-jauh dari tanah misi (Eropa) meninggal dunia di tempat yang jauh dari sanak saudara di kampung halamannya. Keluarga hanya bisa menerima kabar bahwa “Sang Jago Tuhan” itu telah mendahului mereka setelah merintis dua tahun di “Tanah Hitam” atau Papua.

Papua merupakan negeri yang paling ditakuti oleh orang luar pada waktu itu, karena dianggap neraka para kanibal. Ini merupakan sebuah pandangan sesat, karena tak semua seperti demikian kala itu.

Dia hanya dua tahun di Tanah Papua atau lima tahun setelah Van der Heyden mensurvei lebih awal sejak 1891 atas perintah Kruiser di Ambon, Maluku.

Kematiannya 126 tahun lalu hingga kini masih misterius. Akan tetapi, informasi yang masih diperbincangkan sejauh ini menyebutkan beberapa spekulasi. Kematian pastor Yesuit (sebutan untuk religius ordo SJ) ini karena beberapa sebab, diantaranya, 1) ombak menghantamnya; 2) orang Mimika Wee membunuhnya; dan 3) kapten dan anak buah kapal menghilangkan jejaknya.

BERITATERKAIT

Papua Selatan raih opini WTP pertama dari BPK RI

Inovasi Kepemimpinan Transformasional dalam Meningkatkan Kinerja Sekolah

Etno termodinamik dalam barapen atau duwadakimai dalam suku Mee

Politik praktis dan potensi fragmentasi relasi sosial di Paniai

Sebenarnya tidak sulit di zaman sekarang ini apabila melakukan uji forensik di laboratorium dengan segala berkas dan bekas perkakas yang ditinggalkannya yang masih tersimpan di NTT, dengan menggunakan teknologi digital modern. Ataukah Gereja mengetahui penyebab sebenarnya kematian “Sang Jago Tuhan” itu, tetapi dokumen tentang kematiannya disimpan rapi?

Jesuit dan Gereja Katolik di Tanah Papua mempunyai tanggung jawab moral yang sangat besar, untuk memperjelas “ketidakjelasan” tentang penyebab kematian Pater Le Cocq.

Gereja harus jujur. Semua orang, bahkan keluarga yang masih hidup pun harus jujur. Bukan untuk mencari kambing hitam, tetapi untuk memperjelas dan meluruskan sejarahnya.

Selama status kematian belum jelas, orang dan gereja ini tidak akan tumbuh dan berkembang baik. Pihak korban maupun pelaku serta semua pihak terkait harus sama-sama mendorong proses rekonsiliasi historis.

Terlepas dari itu, Pater Le Cocq d’Armandville, SJ sudah membuka jalan misi dari kesulitan, keterbatasan dan bahaya. Ia telah memberikan corak khas historisitas sekaligus membedakannya dengan agama atau gereja lain di Tanah Papua.

Belakangan ini, orang kalau hendak membangun gedung gereja, dan lainnya kebanyakan meletakkan batu pertama. Tapi ini tidak, Pater Le Cocq menjadikan dirinya sebagai batu penjuru misi Katolik di Tanah Papua. Kemudian penerusnya mengambil batu itu untuk melanjutkan misi.

Dengan kata lain, gereja meletakkan batu pertama yang ditinggalkan Pater Le Cocq untuk mendirikan gereja Katolik di Tanah Papua. Ini merupakan bentuk makna yang bersifat historis, metafisik dan religiositas.

Keringat, hosa, darah, air mata, perjuangan, pengorbanan dan kehilangan nyawa tidak sia-sia. Karena itu menjadi dasar, semangat gereja dan jaminan bagi gereja Katolik dari Roma hingga Papua.

Tidak dapat disangkal, bahwa misi gereja Katolik di Tanah Papua dibayar mahal dengan nyawa pastor dengan nama lengkap Cornelis Yohan Le Cocq d’Armandville itu. Tapi misi penyebaran injil masih bahkan hingga ke ujung dunia. Sejauh ini penulis belum mengetahui, bahwa Gereja Katolik Papua mengakui atau menggelar Cornelis Yohan Le Cocq d’Armandville dan Pater Henri Nollens MSC dkk. sebagai martir dan misionaris pertama dalam misi Katolik di Papua.

Menarik, jikalau kelak muncul cerita seperti ini: benihnya ditanam di “Kepala Burung”, gugur di sekitar jantung hati pulau ini dan tumbuh mekar kembali dari paha kaki Bumi Cenderawasih tercinta.

Bolehkah Pater Heyden disebut babat (rumput) jalan masuk, Pater Le Cocq menanam benih, Pater Henri Nollens dkk menghidupkan benih yang gugur dan misionaris OFM (Ordo Fratrum Minororum), OSA (Ordo sancti Augustini), OSC (Ordo Sanctae Crucis) dan lain-lain merawat, mengembangkan dan menikmati bersama umatnya?

Apakah boleh disebut bahwa Serikat Jesus (Yesuit) pembabat kebun dan tinggalkan benih, MSC (Societas Missionariorum Sacratissimi Cordis Jesu) menanam benih dan mengembangkannya, dan yang lainnya memperluas kebun (anggur Tuhan) dan meningkatkan buah dan hasilnya?

Sang Jago Tuhan memulai misi sejak 128 tahun lalu di Fakfak dengan berani meski harus kehilangan nyawa dan meninggalkan sanak saudara dan kampung halamannya. Ia telah meninggalkan pekerjaan besar.

Semoga 100 sampai 1000 tahun besok, gereja Katolik Papua tidak berjalan sendiri dan tidak melupakan sejarah masa lalu. Semua orang berkehendak baik dan ingin sekali agar Gereja memperjelas sejarah dan menetapkan Hari Misi Katolik di Tanah Papua, supaya umat tumbuh dan berkembang baik.

Selain itu, supaya kelak lima keuskupan di Tanah Papua tidak merayakan Hari Misi Katolik di Tanah Papua di keuskupannya sendiri. Akan tetapi, Hari Misi Katolik diperingati secara bersama-sama dalam kesatuan umat beriman di Tanah Papua.

Selamat mengenang jejak Pater Cornelis Le Cocq d’Armandville SJ yang ke-128 tahun (22 Mei 1894-22 Mei 2022). Tuhan memberkati. (*)

Penulis adalah umat Katolik Papua, tinggal di Jayapura

 

Tags: Le CocqMisi Katolik Papuaopini
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Papua Selatan WTP

Papua Selatan raih opini WTP pertama dari BPK RI

June 19, 2026
Ilustrasi kepemimpinan transformasional

Inovasi Kepemimpinan Transformasional dalam Meningkatkan Kinerja Sekolah

May 31, 2024

Etno termodinamik dalam barapen atau duwadakimai dalam suku Mee

March 5, 2024

Politik praktis dan potensi fragmentasi relasi sosial di Paniai

February 25, 2024

Perubahan nama LEMASA menjadi Perkumpulan LEMASA berdampak pada suku Amungme

February 8, 2024

Fenomena pelanggaran HAM di Tanah Papua

January 21, 2024

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Film dokumenter pesta babi di Eropa

Film dokumenter Pesta Babi diputar 17 kali di sejumlah negara Eropa

October 21, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

0
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

0
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara