• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Meepago

Korban longsor di Dogiyai masih dicari, korban banjir mohon bantuan pemerintah

August 8, 2024
in Meepago
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Hengky Yeimo - Editor: Syofiardi
Dogiyai

Koordinator Program Keluarga Harapan Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah Frits Agapa di sekolah yang terendam banjir. – Dok Frits Agapa

0
SHARES
19
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Nabire, Jubi – Kepala Distrik Kamuu Frans Dogomo kepada Jubi.id via telepon pada Selasa (6/8/2024) dan dikonfirmasi kembali pada Rabu (7/8/2024) menyebutkan, satu orang korban longsor bencana alam di Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah masih terus dicari.

“Satu jasad anak-anak yang tertimbun longsor belum ditemukan, sehingga hari ini masih dilakukan proses pencaharian, karena tertimbun tanah longsor yang cukup sulit dibongkar, sedangkan proses evakuasi yang dilakukan warga masih dengan cara manual sehingga lama ditemukan,” katanya.

Dogiyai

Ia menginformasikan bahwa Penjabat Bupati Dogiyai Marthen Ukago telah menambah bantuan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan sembako untuk memperlancar proses pencarian korban.

Saat ini, katanya, warga masih mengungsi dan rata-rata tinggal bersama dengan keluarga dan di kampung atau rumah tetangga yang tidak tergenang air.

“Jadi saat ini warga mendirikan terpal dibangun di rumah korban tanah longsor sebagai bentuk duka cita,” ujarnya.

Dogomo mengatakan untuk posko umum, Penjabat Bupati Dogiyai telah memerintahkan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Dogiyai, Asisten II Setda Dogiyai, Dinas Sosial dan Kasatpol Pamong Praja untuk menugaskan anggotanya di posko penampungan sementara.

BERITATERKAIT

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

“Jadi mereka ditugaskan di posko penampungan bahan makanan yang didirikan Pemkab Dogiyai,” katanya.

Kondisi banjir

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir menggenangi tiga kampung di Distrik Kamuu sejak Minggu (4/8/2024). Ketiga kampung adalah Kampung Bukapa, Kampung Putapa, dan Kampung Yepo.  Genangan air dari selutut hingga setingga dada orang dewasa, menggenangi ratusan rumah dan bangunan sejumlah sekolah.

Selain itu, hujan lebat yang mengguyur distrik itu juga menyebabkan longsor di dua titik di Kampung Bukapa

Dan Kampung Yepo pada pukul Minggu (4/8/2024) sekitar pukul 23.00 WIT. Longsor di Bukapu menyebabkan empat orang tewas, yaitu Dortea Iyai SPd (28 tahun), guru SD Negeri Inpres Pona di Muniopa yang sedang hamil berserta tiga anaknya, Dekris Ode Anou (9 tahun), Enjelia Anou (6), dan Benny Anou (3 tahun). Satu anaknya masih belum ditemukan dan dicari.

Dogiyai
Rumah warga yang terendam banjir di Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah. -– Dok Frits Agapa

Dogomo mengatakan, di jalan raya utama air masih belum surut.

“Posisinya saat ini air masih di batas dada di dua tempat, yaitu P3 dan setelah Jembatan Mauwa. Kalau sepanjang jalan, selain P3 dan Mauwa, air sudah surut. Sedangkan di kali masih belum normal, sebagian rumah warga yang berdekatan dengan kali masih tergenang,” katanya.

Ia mengatakan cuaca masih mendung. Jika tidak ada hujan, kata Dogomo, kemungkinan air akan turun. Namun jika hujan banjir akan bertambah.

Harapan warga dan guru

Koordinator Program Keluarga Harapan Kabupaten Dogiyai Frits Agapa membuat laporan singkat terkait banjir bandang di Dogiyai. Menurutnya banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi sejak Sabtu (3/8/2024) pukul 3 sore. Hujan berlangsung sampai Minggu (4/8/2024) pukul 6 pagi.

Curah hujan yang tinggi itu menyebabkan banjir di mana-mana di lima distrik di wilayah Lembah Kamuu.

Agapa menyebutkan lokasi yang mengalami dampak longsor dan banjir adalah Kampung Putapa dan Kampung Bukapa di Distrik Kamu. Lebih 2.000 penduduk kehilangan mata pencaharian. Sumber makanan, rumah tempat tinggal, dan gedung pendidikan, kolam ikan dan ternak warga ikut hanyut terbawa banjir bandang.

Disampaikan Agapa, di Kampung Obayo, Distrik Kamuu Utara 50 rumah dan kebun terendam banjir. Selain itu sejumlah ternak juga hanyut.

Dogiyai
Seorang guru menyelamatkan tumpukan buku dan dokumen di sekolah yang terkena banjir di Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai. – Dok Frits Agapa

Sedangkan di Kampung Nuwa, Distrik Kamuu Timur 40 rumah tenggelam, ternak hanyut, dan kebun terendam. Di Kampung Botukebo, Kampung Pouwouda, Kampung Obaibega, Kampung Jigikebo, dan Kampung Tuwaida di Distrik Kamu Selatan juga hampir sama, rumah, kebun, dan ternak rusak dan hanyut oleh banjir bandang.

Agapa mengatakan, saat pendamping Program Keluarga Harapan mendatangi lokasi, warga menyampaikan sejumlah harapan dan permohonan agar pemerintah membantu peralatan tidur dan bahan makanan.

“Warga punya barang-barang seperti selimut, pakaian, dan bahan makanan telah hanyut terbawa banjir,” katanya.

Agapa menyampaikan pemerintah juga diminta untuk dapat membangun rumah layak huni bagi warga yang rumahnya rusak akibat banjir bandang. Juga bantuan ternak pengganti ternak mereka yang hanyut.

Selain warga, Agapa mengatakan juga bertemu dengan para guru. Mereka berharap pemerintah dapat membangun tanggul agar sekolah mereka terlindungi banjir di masa depan. Mereka juga berharap ada bantuan rumah layak huni buat guru.

Selain itu juga bantuan buku pelajaran sekolah yang terendam air, alat peraga yang rusak, kapur tulis yang sudah basah, dan lain sebagainya berkaitan dengan keperluan sekolah bagi anak didik dan guru.

Agapa juga menyebutkan, keluarga korban longsor mengharapkan bantuan untuk pemakaman jenazah, kedukaan, dan keperluan lainnya selama menjalani prosesi duka berlangsung.

Kemudian perlu dibangun beberapa jembatan permanen supaya jika terjadi bencana banjir lagi warga bisa tetap beraktivitas.

“Aspirasi keluarga korban serta warga terdampak banjir disampaikan kepada kami untuk dipublikasikan sekaligus menyampaikan kepada pemerintah daerah agar memberikan bantuan,” katanya.

Dogiyai
Kebun warga yang rusak akibat banjir di Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah. -– Dok Frits Agapa

Kritik pemerintah terkait dana mitigasi bencana

Warga Dogiyai, Willem Bobi menilai jika dana mitigasi bencana digunakan secara baik maka kemungkinan kecil akan terjadi bencana.

“Saya melihat penggunaan dana mitigasi bencana itu harus digunakan sebelum bencana itu terjadi untuk mengantisipasi bencana longsor atau hujan yang kemudian merugikan warga,” katanya.

Menurut Bobby, output dari penggunaan dana mitigasi untuk memberikan pencegahan. Penggunaan dana bisa dilakukan untuk pemetaaan dan membuat program jangka panjang untuk daerah rawan bencana.

“Jadi pemerintah perlu mengklasifikasikan masalah tinggi-rendah, bencana banjir atau longsor, atau jenis banjir lainnya agar tidak terjadi bencana alam,” katanya. (*)

ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Film dokumenter pesta babi di Eropa

Film dokumenter Pesta Babi diputar 17 kali di sejumlah negara Eropa

October 21, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

0
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

0
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara