Enarotali, Jubi – Protes warga atas renovasi bangunan asrama mahasiswa Kabupaten Dogiyai di daerah Ekspo, Kota Jayapura, Papua, berbuntut panjang.
Protes itu kini meningkat dengan pemalangan jalan masuk ke asrama mahasiswa. Pemalangan dilakukan oleh warga yang tinggal di sekitar asrama mahasiswa Dogiyai itu.
Padahal dua gedung asrama berlantai dua itu telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai sejak tahun 2013.
Untuk memberikan keberpihakan kepada mahasiswa dan mahasiswi, maka Bupati Yakobus Dumupa menerbitkan surat keputusan (SK) yang menugaskan sejumlah pejabat berwenang untuk melakukan negosiasi dan menyelesaikan jalan masuk ke asrama itu lalu merenovasi asrama.
“Kendalanya jalan masuk ke asrama dari jalan raya itu disuruh bayar mahal oleh warga sekitar asrama. Padahal infonya sudah dibayar saat bangun asrama ini. Tapi syukur, karena pada tanggal 5 September 2022, kami dari tim Pemda Dogiyai membayar ganti rugi jalan masuk ke asrama dan perintahkan kontraktor agar segera melakukan renovasi asrama Dogiyai,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Dogiyai, Yudas Tebai kepada Jubi, Selasa, (6/9/2022).
Menurut Tebai, pihaknya hendak melakukan renovasi asrama tersebut sejak tahun 2021 kemarin, namun awal bulan Agustus 2022 mahasiswa Dogiyai dari Kota Studi Jayapura melakukan demonstrasi di Dogiyai menuntut agar pembangunan asrama diselesaikan.
Menindaklanjuti demo mahasiswa, Bupati Dogiyai membuat Surat Keputusan (SK) menugaskan dan memfasilitasi pihaknya ke tiga Kota Studi yaitu Kota Jayapura, Kota Sorong dan Nabire untuk survei permasalahan yang dihadapi dan mencarikan solusi.
“Untuk renovasi asrama ini kami kerja ekstra ya, renovasi asrama akan dilakukan selama satu bulan saja. Supaya targetnya akhir bulan Oktober 2022, mahasiswa Dogiyai bisa menempati asrama,” ujar Tebai.
Ia menambahkan, pihaknya bakal menyiapkan fasilitas seperti kasur, pemasangan listrik dan lainnya agar bisa difungsikan oleh mahasiswa.
“Ya kami harap, setelah selesai rehab, mereka (mahasiswa) bisa masuk dan kami akan terapkan aturan,” ucapnya.
“Di sini (Jayapura) kami punya mahasiswa cukup banyak dibanding kota lain, sehingga kami percepat dan mudah-mudahan di waktu mendatang kami bisa bangun satu asrama lagi di sekitar Entrop atau Jayapura kota,” sambungnya.
Tebai mengatakan, selain di Jayapura pihaknya juga bakal melakukan renovasi asrama di Manokwari, sementara Makassar dan Malang akan dilakukan tahap pelunasan untuk bangunan.
“Kemungkinan asrama mahasiswa Dogiyai se Jawa dan Bali diresmikan bersama-sama yang dipusatkan di Makassar, tentunya dalam tahun 2022 ini,” katanya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Dogiyai, Yakobus Dogomo mengatakan, pembangunan asrama mahasiswa Dogiyai tersebut sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Dogiyai untuk membangun sumber daya manusia (SDM).
“Karena itu, kami dari Bappeda dan Dinas Pendidikan sudah berkomitmen untuk mendorong dan menyelesaikan beberapa asrama mahasiswa yang belum tuntas, salah satunya di Kota Jayapura,” kata Dogomo.
Ia menambahkan, pihaknya tiba di Jayapura tanggal 27 Agustus 2022 pascademonstrasi mahasiswa atas SK Bupati, pihaknya langsung melakukan rapat dengan mahasiswa, lakukan pendataan fasilitas asrama yang rusak.
“Dan lakukan pendekatan dan rapat dengan keluarga yang palang asrama. Penyelesaian permasalahan dilakukan selama enam hari. Jadi sudah selesai, tinggal renovasi asrama saja,” katanya.
Nunung, kontraktor yang merenovasi asrama Dogiyai mengatakan, pihaknya telah memasang tangga sehingga ditargetkan kerja selama 20 hari.
“Ya, besok sudah mulai kerja pengecatan, pemasangan air, pasang kembali beberapa keramik yang rusak, pasang kaca-kaca jendela, dan pintu,” kata dia. (*)



















