Jayapura, Jubi – Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA secara resmi ditahbiskan dalam ritus gereja Katolik sebagai gembala umat atau Uskup di Keuskupan Timika di Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Provinsi Papua Tengah pada Rabu (14/5/2025).
Akhirnya doa dan air mata umat terkabul dan menghadirikan sukacita umat Keuskupan Timika dengan adanya Uskup baru, sebab lima setengah tahun umat menanti gembala, setelah Uskup John Philip Saklil wafat saat itu.
Dalam moment penting itu, Uskup Jayapura Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You mengatakan dalam khotbahnya bahwa dalam membangun gereja, harus dengan semangat persekutuan, partisipasi dan misi bersama umat keuskupan Timika.

Katanya, gereja harus tetap berpihak kepada kaum pribumi yang miskin dan tertindas sebagaimana yang diperjuangkan oleh Uskup terdahulu Mgr. John Philip Saklil. Karena itu perlu meneruskan semangat dan karya-karya baik yang telah diletakkan dasar oleh Uskup pertama di keuskupan ini.
“Gereja sebagai pintu yang terbuka untuk menggambarkan gereja yang ramah, yang siap menyambut semua orang tanpa memandang latarbelakang atau kesalahan terutama bagi kaum miskin, hendaknya gereja menjadi rumah bagi semua orang dengan suasana ramah, penuh kasih dan damai,” kata Uskup Jayapura Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You dalam Homili yang di Tayangkan langsung di Kanal Youtube ‘Multimedia Tiga Raja Timika’ pada Rabu (14/5/2025).
Keuskupan Timika menurut Uskup Jayapura, hendaknya menjadi gereja yang terbuka untuk berdialog dengan semua pihak, baik dengan gereja-gereja lain, agama-agama lain, dengan pemerintah, kaum intelektual, kaum tokoh-tokoh adat, perusahaan serta berbagai lembaga kemanusiaan agar dapat menghasilkan nilai-nilai Injili.
“Keadilan perdamaian solidaritas dan kesejahteraan bersama, berdialog dengan pihak ABRI [TNI/Polri/Jakarta] dan TPNPB OPM juga menjadi langkah penting dalam mewujudkan Papua Tanah damai. Kita harus mengupayakan rekonsiliasi dan Keadilan bagi seluruh masyarakat,” ujar Uskup Yanuarius You.
“Itulah tanda bahwa Allah telah mengabulkan doa-doa umatnya, walaupun selama lima setengah tahun lebih masa penantian tapi Tuhan tidak membiarkan umatnya tanpa gembala dan Tuhan menjawab bahwa ada gembala baru di keuskupan ini,” ucapnya.
Uskup Yanuarius menjelaskan bahwa peristiwa iman gereja universal dimana Paus Fransiskus mengumumkan tahun yubelium perayaan khusus dalam gereja Katolik yang dirayakan setiap 25 tahun sekali mulai pada malam Natal 2024 hingga epifani 2026.
Baginya tahun ini ditandai dengan pembukaan pintu suci di Basilika utama di Roma dan Gereja-Gereja lainnya di seluruh dunia serta berbagai kegiatan rohani dan perayaan perayaan lainnya.
“Pada tahun Yubelium 2025 ini umat katolik Sedunia mendapatkan Paus yang baru Leo XIV sementara umat keuskupan Timika menerima gembala baru Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA, peristiwa iman ini yang pasti ada maksud Allah bagi kita semua dan umat di keuskupan ini. Ini juga hadiah terbesar bagi umat keuskupan ini karena pengumuman Uskup baru pada tahun yubelium”, Katanya.
Uskup Jayapura Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You mengatakan kini banyak fenomena yang menunjukkan bahwa kehidupan di Timika tidak selalu dalam keadaan baik-baik saja. Wilayah ini sering dikaitkan dengan konflik dan kekacauan sosial sebagaimana akronim nama Timika
“Timika artinya Tiap-Tiap Minggu Kacau, Tiap-Tiap Minggu ada Kekerasan, Tiap-Tiap Minggu ada Ketidakadilan,” kata You.
Menurut Uskup Jayapura berbagai permasalahan sosial ini masih menjadi tantangan yang harus dihadapi demi mewujudkan perdamaian di tanah Papua. Karena itu umat keuskupan ini membutuhkan pemimpin yang berani menyampaikan suara kenabian dan teguh iman untuk menghadapi berbagai tantangan.
“Pentingnya pintu gereja selalu terbuka bagi semua orang, bukan hanya secara fisik tapi juga dalam makna spiritual dan pastoral,” katanya.
Oleh karena itu, Yanuarius berpesan bahwa penting bagi beliau untuk memahami karakteristik manusia, budaya dan alam sosial dan politik dan keamanan kewilayahan Meepago Provinsi Papua Tengah. Sebab beliau akan menjalankan tri tugas dan panca tugas gereja yaitu pewartaan, pengurusan, penggembalaan, pelayanan dan pemeliharaan persatuan tanpa melupakan pilihan pada kaum miskin dan terpinggirkan.
“Beliau akan menggembalakan umat di wilayah yang memiliki dinamika sosial yang kompleks dengan umat yang tersebar di pesisir dan di pedalaman di Papua Tengah,” ujarnya.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Timika Mgr. Bernardus Baru OSA mengatakan, ia berkomitmen meneruskan apa yang dirintis gembala terdahulunya yang baik akan diteruskan dan yang belum akan dikerjakan bersama umat di Keuskupan Timika.
Ia berkomitmen pada tiga prinsip yang menjiwai langkah langkah pastoral di keuskupan Timika, yaitu sikap untuk mendengarkan satu sama lain, sikap terbuka dan dialog berkomunikasi satu dengan yang lain.
“Apapun perbedaannya kita saling berdialog saling berkomunikasi maka kita akan saling mengenal satu sama lain. Dan dengan sikap hati yang rela bekerja sama untuk membangun cita-cita bersama keuskupan Timika,” ujarnya.
Uskup Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA menyampaikan harapannya bahwa semoga dengan perayaan hari ini memberikan semangat kesatuan dan persekutuan sebagai saudara untuk mewujudkan misi gereja bersama yaitu damai sukacita, keadilan dan keutuhannya sehingga dengan demikian tercapailah apa yang diimpikan oleh Tuhan sendiri kepada kita dalam perziaraan di dunia ini menuju kepadanya.
“Pesan dan harapan saya, Janganlah tenggelam dalam euforia dan pesta pora, tapi berlutut dan berdoalah karena aku yang dinobatkan dalam sakramen episkopal ini tidak menuntut tahta pujian dan sembah tetapi merangkul salib. Aku bukanlah pemenang tetapi domba kurban yang dipilih untuk memimpin keuskupan Timika Tanah Papua yang diselimuti oleh konflik dan kematian,” ujarnya.
Ia menjelaskan sesaat dirinya telah terpilih, saat itu di ruang Kapela Kedutaan Vatikan Jakarta menjadi saksi pengaduan dan penyerahan diriku. Saat itu ia takut dan menangis bukan dalam kemenangan tapi dalam ketakutan dan keterdiaman sambil bertanya kepada Tuhan mengapa aku? Dan menurutnya ia menyerahkan kelemahan kelemahan kepada sang gembala Agung karena merasa tidak layak.
“Tetapi ada bisikan suara, Tuhan membutuhkan, Tuhan tidak membutuhkan yang kuat sempurna dan suci, Tuhan hanya membutuhkan jawaban kesediaan dari diriku. Aku akan memikul tanggung jawab besar banyak beban yang harus aku pikul umat sekalian menjadi kekuatan dan peneguh bagi saya bersama-sama memikul beban pelayanan bagi gerejanya di keuskupan Timika ini. oleh karena itu harapan saya kepada bapak ibu saudara sekalian Ingatlah dan bawalah aku dalam doa-doa kalian, bila kalian mengingat saya maka kita berjumpa dalam doa,” katanya.
Presiden Prabowo sampaikan selamat kepada Uskup Timika
Menteri Hak Asasi Manusia atau HAM Indonesia Natalius Pigai menyatakab bahwa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menitipkan pesan selamat atas pentahbisan Uskup Keuskupan Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA.
“Selamat atas nama pemerintah Presiden sebagai Kepala negara dan kepala pemerintah menyampaikan selamat kepada Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA yang secara resmi ditahbiskan,” kata Natalius Pigai meneruskan pesan Presiden Prabowo.
Natalius Pigai berharap dan berpesan bahwa pemerintah pusat menginginkan agar gereja harus minimal memberikan dukungan kepada negara membangun opini-opini yang baik, karena presiden sedang gencar-gencarnya memberikan kebijakan-kebijakan yang sifatnya populis untuk kepentingan rakyat kecil.
“Ya semua anggaran kita serahkan kepada rakyat dalam bentuk makan bergizi gratis, pendidikan, Kesehatan, ekonomi dan kepentingan orang-orang miskin yang membutuhkan pertolongan termasuk sekolah rakyat bagi orang yang tidak punyai. kami inginkan dari gereja Katolik pimpinan-pimpinan gereja adalah doa-doa menjadi kekuatan bagi kami semua,” ucapnya.
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu mengatakan pihaknya bersyukur kepada Tuhan masyarakat Papua Barat Daya lebih khusus orang Maybrat. Karena hari ini sukacita bagi orang Papua tapi lebih khusus bagi orang Maybrat.
“Kehadiran saya Gubernur Papua Barat Daya, Bupati Maybrat dan masyarakat Maybrat di tanah amungme Mimika hari ini adalah untuk menghadiri langsung acara tahbisan Uskup Mimika yang kebetulan putra Maybrat. Sukacita yang luarnya biasa, ini tidak bisa terukur, dan tidak tau kapan lagi bisa ada begini,” kata Elisa Kambu. (*)






















Discussion about this post