Jayapura, Jubi – Bertepatan dengan perayaan ulang tahun Jubi ke-24, empat siswa dari Komunitas Rumah Belajar Honai Jurnalistik Kampung (HJK) resmi menyelesaikan program magang selama satu bulan di Redaksi Jubi.
Penutupan program magang HJK ini ditandai dengan prosesi penyerahan hasil kebun yang dilakukan di Kantor Redaksi Jubi, Sabtu (30/8/2025), dan disaksikan oleh Kepala Kantor Jubi, Joana Mantovani, Sekretaris Redaksi Gustaf Mansawan, serta Editor Senior Jubi, Dominggus Mampioper.
Para siswa HJK menyerahkan hasil kebun berupa pisang, betatas, singkong, dan beberapa hasil bumi lainnya. Hasil kebun itu diantarkan langsung oleh rekan-rekan mereka dari Rumah Belajar HJK.

Elos Wenda, Ketua Komunitas sekaligus salah satu peserta magang, mengatakan bahwa selama sebulan magang di Jubi, mereka mendapatkan banyak pengalaman berharga.
“Kami sangat berterima kasih untuk pengalaman ini. Karena keterbatasan, kami tidak bisa memberikan sesuatu yang lebih, hanya hasil kebun yang kami miliki,” ujarnya.
Editor Senior Jubi, Dominggus Mampioper, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyebut pemberian hasil kebun itu sebagai simbol kerja sama yang baik antara Jubi dan Komunitas HJK.
“Kerja sama ini tidak boleh putus setelah program magang berakhir, tetapi harus terus dipelihara. Atas nama Tim Redaksi Jubi, saya menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada adik-adik HJK,” kata Dominggus.
Kepala Kantor Jubi, Joana Mantovani, mengaku terharu dengan tradisi HJK yang memberikan hasil kebun sebagai tanda terima kasih. “Kami sangat menghargai tradisi ini, dan kami mengucapkan banyak terima kasih,” ucap Joana.
Sementara itu, Elinus Wenda, salah satu peserta magang, menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas kesempatan tersebut. “Terima kasih kepada redaksi Jubi yang telah memberikan kami waktu dan kesempatan magang selama sebulan. Selamat ulang tahun ke-24 untuk Jubi, tetaplah menjadi media yang independen dan terus bersuara untuk rakyat Papua,” tuturnya.
Ke-empat siswa dari Komunitas Rumah Belajar HJK yang mengikuti magang di Jubi adalah Elos Wenda, Yepri Wenda, Elinus Wenda dan Son David. Selama satu bulan, mereka melakukan praktek liputan lapangan, sambil belajar bagaimana wawancara narasumber, mengambil foto dan video, lalu mengolahnya menjadi artikel dan video. Tiga karya mereka, bahkan telah diterbitkan di media Jubi.id, yaitu tentang kondisi pedagang dan infrastruktur di Pasar Pharaa Sentani, Pasar Youtefa dan Pasar Hamadi. (*)






















Discussion about this post