Jayapura, Jubi – Dua mahasiswi jurusan Sistem Informasi dari Universitas Sains dan Teknologi Jayapura atau USTJ di Kota Jayapura, Papua magang di Redaksi Jubi selama sebulan terhitung sejak, Selasa (27/1/2026).
Kedua mahasiswi itu adalah Mingkungkon Novelina Uropkulin dan Anny M Wouw. Keduanya diserahkan kepada Redaksi Jubi oleh Ketua Program Studi atau Prodi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer dan Manajemen atau FIKOM USTJ, Widodo, S.Kom, M.MSi.
Penyerahan berlangsung di Kantor Redaksi Jubi, Jalan SPG Teruna Waena, Kelurahan Wabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, Selasa (27/1/2026).

Widodo mengatakan, sesuai kurikulum setiap tahun mahasiswa dan mahasiswi mesti melaksanakan magang, untuk memenuhi kewajiban mereka.
“Memang kewajiban mahasiswa untuk magang, [guna] mesti memenuhi persyaratan sekian SKS (satuan kredit semester) dan waktunya satu bulan. Dengan adanya kerja praktik ini, mereka bisa melihat bagaimana dunia kerja. Bagaimana situasinya dan bagaimana praktiknya. Karna mereka ini belum punya pengalaman kerja,” kata Widodo saat penyerahan mahasiswa ke pihak Redaksi Jubi.
Menurut Widodo, pihaknya ingin agar teori yang telah didapat mahasiswa dan mahasiswi di kampus dapat diterapkan saat magang.
“Mohon bimbingan dari Jubi. Kami membebaskan mahasiswa mencari instansi atau tempat magang yang kami anggap sesuai dengan jurusan mereka, dan anak-anak kami mau [magang] di Jubi. Kami silahkan, semoga nanti tidak menganggu pekerjaan teman-teman di Jubi,” ujarnya.
Widodo juga mengingatkan kepada kedua mahasiswi magang, untuk dapat memanfaatkan waktu magang dengan baik.
“Selama kalian di sini, ikuti aturan yang ada. Apa pun alasannya karena itulah dunia kerja. Kami harap kedepan anak-anak kami bisa kembali magang di Redaksi Jubi, karena setiap semester ada mahasiswa/mahasiswi yang magang, dan mereka kami bebaskan mencari tempat magang,” ucapnya.
Pemimpin Redaksi Jubi, Jean Bisay juga berharap kedua mahasiswi USTJ itu dapat memanfaatkan waktu magang dengan baik.
“Kita sama-sama belajar. Kami harap, apa yang didapat di Jubi bisa menjadi bekal bagi kalian pada masa depan,” kata Bisay.
Menurutnya, hampir setiap tahun selalu ada mahasiwa/mahasiswi yang magang di Redaksi Jubi, terutama dari Universitas Cenderawasih atau Uncen Jayapura, Universitas Muhammadiayah Jayapura dan Institut Seni dan Budaya atau ISBI di Tanah Papua.
“[Mahasiswa] yang baru berakhir magang di Jubi awal tahun ini, satu dari UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana) dan UKI (Universitas Kristen Indonesia) Jakarta,” ucapnya.
Menurut Bisay, setiap mahasiswa dan mahasiswi yang magang di Redaksi Jubi mesti mengikuti aturan. Misalnya absensi kehadiran atau jam kerja yang dimulai pukul 09.00 Waktu Papua (WP) hingga 17.00 WP.
“Karena ini salah satu kriteria penilaian nantinya. Akan tetapi kalau ada kegiatan di kampus sehingga tidak bisa masuk, bisa disampaikan ke kami. Jangan tidak ada komunikasi. Apalagi ini waktunya singkat hanya satu bulan sehingga mesti dimanfaatkan,” kata Bisay.
Sementara itu kepala Kantor Redaksi Jubi, Juana Mantovani berharap, kedua mahasiswi magang dari USTJ itu dapat menjadikan Redaksi Jubi sebagai kampus kedua mereka.
“Kami di sini menerapkan absensi dan kami harap adik-adik ini bisa melakukan tugasnya dengan baik,” kata Joana Mantovani. (*)




Discussion about this post