Jayapura, Jubi – Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk Penggiat Anti Narkoba di lingkungan masyarakat. Kasman, Penyuluh Narkoba Ahli Madya BNN Papua, mengungkapkan hasil pemantauan menunjukkan tiga kelurahan di Kota Jayapura sebagai wilayah rawan narkotika, dengan mayoritas pengguna berasal dari kalangan anak muda.
Pada Bimtek yang berlangsung di sebuah hotel di Abepura, Kota Jayapura, pada Rabu (17/7/2024), Kasman menyebutkan kelurahan Argapura Laut, Tanjung Ria, dan Kelurahan Imbi, yang terletak di perbatasan wilayah Dok 9, sebagai daerah rawan narkotika.
“Kami perlu membekali masyarakat untuk meminimalkan wilayahnya yang rawan narkotika. Di Kota Jayapura, ada tiga daerah rawan narkotika, yaitu Kelurahan Argapura Laut, Tanjung Ria, dan Kelurahan Imbi. Selain itu, wilayah Skow di Distrik Muara Tami juga termasuk daerah rawan,” ujarnya.

Bimtek ini bertujuan melatih calon penggiat Anti Narkoba yang akan menjadi perpanjangan tangan dari BNN Papua. Kasman menekankan bahwa masalah penyalahgunaan dan peredaran narkotika adalah persoalan serius yang memerlukan sinergi antara berbagai komponen masyarakat, termasuk tokoh agama, masyarakat, ketua RT, dan elemen lainnya.
“Kami membekali mereka dengan P4GN atau Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika agar mereka dapat mengimplementasikannya di masyarakat,” tambahnya.
Kasman juga menyampaikan bahwa anak-anak muda mendominasi wilayah yang dikategorikan rawan narkoba. Ia berharap para penggiat yang mengikuti Bimtek ini siap menjadi perpanjangan tangan BNN Papua dalam menyuarakan bahaya narkotika dan menambah pengetahuan untuk mengatasi maraknya peredaran narkotika.
Habel Ayomi, Ketua RW05 Kelurahan Abepura, mengapresiasi kegiatan ini namun mempertanyakan mengapa BNN Kota Jayapura tidak membuat program serupa di setiap kelurahan, gereja, dan masjid untuk mensosialisasikan bahaya Narkoba kepada masyarakat.
“Anak-anak pengguna narkoba perlu mendengar langsung, sehingga butuh kerjasama antara pemerintah, masyarakat, gereja, masjid, dan elemen lainnya,” katanya.

Ayomi juga menyoroti bahwa mayoritas pengguna narkoba adalah anak-anak asli Papua dan berharap pemerintah mengalokasikan dana Otonomi Khusus untuk pelatihan agar mereka tidak terjerumus dalam penggunaan narkotika.
Senada, Sekretaris Umum Gereja-gereja Kabupaten Jayapura, Pdt George Sorontou M.Th, juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan Bimtek ini. Menurutnya, kegiatan serupa sudah sering dilakukan oleh BNN Papua di sekolah-sekolah, gereja, dan beberapa lembaga lainnya.
“Pihak gereja berharap ada sosialisasi yang lebih luas kepada masyarakat dengan tim yang bisa mengarahkan pikiran mereka. Jual beli narkoba sangat mudah tanpa harus kerja keras, sehingga perlu kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Sorontou.
Sorontou berharap tim kerja dibentuk di setiap wilayah seperti Sentani, Abepura, dan Kotaraja untuk bersosialisasi dengan masyarakat, bukan untuk menangkap mereka. (*)




















Discussion about this post