• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Mamta

Belajar Pantang Menyerah dari Bocah-bocah Jembatan Merah Kota Jayapura

September 5, 2024
in Mamta
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Ratty Auparai - Editor: Syam Terrajana
Jembatan Merah

Anak-anak pedagang asongan, di Jembatan Merah, Kota Jayapura, Papua, Selasa (3/9/2024) -Jubi/Ratty Auparai

0
SHARES
18
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Kisah anak-anak pedagang asongan di jembatan merah Kota Jayapura. Menjajakan jualan tanpa malu. sering mengalami hal kurang menyenangkan.

Marko Dori (14) asal Waropen, siswa kelas 2 SMP, di SMP 3 Kota Jayapura.  Ia merantau jauh dari kedua orang tuanya, karena  ingin melanjutkan pendidikannya.

“Sa anak ketiga dari lima bersaudara,  orang tua dan saudara-saudara di Waropen, di sini sa numpang di keluarga, untuk lanjut sekolah. Sa mama kerja sapu-sapu jalanan, dan sa bapa jual minyak tanah,” dia bicara  malu-malu. Sedikit gugup. Begitu  Dori bercerita kepada Jubi baru-baru ini

Dori juga bercerita kalau ia mau ikut jualan untuk menambah uang jajan dan beberapa kebutuhan di sekolah. Juga sambil menolong keluarga yang ia tumpangi .

“Kita biasa jualan sore jam 17:00 WP sampai 22:00 WP, kadang ada anak-anak yang tidak tahu asalnya dari mana, suka pajak kami [minta uang], kadang juga ada orang mabuk, tapi mereka tidak ganggu kami,” katanya.

Ada juga Steven Urbanus Imbiri (13), sepulang sekolah dia  biasa bantu mama dengan bapaknya berjualan di kawasan  jembatan merah sini.

“Kami jualan, pinang, sirup, kopi, keripik pisang bumbu balado, pisang keju, singkong balado, barang jualan kita bawa jalan sepanjang jembatan merah, bolak-balik,” katanya.

BERITATERKAIT

Bintang Kejora berkibar di halaman kampus USTJ Jayapura

Meriam antipesawat terbang bekas Perang Dunia II di Kota Jayapura

Kota Jayapura salah satu daerah yang menjadi tujuan promosi wisata Malaysia

Puluhan wisatawan asing kunjungi sejumlah destinasi wisata di Jayapura

Lalu ada Ardi Yudistra Pratama Koirewoa (11),  “Sa bapa orang Makasar, sa mama orang Papua asal dari Waropen.”

“Sa sering kalau main ke Steven punya rumah, terus lihat dia ikut mamanya jualan. Lama-lama saya juga berminat ikut, dan adik saya Anto juga mau ikut,” kata Koirewoa .

Koirewoa juga mengatakan ia dan adiknya sekarang tinggal di rumah  Steven, karena sudah betah. Orangtuanya sering meningglkan dia dan adiknya, karena kebutuhan ekonomi. Mamanya bantu keluarga di Sarmi, untuk garap kebun.

Mince Kristin Imbiri (14) salah satu anak yang juga berjualan, mengatakan ia baru-baru ini baca berita mengenai pernyataan dari PJ Walikota Jayapura yang melarang anak-anak untuk ikut berjualan.

“Kalau PJ Walikota Jayapura keluarkan larangan untuk anak-anak berjualan di jembatan merah. Terus nasib kami anak-anak yang ekonomi keluarganya terbatas bagaimana? Kami tidak dapat beasiswa, dan satu-satunya jalan, kami ikut bantu orang tua untuk jualan,”  Mince.

Mince juga bilang,  kalau ada larangan untuk anak-anak jualan di Jembatan Merah, PJ Walikota mesti bantu kesusahan yang mereka alami.

Mama dari Steven dan Mince, Naomi Sueni (43), menjelaskan kalau keadaan ekonomi serba terbatas, untuk itu ia dan suami berpikir untuk cari tambahan, dengan cara berjualan di jembatan merah, kota Jayapura.

“Dulu saya jualan di taman imbi, cuma banyak orang di sana, jadi pindah ke jembatan merah, setelah pindah ke sini, anak-anak, keponakan, dan teman, anak saya Steven juga ikut bantu. Barang-barang yang dijual itu, pinang, sirup, pisang keju, singkong balado, keripik pisang,” kata Sueni.

Harga barang dagangan untuk pinang, dijual per tumpuk seharga Rp10 ribu, untuk sirup, kopi, pisang keju, singkong balado, dan keripik pisang harganya sama Rp5 ribu.

Mama Sueni juga mengatakan ia ingin mendidik anak-anaknya agar kelak bisa hidup mandiri. Berjuang untuk bisa tetap bertahan hidup, dengan cara yang baik, tidak terpengaruh pergaulan buruk.

Salah satu pengunjung yang sempat Jubi wawancarai, Rio (38) asal Ambon, mengatakan ia sangat prihatin dengan keadaan adik-adik yang harus jualan sampai malam di jembatan merah.

“Dana Otsus itu kemana? Kenapa masih ada anak-anak Papua yang nasib kayak adik-adik ini? Seharusnya dong tidak ikut jualan sampai larut malam, dong harus istirahat, biar besok bisa ke sekolah,” kata Rio. (*)

 

Tags: anak anak berjualanJembatan merahKota Jayapura
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Bintang Kejora

Bintang Kejora berkibar di halaman kampus USTJ Jayapura

September 30, 2026
Kota Jayapura

Meriam antipesawat terbang bekas Perang Dunia II di Kota Jayapura

August 15, 2026

Kota Jayapura salah satu daerah yang menjadi tujuan promosi wisata Malaysia

June 12, 2026

Puluhan wisatawan asing kunjungi sejumlah destinasi wisata di Jayapura

April 15, 2026

Sumur, kapal, monyet peninggalan Tentara Jepang di tepi Gunung Mher Teluk Youtefa

April 13, 2026

Philipus Sanyi, warga Injros yang punya bagan di Teluk Youtefa

April 12, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Kantor Sinode GKI di Tanah Papua

70 Tahun GKI Di Tanah Papua: Pembawa keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan

October 25, 2026
Museum Fiji

Museum Fiji mendesak pemerintah menghentikan proyek penambangan pasir besi

October 25, 2026
Bougainville jelang keputusan parlemen PNG

Luka mendalam Bougainville jelang keputusan besar Parlemen PNG

October 25, 2026
Gempa di lepas lantai Vanuatu

Gempa 6,9 SR terjadi di lepas pantai Vanuatu, peringatan tsunami dibatalkan

October 25, 2026
Rencana Tambang dan hak masyarakat adat

Rencana tambang oleh ANTAM, hak masyarakat adat dan pertambangan rakyat di Papua Tengah

October 25, 2026
Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas

Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas memperkuat pemenuhan dokter spesialis

October 25, 2026
Evaluasi aparat keamanan di Nduga

Pemerintah didesak mengevaluasi keberadaan aparat keamanan non organik di Nduga

October 25, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

October 25, 2026
Bougainville jelang keputusan parlemen PNG

Luka mendalam Bougainville jelang keputusan besar Parlemen PNG

October 25, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

October 24, 2026
Kantor Sinode GKI di Tanah Papua

70 Tahun GKI Di Tanah Papua: Pembawa keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan

0
Museum Fiji

Museum Fiji mendesak pemerintah menghentikan proyek penambangan pasir besi

0
Bougainville jelang keputusan parlemen PNG

Luka mendalam Bougainville jelang keputusan besar Parlemen PNG

0
Gempa di lepas lantai Vanuatu

Gempa 6,9 SR terjadi di lepas pantai Vanuatu, peringatan tsunami dibatalkan

0
Rencana Tambang dan hak masyarakat adat

Rencana tambang oleh ANTAM, hak masyarakat adat dan pertambangan rakyat di Papua Tengah

0
Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas

Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas memperkuat pemenuhan dokter spesialis

0
Evaluasi aparat keamanan di Nduga

Pemerintah didesak mengevaluasi keberadaan aparat keamanan non organik di Nduga

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara