Jayapura, Jubi – Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey, mengatakan rapat kerja Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia atau Apeksi berdampak baik bagi masyarakat.
“Berdampak pada pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat, karena kepala daerah datang tentunya berbelanja,” ujar Pekey di Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (15/6/2023).
Kota Jayapura menjadi tuan rumah pertemuan seluruh wali kota di wilayah enam Indonesia Timur yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia atau Apeksi.
“Jayapura tidak memiliki tambang, hanya mengandalkan sektor jasa dan perdagangan. Dengan melakukan event pemerintahan, budaya, olahraga untuk menggerakkan perekonomian dan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Menciptakan event supaya ada aktivitas perekonomian masyarakat yang dapat dijadikan oleh-oleh bagi para kepala daerah dan juga dapat memperkenalkan Jayapura kepada masyarakat luas.
“Sasaran Apeksi selain pertemuan juga ingin memperkenalkan kepada para kepala daerah bahwa Kota Jayapura sudah maju, masyarakat heterogen, dan ramah sehingga saat kembali ke daerah masing-masing itu yang nantinya disampaikan tentang kemajuan pembangunan,” ujarnya.

Raker Apeksi akan dilaksanakan dari 19-20 Juni 2023 dan dihadiri 20 kepala daerah yang terdiri dari wali kota beserta pendamping. Kegiatan ini dipusatkan di Papua Youth Creative Hub, termasuk pameran ekonomi kreatif dan berbagai hiburan
“Kami terus menata masa depan pertumbuhan kemandirian ekonomi kreatif. Saya berharap raker Apeksi ini benar-benar bermanfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama membangun kota,” uangnya.
Pekey menambahkan selain menggelar raker Apeksi, peserta yang di dalamnya ada Wamendagri John Wempi Wetipo, juga akan dibawa mengunjungi PLBN Skouw RI-PNG sekaligus melihat Festival Port Numbay yaitu event tokok sagu.
“Kalau kita bisa berhasil menyelenggarakan event Apeksi ini, maka bisa melaksanakan Rakernas Apeksi. Tujuan saya hadirkan ini, supaya dengan DOB yang terjadi di Papua, Jayapura bukan satunya pusat pertumbuhan pemerintahan dan ekonomi tapi bergeser ke daerah DOB seperti Nabire, Merauke, dan Wamena,” pungkasnya. (*)




















