• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Ekonomi

H-5 Natal, sepinya pembeli ikan asar dan sagu di Pasar Pharaa Sentani

December 19, 2024
in Ekonomi
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Zely Ariane
Natal

Mama Seli Wanggai saat layani pembeli ikan asar di pasar Pharaa Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, kamis (19/12/2024) - Jubi/Larius Kogoya.

0
SHARES
17
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sentani, Jubi – Pedagang ikan asar dan sagu di Pasar Pharaa mengeluhkan pembeli yang masih tergolong sepi sementara natal sudah dekat. Dibanding bulan Desember tahun lalu, Desember tahun ini penjualan lebih menurun.

Menurut Mama Seli Wanggai, salah seorang pedagang ikan asar, hasil penjualan ikan asar sejauh ini hanya dari pembeli langganan sehari-hari. Padahal biasanya menurut dia setiap tahun dalam bulan Natal pembeli sangat ramai, bahkan bisa membeli dalam jumlah banyak.

Ada juga yang memborong ikannya untuk dikirim ke daerah pegunungan Papua atau untuk perayaab natal gereja dan sebagainya. Wanggai menduga, pilkada ini mempengaruhi jumlah pembeli karena banyak orang sibuk, “Orang-orang jadi sibuk kesana kemari karena pilkada sehingga hilangkan suasana natal juga,” tuturnya saat dijumpai Jubi di Pasar Pharaa, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (19/12/2024).

“Kalau untuk sekarang ini pasaran memang sepi. Karena semenjak ada pemilu itu sampai sekarang itu sepi. Sebenarnya kalau tidak ada pilkada di bulan November kemarin itu, orang sudah mulai belanja karena banyak kegiatan atau Natal gereja, Natal organisasi, keluarga, natal ikatan dan sebagainya. Jadi sekarang seperti tidak kelihatan suasana Natal,” lanjut Mama Wanggai.

Dia menambahkan biasanya masuk ke tanggal 1 – 22 Desember orang mulai banyak berbelanja. Tapi kali ini tidak ada sama sekali sehingga membuatnya yakin bahwa proses pilkada membuat pasar jadi sepi.

 “Iya tahun lalu itu ramai dari awal Desember orang belanja sampai tanggal 23 itu orang belanja ramai sekali, saya lihat ikan yang kita bawa itu sekejap saja habis beli, karena orang berangkat juga yang mau pulang pegunungan begitu kitong jual ikan asar biasa habis bahkan peminat di sini juga banyak saat natal,” katanya.

Wanggai menjelaskan ia mendapatkan ikan asar lewat pelelangan ikan di Pasar Hamadi. Biasanya sekali borong ia bisa ambil 150 – 200 ekor, tapi karena pembeli sepi jadi hanya bisa borong 100 ekor saja. Ia mengasar ikan itu sendiri. Malam hari ikan ditusuk lalu diasar, kemudian dibawa ke pasar pagi harinya untuk dijual.

BERITATERKAIT

Dapur ikan asar yang dikelola tiga generasi

Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

Mama pedagang di Waropen tak miliki tempat layak setelah Pasar Urfas terbakar

Harga telur lokal di Kabupaten Jayapura masih terbilang mahal

“Harga ikan asar per ekor yang besar Rp150 ribu, yang sedang Rp.100 ribu, dan yang kecil standarnya Rp 70 ribu,” kata Mama Seli Wanggai.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Pedagang Sagu, Mama Ella Marweri juga mengeluhkan sepinya pembeli di bulan Desember tahun ini. Memang ada sedikit peningkatan penjualan sagu karena kebutuhan natal dibanding bulan-bulan sebelumnya. Tapi dibanding Desember tahun lalu penjualan masih tergolong kecil.

IMG 20241219 141422 scaled
Mama Ella Marweri saat merapikan Sagu di Pasar Pharaa Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (19/12/2024) – Jubi/Larius Kogoya

“[biasanya] Orang-orang banyak beli sagu yang besar-besar yang 1-5 kg dalam bulan natal, tapi natal sekarang agak beda karena sepi pembeli. Mungkin ini karena pilkada jadi mungkin orang sibuk dengan politik pilkada sana sini,” katanya.

Mama Marweri mengenang saat masih masih di bawah kepemimpinan mantan Gubernur Papua, almarhum Lukas Enembe. Dia merasa masa-masa itu uang berputar lebih banyak, dan banyak orang ramai belanja di pasar. Tapi sekarang terasa berbeda, ditambah lagi orang semua sibuk dengan pilkada sehingga, menurutnya, uang mungkin terbagi-bagi saja bukan untuk belanja di pasar.

“Terus adanya pasar-pasar liar di luar sana terlalu banyak juga, itu mempengaruhi pembeli di pasar sentral disini. Kita minta pemerintah bisa perhatikan dan tiadakan pasar-pasar itu biar kita fokus di pasar sentral Sentani ini,” ujar Mama Marweri.

Ia mengimbau agar pemerintah melarang pasar-pasar liar maupun para pedagang keliling yang menggunakan motor atau mobil-mobil blakos (pick up), agar orang-orang fokus belanja ke pasar saja.

 “Satu lagi itu ruko-ruko di pinggir jalan yang ada sekarang ini semua perlengkapan yang ada di pasar dorang semua sudah jual, seperti sayur ikan apapun itu semua sudah dong jual di sana, akhirnya orang belanja ke pasar juga serba salah karena di toko juga ada, orang pikir ke pasar juga ongkos taksi terus kalau hujan itu becek sehingga orang cari yang dekat-dekat saja,” ujarnya.

Mama Ella Marweri meminta perhatian dari pemerintah untuk melakukan penertiban ruko- ruko dan kios-kios yang ada di pinggir jalan. Ia  meminta kalau bisa ruko-ruko dan kios cukup jual sembako saja, jangan barang-barang lain.  “Jangan ada sayur, ikan, sagu dan barang yang mestinya ada di pasar, jangan jual di kios atau ruko. Hal ini perlu ditegaskan dan ditertibkan dan kasih kesempatan lagi mama-mama ini berusaha, kayak semua mau monopoli ka,” tuturnya kesal.

“Kita Mama-mama pedagang pasar ini mohon pada pemerintah untuk memperhatikan hal-hal sepele itu. Karena itu yang membuat kami di pasar-pasar-pasar tradisional ini sepi, karena ada pedagang yang jalan dengan mobil motor dan sebagainya. Kemudian ruko-ruko yang sudah berjualan hasil bumi semua sudah ada di situ jadi tolong pemerintah tegaskan dan tertibkan supaya pasar sentral kita kembali ramai,” kata Marwari. (*)

Continue Reading
Tags: ikan asarJelang NatalMama-mama pedagangPasar PharaaSagu
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Uncen

Mahasiswa Uncen olah pisang raja jadi ‘Royal Bananique’, belajar bisnis dari bangku kuliah

March 30, 2026
Hotel

Restoran hotel di Jayapura ramai pengunjung selama Ramadan

March 20, 2026
Kebutuhan pokok

Harga cabai di Kota Jayapura melambung jelang Idulfitri

March 19, 2026

BI Papua gelar tiga kali kas keliling ke wilayah 3T

March 13, 2026

Pembangunan ekonomi di Papua Tengah mesti berbasis kekuatan lokal

February 26, 2026

Universitas Ottow Geissler bentuk pusat inkubasi penggerak usaha rintisan

February 26, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara