• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Puluhan ikan mati di sungai Klafdalim dan Klasoh, Sorong

February 16, 2026
in Domberai
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Gamaliel Kaliele - Editor: Angela Flassy
Ikan Mati

Ikan yang ditemukan mati mengapung di Sungai Klafdalim - Jubi/Gamaliel

0
SHARES
363
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi – Puluhan ikan ditemukan mati mengapung di Sungai Klafdalim dan Klasoh, Distrik Moi Sigin Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu (14/2/2026). Temuan itu didokumentasikan jurnalis Jubi bersama pemuda adat Moi Sigin dan warga Kampung Klafdalim saat menyusuri aliran sungai. Sebagian ikan telah membusuk, sebagian lain baru mati, bahkan beberapa terlihat sempoyongan di tepian sungai. Pemuda adat setempat, Jimmy Nibra, menyebut kejadian ini bukan yang pertama dan gejalanya telah dilaporkan warga sejak Desember 2025.

“Waktu itu kami pikir mungkin hanya dampak dari obat obatan gudang atau racun ikan yang dibuang oknum masyarakat jadi belum dianggap serius,” ujar Jimmy saat ditemui Jubi di lokasi saat berkeliling.

Menurutnya, situasi berubah ketika kejadian itu terus berulang hingga Januari dan Februari 2026. Pada awal Januari mereka menemukan lagi ikan mati di sepanjang aliran Sungai. “pada 11 Februari 2026 kemarin, jumlahnya semakin banyak itu yang membuat kami mulai curiga ada sesuatu yang tidak beres,” katanya

Awalnya masyarakat menduga ada praktik penggunaan racun ikan, namun kecurigaan itu berubah setelah kematian terjadi berulang dan dalam jumlah besar.

Dalam patroli bersama wartawan Jubi, warga menyisir beberapa titik di sepanjang Sungai Klafdalim hingga ke Sungai Klasof. Di titik pertama, ditemukan sekitar 50 ekor ikan mati di titik kedua, jumlahnya hampir sama. Sementara di tiga titik lainnya, ditemukan sekitar 15 ekor ikan, sehingga hari itu mereka menemukan lebih dari 115 ekor ikan mati.

Ikan yang ditemukan mati ada beberapa henis, kan bulana, ikan sembilan hitam, ikan sembilan putih, dan ikan mulutikus. Ikan ini menjadi sumber protein utama bagi masyarakat adat di sekitar Sungai Klafdalim dan Kali Klasoh.

Jimmy Nibra menegaskan bahwa kematian berbagai jenis ikan sekaligus menunjukkan pencemaran yang berdampak luas, bukan hanya pada satu habitat atau satu spesies tertentu.

BERITATERKAIT

Sungai Klasof diduga tercemar limbah sawit, ikan mati, kehidupan masyarakat terancam

Greenpeace: butuh komitmen pemerintah untuk melindungi hutan alam Papua

Ketua Poksus DPR Papua minta Freeport bayar kompensasi atas dampak tailing

Laut teluk Bima tercemar, Menteri Trenggono : Jelas merugikan kesehatan laut

Pantauan Jubi di lapangan menunjukkan beberapa ikan dalam kondisi membusuk dan menimbulkan bau tidak sedap. Sementara beberapa ikan lainnya tampak masih hidup namun bergerak tidak normal, berputar putar di permukaan air sebelum akhirnya terdampar di tepi Sungai.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Fakta lain yang ditemukan di lapangan semakin menguatkan kecurigaan warga di sepanjang aliran Sungai Klafdalim dan Kali Klasof terdapat perkebunan sawit berada sangat dekat dengan badan sungai.

Dari pantauan langsung media Jubi bersama pemuda adat, jarak antara tepian sungai dan tanaman sawit di sisi kiri maupun kanan tidak sampai 20 meter bahkan di beberapa titik, pohon sawit terlihat hampir menempel di bibir sungai tanpa adanya zona penyangga (buffer zone) yang

“Kalau memang aturan mengharuskan ada jarak aman dari sungai, kenapa di sini sawit bisa tanam sampai hampir ke bibir kali? Ini yang harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat,” tegas Jimmy.

Selain temuan ikan mati, warga juga menyoroti perubahan kondisi air sungai yang dinilai tidak lagi seperti sebelumnya beberapa warga mengaku warna air terlihat lebih keruh dan mengeluarkan bau menyengat, terutama pada pagi dan sore hari

“Dulu air kali ini jernih, kita bisa lihat dasar sungai tapi kalo sekarang kadang berubah warna, ada busa busa kecil yang mengalir dan itu yang bikin kami makin yakin ada yang tidak beres,” ujar seorang pemuda yang ikut berkeliling.

sungai
Jurnalis Jubi bersama pemuda adat Moi Sigin dan warga Kampung Klafdalim saat menyusuri aliran sungai – Jubi/Gamaliel

Masyarakat juga mempertanyakan fungsi pengawasan dari instansi terkait, baik Dinas Lingkungan Hidup maupun pemerintah distrik setempat.

Desakan kepada Pemerintah dan Perusahaan

Masyarakat adat Moi Sigin mendesak Pemerintah Kabupaten Sorong dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya untuk segera turun tangan memeriksa kondisi sungai yang merupakan sumber penghidupan masyarakat setempat. Kemudian mempublikasikan hasil pemeriksaan tersebut.

Jika ditemukan zat berbahaya, mereka meminta pemerintah memberikan peringatan tegas kepada perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.

“Kami minta pemerintah Kabupaten Sorong dan Provinsi Papua Barat Daya segera memberikan surat peringatan kepada perusahaan untuk melihat dampak limbah sawit yang terbuang sampai mencemari sungai,” ujar Jimmy.

Menurutnya, jika tidak ada tindakan cepat, kerusakan lingkungan akan semakin meluas dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat

“Kami tidak menolak pembangunan, tapi perusahaan harus bertanggung jawab. Jangan sampai limbah dibuang sembarangan dan merusak kali kami sungai ini bukan hanya air tapi sumber hidup kami,” katanya.

Masyarakat berharap pemerintah tidak berpihak pada kepentingan investasi semata, tetapi menempatkan keselamatan lingkungan dan hak masyarakat adat sebagai prioritas utama.

“Kami hanya minta satu lindungi sungai kami kalau sungai mati, kami juga ikut mati pelan-pelan jangan tunggu sampai kerusakan makin parah baru bergerak,” katanya. (*)

 

Tags: Ikan MatiPencemaranPencemaran Limbahreview Perusahaan Kelapa Sawit di Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Sungai Klasof

Sungai Klasof diduga tercemar limbah sawit, ikan mati, kehidupan masyarakat terancam

May 18, 2025
Greenpeace

Greenpeace: butuh komitmen pemerintah untuk melindungi hutan alam Papua

August 14, 2023

Ketua Poksus DPR Papua minta Freeport bayar kompensasi atas dampak tailing

November 23, 2022

Laut teluk Bima tercemar, Menteri Trenggono : Jelas merugikan kesehatan laut

April 28, 2022

Adukan pencemaran limbah, Puluhan petani Sidei Jaya demonstrasi di Kantor DPRD Manokwari

April 21, 2022

Tiga ton ikan di Sumatera barat mati diduga tercemar kumpur

March 1, 2022

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Jayapura lawmakers highlight poor education and health infrastructure in Yoboi Village
25 September 2026
Jayapura lawmakers highlight poor education and health infrastructure in Yoboi Village

Sentani, Jubi – The Jayapura Regency Legislative Council’s (DPRK) Commission C has raised concerns over poor infrastructure and inadequate education [...]

Wildfires and drought hit Fakfak Regency
25 September 2026
Wildfires and drought hit Fakfak Regency

Manokwari, Jubi – Forest and land fires and drought are affecting Fakfak Regency in West Papua, disrupting school activities in [...]

Ant-Plant Harvesting in Wasur Forest Supports Local Livelihoods
24 September 2026
Ant-Plant Harvesting in Wasur Forest Supports Local Livelihoods

Merauke, Jubi – Carrying a bamboo pole fitted with a simple hook, Hilarius Gebze walks through the forest around Biras, [...]

Kadepa calls for political action to address Papua’s problems
23 September 2026
Kadepa calls for political action to address Papua’s problems

Jayapura, Jubi – Papua needs practical action rather than political disputes and heated debate, according to Papuan political figure Laurenzus [...]

Malind Indigenous group calls for police to drop case against land defender
23 September 2026
Malind Indigenous group calls for police to drop case against land defender

Jayapura, Jubi – Solidaritas Merauke has urged police to stop what it describes as the criminalisation of Ariston Moiwend Buako, [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Regi Aditya

Laga melawan Persis Solo menjadi ajang pembuktian Regi Aditya

September 25, 2026
Jurnalis Papua

Selamat jalan dua jurnalis Papua, Joost Mirino dan Hendrikus Ondi

September 25, 2026
Kabupaten Puncak

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunker ke Kabupaten Puncak

September 25, 2026
PNG

PM PNG serukan tindakan global segera atasi perubahan iklim

September 25, 2026
Konflik

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

September 25, 2026
Pasifik

Benarkah El Nino Penyebab Langsung Gelombang Laut yang Ganas di Pasifik?

September 25, 2026
MRP Papua Selatan bentuk Pansus

Komnas HAM didesak segera investigasi kasus Leonardo Konorop

September 25, 2026
PNG

PM PNG serukan tindakan global segera atasi perubahan iklim

September 25, 2026
Pelatih Persipura

Regi Aditya ambil alih kursi pelatih Persipura

September 24, 2026
KontraS

Koalisi desak presiden perintahkan tangkap pelaku teror terhadap aktivis KontraS

April 10, 2026
Pemeriksaan kesehatan

Dinkes Jayapura hadirkan dokter spesialis saat pemeriksaan kesehatan gratis

March 17, 2026
website

YPMD luncurkan website dokumentasikan Kabar dari Kampung

March 17, 2026
Bom

Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

March 17, 2026
Mahasiswa tolak DOB

Mahasiswa Yalimo se-Indonesia tolak pembentukan DOB Benawa

March 13, 2026
Regi Aditya

Laga melawan Persis Solo menjadi ajang pembuktian Regi Aditya

0
Jurnalis Papua

Selamat jalan dua jurnalis Papua, Joost Mirino dan Hendrikus Ondi

0
Kabupaten Puncak

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunker ke Kabupaten Puncak

0
PNG

PM PNG serukan tindakan global segera atasi perubahan iklim

0
Konflik

Konflik di Papua Barat dan Warga Sipil Harus Menanggung Akibatnya

0
Pasifik

Benarkah El Nino Penyebab Langsung Gelombang Laut yang Ganas di Pasifik?

0
MRP Papua Selatan bentuk Pansus

Komnas HAM didesak segera investigasi kasus Leonardo Konorop

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara