Permintaan Investor Memperpanjang Izin Ekspor Kayu Bulat Ditolak Pemprov Papua Barat

Author : Adlu Raharusun

Editor : Alberth Yomo

Manokwari, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua Barat akan menghentikan ekspor kayu bulat ke luar daerah. Permintaan dari investor untuk memperpanjang izin ekspor kayu bulat selama dua tahun ke depan hanya diberikan hingga tahun 2026.

Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani, kepada wartawan di Manokwari, Senin (14/4/2025), menjelaskan bahwa pihaknya telah bertemu dengan Dinas Kehutanan dan para investor terkait rencana penghentian ekspor kayu bulat dari Papua Barat.

“Dalam pertemuan bersama investor yang mengelola kayu bulat di Papua Barat, mereka meminta perpanjangan waktu dua tahun lagi. Namun, kami menilai jangka waktu tersebut terlalu lama,” kata Mohammad Lakotani, yang akrab disapa Mola.

Menurutnya, proses penghentian ekspor kayu bulat saat ini masih berjalan dan tinggal menunggu tahap presentasi akhir yang akan melibatkan investor.

“Saat ini masih dalam proses. Nantinya akan ada presentasi yang disaksikan langsung oleh Bapak Gubernur sebelum keputusan untuk menghentikan ekspor kayu bulat dari Papua Barat benar-benar dijalankan,” ujarnya, seraya menyebut bahwa Gubernur saat ini sedang berada di luar Manokwari.

Lakotani mencontohkan bahwa sejak tahun 2018, Pemerintah Provinsi Papua telah lebih dahulu menghentikan ekspor kayu bulat ke luar daerah.

“Kita kelola supaya Pendapatan Asli Daerah (PAD) sepenuhnya masuk ke pemerintah provinsi dan masyarakat,” katanya.

BERITATERKAIT

Ia menegaskan bahwa Papua Barat hanya memberikan waktu satu tahun lagi, sehingga pada tahun 2026, ekspor kayu bulat sudah tidak diperbolehkan lagi.

“Selama ini, pengelolaannya 50 persen diekspor dan 50 persen diproses di daerah. Tapi kami menilai ada permainan dalam pengelolaan itu, sehingga tahun depan ekspor akan dihentikan,” lanjutnya.

Wakil Gubernur menambahkan, kebijakan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan PAD, tetapi juga memberdayakan masyarakat, terutama yang berada di sekitar area konsesi industri kayu bulat.

“Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat bersama pemerintah daerah. Industri kayu ini nantinya akan menyerap tenaga kerja lokal. Karena itu, kami konsisten menerapkan larangan ekspor kayu bulat dari Papua Barat,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa salah satu dampak positif dari kebijakan ini adalah peningkatan penerimaan pajak oleh pemerintah daerah serta pembukaan isolasi wilayah yang selama ini tertutup bagi masyarakat dan pemerintah daerah. (*)

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Forest and land fires driven not only by El Niño but also by corporate  expansion

Jayapura, Jubi – Forest and land fires (karhutla) should not be attributed solely to El Niño and climate change, but [...]

Papua conservation agency develops plan to restore pig-nosed turtle  population

Jayapura, Jubi – The Papua Natural Resources Conservation Agency (BBKSDA Papua), in collaboration with WWF-Indonesia’s Papua Programme, is developing a [...]

WALHI Papua urges protection Indigenous rights and environmental  restoration at Makimi gold mine

Jayapura, Jubi – The Indonesian Forum for the Environment (WALHI) Papua has called for the protection of Indigenous communities’ rights [...]

Merauke farmers gain easier access to affordable fuel for agriculture

Jayapura, Jubi – Merauke regency in South Papua province is one of Indonesia’s major food-producing regions, with tens of thousands [...]

Jayawijaya KNPI calls for independent investigation into fatal Nduga shooting

Jayapura, Jubi – The Indonesian National Youth Committee (KNPI) in Jayawijaya Regency, Papua Pegunungan Province, has called for an independent [...]

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist